OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • Slide1

GPIB Admin

February 18 2018

MASA PRAPASKAH

minggu pra paskah

 

PRAPASKAH adalah persiapan sebelum paskah. Masa Prapaskah adalah masa dimana umat mengenang dan menghayati kembali seluruh pelayanan Yesus yang penuh tantangan dan derita, yang dimulai dari Kaisarea Filipi sampai di Yerusalem. Oleh karena itu, masa ini adalah merupakan kesempatan untuk umat berpuasa, meratap, sadar diri, menyesal  dan bertobat.

Ada yang memulainya dengan pada Septuagesima (berarti ‘yang ke-70’); bukan menunjuk pada hari ke-70 sebelum Paskah, tetapi melambangkan ke-70 bangsa di dunia atau ke-70 tahun masa pembuangan di negeri Babel (2 Taw.36:21; Yer.25:11,12). Ada juga yang memulainya dengan Sexagesima (berarti ‘yang ke-60’); Ini hanya nama saja, sama seperti ‘yang ke-70’ bukan berarti hari ke-60 sebelum Paskah. Ada juga yang memulainya dengan Quinquagesima (berarti ‘yang ke-50’), yaitu hari ke-50 sebelum Paskah, sama seperti Pentakosta (bahasa Yunani) adalah yang ke-50 sesudah Paskah, sehingga seluruh Paskah menjadi ‘100 Hari’.

Mengacu pada kesaksian Alkitab tentang masa pergumulan dan pertobatan, baik yang dialami umat Israel di padang gurun; Musa di atas gunung; Elia dalam perjalanan ke Horeb; Pertobatan orang Niniwe setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan terakhir Yesus yang berpuasa di padang gurun maka GPIB memperingati masa prapaskah selama 40 hari atau Enam Minggu. Bahasa latinnya adalah Quadragesima (berarti ‘yang ke-40’); hari ke-40 sebelum Paskah. Minggu Prapaskah dimulai dengan ‘Rabu Abu’ (hari Rabu sebelum Minggu Prapaskah VI).

RABU ABU Awal Masa 40 hari; bukan Hari Rabu sebelum Jumat Agung. Abu yang secara simbolik ditaruh di atas kepala atau dijadikan tempat tidur menunjukkan perendahan diri, intropeksi, perkabungan, pertobatan, pendekatan diri kepada Tuhan : manusia tidaklah lebih daripada debu di hadapan Allah (Kej.18:27; 2 Sam.13:19; Est.4:1,3; Ayb.2:8;42:6 Yes.58:5, Yeh. 27:30; Dan 9:3; Yun.3:6).

Oleh karena dinamakan Minggu Prapaskah maka perhitungannya adalah mulai dari Minggu Prapaskah VI dan seterusnya sampai Minggu Prapaskah I. Hal ini penting karena Jumat Agung atau peringatan Kematian Yesus Kristus terjadi dalam Minggu Prapaskah I. Jika dihitung menurut jumlah hari antara Rabu Abu dan Paskah, maka ternyata jumlah itu bukan 40, melainkan 46. Dalam hal ini, 6 Hari Minggu tidak termasuk karena hari Minggu tetap mengacu kepada Kebangkitan Kristus. Bagaikan enam oasis di padang gurun yang menjadi tempat untuk melepas lelah dan penyegaran untuk terus menjalani gurun kehidupannya, demikianlah 6 Hari Minggu dalam masa prapaskah yang menjadi tempat persinggahan umat untuk memperoleh kekuatan agar tabah melangkah menjalani masa 40 hari sampai memuncak pada Hari Paskah.

INVOCABIT Kata Latin Invocabit = ‘Bila ia berseru’ (Mzm. 91:15), sesuai dengan antifon Mazmur Pembukaan pada Hari Minggu VI Prapaskah.

REMINISCERE Reminiscere = ‘Ingatlah’ (Mzm.25:6), sesuai dengan antifon Mazmur Pembukaan pada Hari Minggu V Prapaskah.

OCULI Oculi = “Mata (ku) ‘Mzm. 25:15), sesuai dengan antifon Mazmur Pembukaan pada Hari Minggu IV Prapaskah.

LAETARE Laetare = ‘Bersukacitalah’ (Yes. 66:10), sesuai dengan antifon untuk Mazmur 122 sebagai Mazmur Pembukaan pada Hari Minggu III Prapaskah.

