OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • Slide1
ASAL USUL GEREJA BERBAKTI PADA HARI MINGGU

ASAL USUL GEREJA BERBAKTI PADA HARI MINGGU

Rate this item
(0 votes)

 

A S A L – U S U L   G E R E J A   B E R B A K T I   P A D A   H A R I   M I N G G U

 

 

         Apa perasaan Anda jika membaca titah keempat dari Dasa Titah? Ada yang merasa janggal. Karena di situ dikatakan, “Kuduskanlah hari Sabat”, padahal kita berbakti pada hari Minggu.

           Memang benar, hari kebaktian yang ditetapkan Dasa Titah adalah hari Sabat, yaitu hari ketujuh, atau yang sekarang ini disebut hari Sabtu. Gereja yang mula-mula pun berbakti pada hari Sabtu, meneruskan kelaziman itu. Tetapi kemudian Gereja mengalihkan kebaktiannya dari hari Sabtu ke hari Minggu. Kapan tepatnya perubahan itu terjadi, tidaklah kita ketahui. Namun agaknya tidak terlalu lama setelah kebangkitan Yesus. Di dalam Kisah Para Rasul 20:7 kita membaca “Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti…” Dan di 1 Korintus 16:2 Paulus menulis; “Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu…”

           Perubahan kebaktian dari hari Sabtu ke hari Minggu merupakan suatu keputusan yang drastis, mengingat bahwa Gereja pada waktu itu kebanyakan terdiri dari orang-orang Yahudi, yang ingin memegang terus tradisi Sabat. Tentunya ada alasan yang sangat kuat untuk mengubah hari kebaktian itu. Adapun dasarnya adalah karena mereka memandang kebangkitan Yesus sebagai peristiwa yang besar, sehingga mereka ingin merayakannya setiap Minggu. Karena Yesus dibangkitkan pada hari Minggu, mereka pun bersedia mengalihkan hari kebaktian menjadi hari Minggu.

           Pada akhir abad pertama, Gereja pun lazim menyebut “Hari Tuhan” sebagai sebutan untuk hari Minggu. Sebutan itu kita temui di dalam Wahyu 1:10. Kitab Wahyu itu ditulis di Asia Kecil, di mana ada kebiasaan pemujaan kepada kaisar, dan sebulan sekali ada “Hari Kaisar” untuk menghormati naiknya kaisar ke takhta. Lalu Gereja memakai sebutan “Hari Tuhan” untuk menyatakan penghormatan kepada Kristus yang naik atau bangkit dari kematian.

           Sebutan “Hari Minggu” dalam bahasa kita sebenarnya juga berarti “Hari Tuhan”, sebab kata “Minggu” berasal dari bahasa Portugis Dominggo yang berarti Hari Tuhan.

          Dalam kebudayaan Yunani, pada zaman itu hari Minggu pun sudah menjadi perayaan untuk menghormati dewa matahari. Mereka menyebut hari Minggu sebagai “Hari Matahari”. Tetapi Gereja memberi arti yang baru dengan mengatakan bahwa hari itu adalah hari penghormatan kepada “Matahari Kebenaran” (Mal. 4:2), yaitu Yesus Kristus. Dari sebutan itulah kini kita mengenal nama Sunday, Zondag, atau Sonntag.

 

           Apakah ketika itu hari Minggu sudah merupakan hari libur? Di banyak daerah – yang pasti di antara orang Yahudi – belum. Kalau begitu, bagaimana mereka bisa berbakti?

 

           Hal itu bisa terjadi karena hari dalam perhitungan Yahudi bukanlah seperti perhitungan kita, yaitu dari pukul dua belas malam hingga pukul dua belas malam, melainkan dari matahari terbenam hingga ke matahari terbenam keesokan harinya. Jadi rupanya kebaktian pada waktu itu diadakan pada hari Sabtu malam menurut perhitungan kita, yang bagi mereka sudah hari Minggu.

 

           Tetapi karena Gereja Purba terus merayakan hari Minggu sebagai hari kebaktian, lambat-laun kebiasaan itu makin diterima oleh masyarakat. Pada tahun 321, Kaisar Constantinus dengan undang-undang menetapkan hari Minggu sebagai hari libur di seluruh wilayah kekaisarannya.

 

           Dari ketetapan itu – yang kemudian menjadi universal - kini dunia mengenal hari Minggu sebagai hari libur. Tetapi bagi Gereja, asal-usul menjadikan hari Minggu sebagai hari kebaktian adalah karena hari itu adalah kebangkitan Tuhan, sehingga hari Minggu adalah Hari Tuhan, yaitu Hari milik Tuhan dan Hari untuk Tuhan.

 

 

Disadur dari Buku Selamat Paskah – Andar Ismail

Read 217 times Last modified on May 05 2018
More in this category: « K E S E L A M A T A N

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •    Gereja Pusat I

    :   06:30 WIB

       Gereja Pusat II

    :   09:30 WIB

       Gereja Pusat III

    :   18:00 WIB

     

       IHM Nuansa Muda

     

    :   18:00 WIB

       Minggu ke 2 dan ke 4

     

       Setiap bulan.

     

     

       Pospel Sepolwan I

     

    :   07:00 WIB

       Pospel Sepolwan II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Pamulang I

     
     
    :   09:00 WIB

       Pospel Pamulang II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Hosana

     
     
    :   06:30 WIB

       Pelkat PA

     
    :   06:30 WIB
        09:30 WIB

       Pelkat PT

    :   08:00 WIB