JUDICA Judica = ‘Berilah Keadilan’ (Mzm.43:1), sesuai dengan antifon Mazmur Pembukaan pada Hari Minggu II sebelum Paskah.

PALMARUM berarti ‘Hari Palma’ (bnd. Yoh.12:13), yaitu Hari Minggu Prapaskah I. Jika tematiknya tidak berhubungan dengan perjalanan Yesus Masuk ke Yerusalem, maka Hari Minggu ini juga dapat disebut Hari Minggu Passio (Minggu Sengsara).

Simbol Minggu Prapaskah adalah gambar Ikan (Yun. IXHTUS) dengan warna dasar ungu tua dengan tulisan ‘Yesus Kristus, Anak Allah, Juruselamat) dari kata IXHTUS = YESU KRISTU, THEOS HUIOS, SOTERIA

Warna dasar                           : Ungu Tua

Lambang/Logo                         : Ikan (ICHTUS)

Warna pinggir ikan dan huruf  : Kuning

Tulisan                                    : Yesus Kristus, Anak Allah, Juruselamat

Arti                                        : Tanda ini merupakan suatu Sandi rahasia di kalangan orang Kristen

mula-mula yang sedang mengalami penganiayaan. Pada masa penyiksaan dan penganiaayaan yang hebat itu mereka tidak bisa saling menyatakan diri sebagai pengikut Yesus. Karena itu, agar mereka tetap bersatu dan saling mengenal di antara mereka sebagai pengikut Yesus, dan terlebih tetap mengakui iman bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan Juruselamat maka mereka menggambar ikan di telapak tangan mereka masing-masing.

Simbol Prapaskah berganti pada malam Jumat Agung.


February 10 2018

PENEGUHAN PENGURUS PELKAT, PELAYAN PA & PT, SERTA PERKENALAN PENGURUS KOMISI

PENEGUHAN PENGURUS PELKAT, PELAYAN PA & PT, SERTA PENGURUS KOMISI

Peneguhan Pengurus Pelkat, Pelayan PA & PT, serta Perkenalan Pengurus Komisi akan dilaksanakan pada hari Minggu,

18 Februari jam 09:30 di Gereja Karunia. Penggembalaan/Persiapan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Februari 2018 jam 16:00.

Ketentuan :

1. Seluruh calon pengurus Pelkat, Pelayan PA & PT, serta Pengurus Komisi wajib hadir dalam penggembalaan tersebut.

2. Saat peneguhan memakai pakaian rapi dan sopan.

    Laki-laki        :  atasan putih, celana hitam

    Perempuan   :  atasan putih, rok hitam

3. Bagi pengurus/pelayan yang belum mengikuti pembinaan, wajib mengikuti pembinaan susulan di Mupel (jadwal menyusul). 


February 03 2018

PETUNJUK

P E T U N J U K

Yang  Kukasihi,

                            Bila engkau dapat percaya, segala sesuatu mungkin bagi mereka yang percaya. Anak-Ku, engkau harus percaya dalam hatimu bahwa sesuatu dapat dicapai sebelum engkau dapat menerimanya.

          Engkau harus menentukan standar atas apa yang engkau cita-citakan. Engkau harus mengetahui sesuatu yang harus engkau capai dalam hidup untuk mengetahui tujuan yang harus engkau capai dan langkah yang harus diambil. Tidak satu orang pun tiba di tempat tujuan dengan hanya berjalan keliling tanpa tujuan.

          Ke mana engkau akan pergi? Akan menjadi apakah rencanamu? Apa tujuan hidupmu? Apa yang telah engkau capai sejauh ini? Apakah engkau dalam keadaan baik saat engkau dalam proses untuk menjadi seseorang seperti yang engkau inginkan?

           Janganlah berkecil hati, anak-Ku! Aku mempunyai rencana bagi hidupmu, dan Aku dapat mencipta dalam dirimu keinginan yang baik bagi hidupmu. Engkau dapat memiliki kehendak-Ku dan tujuan-Ku bagi hidupmu. Apakah kehendak-Ku bagi hidupmu? Jika engkau ingin tahu kehendak-Ku, bacalah firman-Ku. Engkau dapat menemukan rencana-Ku, petunjuk-Ku bagi hidupmu dalam firman-Ku.

           Yang terkasih, Aku ingin menunjukkan jalan-Ku kepadamu. Aku ingin mengajarkanmu jalan-jalan-Ku. Aku ingin membimbingmu dalam kebenaran-Ku. Aku ingin mengajarkan kepadamu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupanmu, dan Aku melakukan semua ini melalui firman-Ku.

         Firman-Ku adalah terang. Firman-Ku adalah hidup. Firman-Ku adalah kesehatan dan kemakmuran. Firman-Ku adalah pelita bagi kakimu. Firman-Ku adalah semua yang engkau perlukan untuk pergi dari tempat engkau berada ke tempat yang Aku inginkan engkau berada.

            

             Dalam rencana-Ku terdapat hidup berkelimpahan dan damai sejahtera dan berkat yang dicurahkan setiap hari.

           

          Menyendirilah bersama-Ku. Temukanlah tempat yang tenang sehingga engkau dapat berhubungan dengan-Ku. Selidikilah hatimu untuk memastikan motivasimu sesuai dengan standar-Ku. Yakinkan hatimu untuk mempercayai dan menerima rancangan-Ku bagimu!   

 

Kasihmu, Tuhan.


January 27 2018

KEMAKMURAN TUHAN

K E M A K M U R A N    T U H A N

Anak  Yang  Kukasihi,

                               Apa yang engkau perlukan hari ini? Engkau perlu kedamaian? Yesus adalah Raja Damai.

            Engkau memerlukan pemenuhan kebutuhan keuangan? Akulah Allah penyediamu. Engkau memerlukan sahabat? Akulah Sahabatmu yang lebih dekat daripada saudaramu.

            Apakah engkau membutuhkan kesembuhan? Oleh bilur-bilur Yesus engkau disembuhkan.

            Apa yang engkau perlukan? Apakah engkau merasa bingung dan kesepian bahkan engkau tidak dapat menentukan apa yang engkau perlukan untuk selamat, aman, sukacita dan puas? Jika itu yang sedang engkau alami, maka buang semua masalah yang mengganggumu. Pujilah Aku dan sembahlah Aku!

            Mulailah sekarang bersyukur kepada-Ku untuk setiap hal baik yang terjadi dalam hidupmu. Bersyukurlah pada-Ku atas apa yang sedang Aku lakukan sekarang. Ya, bersyukurlah pada-Ku untuk semuanya itu, karena bila engkau meminta sesuatu kepada-Ku dalam Yesus, Aku akan memberikannya. Engkau telah memilikinya dalam alam roh. Lepaskan imanmu. Tetap arahkan pandanganmu pada-Ku.

            Iman adalah jembatan yang menghubungkan surga dan dunia. Betapa Aku menginginkan engkau untuk menjadi makmur dan dalam keadaan sehat. Engkau telah ditebus. Apakah engkau telah lupa bahwa semuanya itu adalah milikmu? Engkau harus ingat warisanmu, dan engkau harus mengklaimnya. Aku tidak dapat melakukan sesuatu bagimu bila Aku tidak bersedia melakukannya.

 

            Anak-Ku, engkau perlu masuk dalam janji-janji-Ku. Yang perlu engkau lakukan hanyalah carilah dahulu Kerajaan Allah. Di sini engkau akan belajar apa saja yang menjadi milikmu, dan kemudian engkau melepaskan kuasa-Ku untuk merealisasikannya dalam hidupmu. Bungkamlah musuh, karena dia tidak mendapatkan pijakan di dalam pikiran yang berdiam di dalam Aku.

 

             Ya, anak-Ku, Aku ingin agar engkau makmur dan dalam keadaan sehat, seperti juga jiwamu makmur. Engkau tidak bisa memiliki salah satu saja dalam keadaan baik. Pikiranmu, kehendakmu, dan emosimu harus berjalan dalam kedamaian.    

 

             Yang Kukasihi, Aku mencurahkan darah Anak-Ku kepadamu dengan iman yang hidup dalam nama-Nya. Damai sejahtera mengalir dalam rohmu, jiwamu, dan tubuhmu. Damai sejahtera adalah milikmu. Tenanglah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah. Damai sejahtera.

 

             Tutuplah matamu sekarang, dan biarkan damai sejahtera-Ku memenuhi jiwamu dan izinkan Aku untuk memeliharamu.

Kasihmu, Tuhan.


January 20 2018

PELAYANAN MEMBERI

P E L A Y A N A N     M E M B E R I

Yang  Terkasih,

                               Engkau adalah keluarga pemberi. Saat engkau memberi dalam pelayanan Tuhan Yesus Kristus, maka Injil dapat disebarkan dalam kuat kuasa. Tidak lagi engkau memberikan uangmu ke hal yang “sia-sia”.

            Tidak lagi engkau membantu orang yang tidak memiliki firman Allah. Jadikan kriteria memberimu, “Apakah pelayanan ini menyebarkan Firman?” Firman akan menyelamatkan dunia. Engkau dapat memproklamasikan firman-Ku atau engkau menolong orang lain memproklamasikan firman-Ku dengan perkataanmu.

            Bila engkau memberi demi kepentingan Injil-Ku, Aku akan memberkatimu – tidak hanya seratus kali tetapi tidak terbatas.

            Aku memberikan seluruh milik-Ku. Aku memberikan 100 persen saat Aku memberikan Anak-Ku yang tunggal untuk mati bagimu dan bagi orang-orang yang engkau kasihi, sama seperti benih harus mati sebelum dapat memberi tuaian.

            Tuaian datang pada hari Pentakosta saat 120 orang percaya berkumpul dan ditambahkan ke dalam Kerajaan-Ku diikuti oleh 30.000 orang, dan ditambahkan lagi setiap hari. Engkau dapat menambahkan ke dalam Kerajaan-Ku pemberianmu ini. Aku tidak hanya mengatakan pemberian secara finansial, namun juga pemberian waktumu, talentamu, doamu, dan kasihmu. Dan yang terutama dari semuanya adalah kasihmu.

            Aku memiliki banyak berkat bagimu! Semuanya itu milikmu! Klaim berkat itu saat engkau menuai. Bukankah Aku telah mengatakan bahwa tuaian telah menguning tetapi tidak banyak yang bersedia pergi ke ladang dan menuainya? Tuailah tuaian, anak-Ku. Bawalah tuaian itu!

 

            Dunia berteriak minta tolong pada-Ku, dan engkau memiliki jawabannya – Yesus. Jangan tahan-tahan Dia dari dunia. Dunia berteriak minta tolong. Mereka sedang mencari-cari. Mereka tersandung. Mereka berada dalam kegelapan. Engkau memiliki terang itu. Biarkan terangmu bercahaya, dan Aku akan memusnahkan kegelapan mereka.

 

             Engkau tidak perlu mencari mereka. Aku akan menempatkan orang-orang di jalanmu. Yang perlu engkau lakukan hanyalah menjadi saksi-Ku. Tunjukkan pada dunia siapa diri-Ku melalui cara hidupmu. Tunjukkan pada orang yang sakit dan sekarat bagaimana Aku menebusmu, dan mereka akan mencari penebusan itu.

 

             Bimbing mereka untuk datang kepada-Ku, dan selebihnya serahkan kepada-Ku. Yang Aku perlukan adalah bejana yang bersedia membunyikan bagaimana firman-Ku dapat mengubah seseorang yang akan dengan berani memberikan-Ku kemuliaan atas segala kebaikan yang terjadi dalam hidupnya. Yang Aku perlukan adalah bejana yang bersedia, yang akan menanam benih.

 

             Bawalah buah pertama dari waktumu, kasihmu, dan keuanganmu ke dalam rumah perbendaharaan-Ku dan lihatlah Aku akan membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat atasmu.

Kasihmu, Tuhan.


January 13 2018

BERTANDING DALAM PERTANDINGAN IMAN YANG BAIK

B E R T A N D I N G   D A L A M   P E R T A N D I N G A N   I M A N   Y A N G   B A I K

 

Orang Tua  yang  Kukasihi,

                               “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui” (Yeremia 33:3).

          Waspadalah! Waspadalah, dan lihatlah keselamatan Tuhan sedang bekerja di dalam hidupmu dan melalui keluargamu. Aku sedang berusaha menciptakan keberhasilan. Yang Aku perlukan adalah orang yang mau diubah dan menghasilkan serta menaati tuntunan-Ku, karena sesungguhnya Aku menuntun setiap langkah anak-anak-Ku. Yang harus dilakukan anak-anak-Ku adalah melangkah bersama-Ku.

           Bagaimana engkau melangkah bersama-Ku? Hal ini dimulai dengan doa. Hubungan ilahi terjadi saat engkau mencari-Ku di dalam doa dan kemudian taat pada-Ku.

       Kemudian, biarkan Aku yang mengendalikan. Biarkan Aku membimbing hidupmu. Biarkan Aku menjadi pemimpin. Inilah keuntunganmu, sehingga engkau akan menjadi berkat bagi orang lain.

       Jangan sembunyikan talentamu. Jangan pendam bakatmu dan berikan pada-Ku buah pertama dari talentamu. Berikan itu untuk kemuliaan dan keuntungan-Ku. Aku memerlukan seluruh karunia dan talenta yang dapat Aku gunakan untuk kepentingan-Ku.

            Juga, sebagai anggota keluarga-Ku, Aku menginginkan engkau berhasil dalam semua yang engkau lakukan!

         

         Engkau telah melakukannya dengan baik di tahun-tahun yang lalu dengan pengetahuanmu yang terbatas tentang Aku dan firman-Ku. Aku telah bertindak saat engkau tidak dapat melakukan bagianmu. Aku telah melindungi anak-anak dan keluargamu dari setiap kesalahan yang mungkin telah engkau buat.

 

           Sekarang saat engkau telah memiliki pengetahuan yang lebih, engkau tahu bagaimana bertempur dengan musuh – si jahat. Engkau menyesuaikan diri dengan senjata-Ku untuk suatu pertempuran, dan sekarang engkau berperang di dalam roh dengan semangat berperang yang sama untuk melindungi keluarga yang engkau kasihi.

 

           Majulah bersama-Ku untuk melakukan pertandingan yang baik! Seluruh berkat dan sumber-Ku adalah milikmu. Tidak satu pun yang Aku tahan darimu. “Kerajaan surga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya” (Matius 11:12). Bersemangatlah bagi-Ku dalam Roh, ambillah yang iblis rampas dirimu.

 

        Seluruh berkat-Ku adalah milikmu bila engkau memintanya; bila engkau mengambilnya. Terimalah dalam nama Yesus! Dan kemudian dengan suara yang keras, kumpulkan anak-anakmu dan pujilah “Haleluya!”

Kasihmu, Tuhan.


January 03 2018

MINGGU EPIFANI

EPIFANI 1

EPIFANI (Yun. Epifanea = penampakan). Istilah ini awalnya dipakai untuk penampakkan kaisar atau patungnya sebagai dewa pada puncak manifestasi di stadion atau amfiteater (tempat tontonan besar untuk rakyat).
Umat Kristen pertama tidak mengakui kaisar, melainkan Yang Tersalib sebagai Tuhan.

Istilah ‘Epifania’ tetap mereka pakai untuk peringatan Penampakan (penyataan atau tampil di muka umum) Sang Juruselamat yang bernama Yesus. Makanya, Epifani lebih terkait dengan perisitiwa-peristiwa sbb; penampakkan Bintang di Timur, penyembahan orang Majus, Bayi Yesus yang dibawa oleh orang tuanya ke Bait Allah untuk diserahkan kepada Allah, tampilnya Yesus di sungai Yordan untuk dibaptis Yohanes dan penetapanNya (dengan suara dari atas : ‘Inilah Anak-Ku’).

Hari Epifani dirayakan pada 6 Januari, sedangkan Minggu Epifani dimulai dengan Hari Minggu terdekat dengan tanggal 6 Januari.
Minggu transfigurasi (Yesus berubah wujud = Pemuliaan Yesus di atas gunung dan penetapan kembali sebagai Anak yang dikasihi dan dikenan oleh Allah) masuk dalam Minggu-minggu Epifani. Dalam Lukas 9:31 dikatakan bahwa Musa dan Elia berbicara dengan Yesus tentang ‘tujuan kepergian-Nya’ (Yun. ekshodos atau exodus-Nya) ke Yerusalem, yakni agar paskah digenapi oleh-Nya.
Minggu terakhir dari Minggu-minggu Epifani disebut Esto Mihi = ‘Jadilah bagiku’ (Mzm. 31:3b);

Yakni sebagai titik peralihan, menurut cerita Injil, dari perjalanan Yesus di Galilea kepada perjalanan-Nya ke Yerusalem.
Simbol Hari dan Minggu Epifani adalah Bintang bersegi lima (warna putih) di dalam Lingkatan (warna kuning) dengan warna dasar Hijau.

  • Warna dasar     : Hijau
  • Lambang/Logo  : Bintang bersegi lima
  • Warna Bintang  : Putih
  • Lingkaran         : Kuning
  • Arti                 : Bintang persegi lima lebih dikenal sebagai bintang Yakub, dalam hal ini menunjuk pada terbitnya bintang dari keturunan Yakub (Bilangan 24:17). Di kemudian hari hal ini dimanifestasikan lewat kelahiran YESUS KRISTUS yang ditandai pula dengan munculnya/terbitnya bintang di Timur (Matius 2:1-2). Bintang ini pula yang menunjuk pada penampakan kemuliaan YESUS KRISTUS bagi umat manusia.

Simbol Minggu Epifani ini berganti pada Hari Minggu Prapaskah.


December 27 2017

NATAL

Natal

 

NATAL Kata Portugis ‘Natal’ berasal dari bahasa Latin Natalis, yakni Dies Natalis, yang berarti Hari Lahir. Masyarakat dalam Imperium Romawi dahulu menggunakan istilah ini untuk kelahiran dewa Sang Surya; dies natalis invicti yang berarti hari kelahiran matahari yang tak terkalahkan. Pengertiannya dihubungkan pula dengan penyembahan kaisar sebagai dewa seperti matahari. Dan demi kehormatannya sendiri sebagai ‘tuhan’ maka pada abad ke-3, kaisar menetapkan perayaan hari kelahirannya pada 25 Desember.

Di kemudian hari, ketika seluruh imperium Romawi dikristenkan maka makna dan tanggal tersebut diambil alih dan diisi dengan makna baru, yaitu sebagai Dies Natalis Yesus Kristus. Dalam hal ini Yesus dipahami sebagai Matahari Kebenaran, Terang dunia yang sebenarnya, Raja Alam semesta, Tuhan yang sanggup turun dari takhta-Nya. Makanya, setiap tanggal 25 dan 26 Desember, selalu diperingati sebagai Hari Natal I dan Hari Natal II oleh GPIB.

Ada juga perhitungan tanggal kelahiran Yesus yang bertitik tolak dari Lukas 1:26. Jikalau Tahun Baru Yahudi (awal bulan Tisyri) jatuh pada sekitar awal Oktober, maka bulan keenam jatuh sekitar bulan Maret Apabila malaikat Gabriel datang kepada Maria pada akhir bulan keenam itu, maka akhir Desember (menurut kalender kita) adalah 9 bulan sesudahnya. Namun, menurut kalender Yahudi, bulan keenam juga dapat dihitung dari Paskah, sehingga kelahiran Yesus terjadi pada musim panas dan kandang di Betlehem sedang kosong karena domba-domba bisa bermalam di alam terbuka.

Terkait dengan ketidakpastian tanggal kelahiran Yesus seperti tersebut di atas maka gereja mula-mula menyepakati suatu rentang waktu untuk kelahiran Yesus Kristus, yaitu antara 25 Desember – 6 Januari.

SUB OKTAF NATAL adalah sebutan untuk Hari Minggu di antara 25 Desember dan 1 Januari. Sering kita sebut dengan Minggu I sesudah Hari Natal yang jatuh pada suatu tanggal sebelum ‘Oktaf Natal’. ‘Sub Oktaf berarti’ di bawah oktaf.

OKTAF NATAL adalah Hari ke-8 sesudah 25 Desember, yaitu tepat pada tanggal 1 Januari. Tanggal penting, bukan saja karena tanggal itu menandai dimulainya Tahun Baru, tetapi menurut kesaksian Alkitab bahwa merupakan tanggal pemberian nama ‘Yesus’ bagi bayi Yusuf dan Maria ketika Ia disunat satu minggu sesudah Ia lahir (Luk. 2:21). Karena itu, kita beribadah pada malam akhir Tahun Lama dan permulaan Tahun Baru, bukan hanya karena kita memahami bahwa Yesus Kristus yang telah lahir sebagai Matahari Kebenaran dan Terang Dunia itu yang telah menyertai kita mengahiri tahun yang lama dan akan memuntun kita memasuki tahun baru, sehingga kita akan berjalan dengan aman dan sejahtera sepanjang tahun, tetapi terlebih karena pemberian Nama ‘Yesus’ (Penyelamat), yang didalamnya kita diselamatkan.

Simbol Hari Natal, Sub Oktaf dan Oktaf Natal Minggu Natal adalah Palungan (kuning mas) tempat bayi Yesus diletakkan (bukan laba-laba) dan pelangi dengan warna dasar putih.

Warna dasar      : Putih

Lambang/Logo  : Palungan dan pelangi

Warna pelangi   : Merah, Kuning, Hijau

Palungan           : Kuning

Arti                    : Pelangi merupakan simbol dari kesetiaan dan cinta kasih Allah bagi seisi dunia.

Setelah peristiwa air bah yang menghancurkan bumi karena dosa manusia (Kej 9) maka Tuhan Allah menghadirkan pelangi sebagai tanda perjanjianNya dengan Nuh dan keturunannya (seluruh umat manusia) serta semua makhluk hidup lainya. Allah telah berjanji bahwa Ia tidak akan menghancurkan bumi ini lagi dengan air bah. Jadi, pelangi mengingatkan kita tentang kesungguhan Tuhan Allah untuk memenuhi dan menggenapi janji-janji-Nya. Dan hal itu, telah dipenuhi dan digenapi di dalam Yesus Kristus, yang lahir sebagai seorang bayi dan terbungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.

Jadi, pelangi dan palungan mau menjelaskan bahwa Tuhan Allah, dalam kasihNya yang tiada tara mau menjelma menjadi manusia dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya siapa yang percaya kepadaNya, tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16). Pelangi dan palungan juga mau menjelaskan tentang peebusan dan pembebasan yang sekaligus telah diberikan lewat kelahiran Anak Allah, yakni Yesus Kristus. Bahwa pembebasan dan penebusan tersebut diperuntukkan tidak saja bagi orang-orang pilihan, tetapi juga kepada semua orang, dan bahkan seluruh ciptaan.

Simbol ini berganti pada tanggal 6 Januari.


December 08 2017

MINGGU ADVENT

Adventus 

 

 

ADVENT (Lat. Adventus) artinya ‘kedatangan.’ Istilah ini dulu kala dipakai umum dalam Imperium Romawi untuk kedatangan kaisar yang dianggap sebagai dewa. Advent juga terkait dengan masa penantian Mesias oleh umat Israel dalam Perjanjian Lama. Berdasarkan latar belakang itu maka para pengikut Kristus memberi makna baru bagi ‘advent’ yakni untuk menyatakan kedatangan Tuhan Yesus. Bagi mereka bukan kaisar, melainkan Kristus sebagai  Raja dan Tuhan yang datang. Bahwa Mesias yang dinantikan oleh umat Israel sesungguhnya telah datang dalam diri Yesus. Dia sudah datang dan akan datang. Itu sebabnya, advent juga terkait erat dengan kedatangan Yesus Kristus pada akhir zaman.

Advent dirayakan selama 4 (empat) Minggu sebelum Natal. Karena itu, Minggu-minggu Advent merupakan masa persiapan bagi orang Kristen untuk menyambut kedatangan Yesus Kristus, dan kedatanganNya itu dipahami adalah pertama kali dalam bentuk bayi Yesus yang lahir di kandang Betlehem, yang dirayakan pada Hari Natal.

Simbol Minggu Advent, seperti terdapat pada kain mimbar dan stola GPIB, adalah Jangkar – Salib dengan warna dasar Ungu muda

Warna dasar : Ungu Muda

Lambang/Logo : Salib jangkar

Warna jangkar : kuning

Arti : Salib jangkar ini dipergunakan oleh orang Kristen mula-mula yang tinggal di Katakombe-katakombe. Sebenarnya lambang ini merupakan warisan dari bangsa Mesir kuno, namun di kemudian hari ia menjadi lambang universal yang menunjuk pada penderitaan KRISTUS. Di sini lambang salib jangkar hendak berkata-kata tentang pengharapan yang dimiliki oleh umat percaya di dalam penantian akan kedatangan KRISTUS kembali.

Simbol ini berganti pada pagi hari tanggal 25 Desember.


December 02 2017

BERSEKUTU DENGAN YESUS

B E R S E K U T U    D E N G A N    Y E S U S

Anak-Ku yang Kukasihi,

             Betapa sukacitanya Aku bersekutu denganmu! Aku menunggu engkau bangun setiap hari sehingga engkau dapat berbicara kepada-Ku. Anak-Ku, engkau tidak perlu berbicara secara formal dengan-Ku. Engkau tidak harus secara terus-menerus mengutip ayat-ayat Alkitab atau berbicara secara puitis.

               Tidak, yang perlu engkau lakukan adalah berbicara pada-Ku seperti engkau berbicara dengan temanmu, seperti engkau berbicara kepada bapamu dan ibumu.

                             Aku selalu siap mendengarmu. Adakah sesuatu yang mengganggumu? Katakan pada-Ku. Aku ingin menolong. Adakah sakit hati dalam hidupmu? Serahkan masalah itu kepada-Ku sekarang juga. Aku mampu menyembuhkan dan menghiburmu.

           

          Aku ingin engkau datang kepada-Ku dengan seluruh keperluanmu. Aku tidak pernah lelah mendengarmu, walaupun satu-satunya waktu engkau berbicara kepada-Ku saat engkau menceritakan masalahmu pada-Ku. Akan tetapi anak-Ku, pikirkanlah! Apakah ada sesuatu yang baik yang terjadi padamu akhir-akhir ini? Ceritakanlah pada-Ku. Aku bersedia dan mampu untuk menolongmu dengan berdiri bersamamu saat engkau membagikan luka hatimu dan kekecewaanmu, tetapi Aku juga menikmati saat engkau berbagi kesuksesanmu.

           

           Membuat-Ku begitu bahagia saat engkau datang pada-Ku untuk menceritakan kabar baik. Membuat hati-Ku senang saat Aku mengetahui bahwa engkau mau berbagi sesuatu yang baik dari kehidupanmu bersama-Ku.

             

              Kita adalah mitra dalam kehidupan kekristenan.

           

           Ketika engkau terluka, Aku terluka, ketika engkau bahagia, Aku menjadi bahagia. Datanglah anak-Ku. Jangan pernah merasa bahwa engkau tidak bisa datang kepada-Ku saat engkau membutuhkan pertolongan. Berlarilah kepada-Ku saat engkau dalam kesulitan, akan tetapi berlarilah juga kepada-Ku saat engkau bahagia dan berhasil.

            

           Datanglah selalu kepada-Ku dan ceritakan pada-Ku kabar baik dalam hidupmu. Hal ini tidak hanya memuliakan-Ku, tetapi juga menjadikan engkau memiliki kebiasaaan membagikan hal-hal yang baik, membicarakan kabar yang baik. Makin sering engkau melakukan hal ini makin berkuranglah hal-hal buruk terjadi dalam hidupmu dan hal-hal yang baik akan makin sering terjadi dalam hidupmu. Amati dan lihatlah bahwa hal ini akan terjadi!

Kasihmu, Tuhan.


Page 1 of 3

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •    Gereja Pusat I

    :   06:30 WIB

       Gereja Pusat II

    :   09:30 WIB

       Gereja Pusat III

    :   18:00 WIB

     

       IHM Nuansa Muda

     

    :   18:00 WIB

       Minggu ke 2 dan ke 4

     

       Setiap bulan.

     

     

       Pospel Sepolwan I

     

    :   07:00 WIB

       Pospel Sepolwan II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Pamulang I

     
     
    :   09:00 WIB

       Pospel Pamulang II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Hosana

     
     
    :   06:30 WIB

       Pelkat PA

     
    :   06:30 WIB
        09:30 WIB

       Pelkat PT

    :   08:00 WIB

     

     

    image6

    PEMBACAAN ALKITAB SEPEKAN

    Tanggal

    Pagi Malam

     18 Feb '18

    Kel 20 : 18-21 Kel 20 : 22-26
     19 Feb '18 Ayb 37 : 1-13

    Ayb 37 : 14-24

     20 Feb '18 1 Sam 7:10-12 1 Sam 7:13-14
    21 Feb '18 Yes 29 : 1-6 Yes 29 : 7-8
     22 Feb '18 Mzm 29 : 1-6 Mzm 29 : 7-11
     23 Feb '18

    Mzm 81 : 1-8

    Mzm 81: 9-17