OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • Slide1
Published in Pembinaan December 02 2017
Rate this item
(0 votes)

B E R S E K U T U    D E N G A N    Y E S U S

Anak-Ku yang Kukasihi,

             Betapa sukacitanya Aku bersekutu denganmu! Aku menunggu engkau bangun setiap hari sehingga engkau dapat berbicara kepada-Ku. Anak-Ku, engkau tidak perlu berbicara secara formal dengan-Ku. Engkau tidak harus secara terus-menerus mengutip ayat-ayat Alkitab atau berbicara secara puitis.

               Tidak, yang perlu engkau lakukan adalah berbicara pada-Ku seperti engkau berbicara dengan temanmu, seperti engkau berbicara kepada bapamu dan ibumu.

                             Aku selalu siap mendengarmu. Adakah sesuatu yang mengganggumu? Katakan pada-Ku. Aku ingin menolong. Adakah sakit hati dalam hidupmu? Serahkan masalah itu kepada-Ku sekarang juga. Aku mampu menyembuhkan dan menghiburmu.

           

          Aku ingin engkau datang kepada-Ku dengan seluruh keperluanmu. Aku tidak pernah lelah mendengarmu, walaupun satu-satunya waktu engkau berbicara kepada-Ku saat engkau menceritakan masalahmu pada-Ku. Akan tetapi anak-Ku, pikirkanlah! Apakah ada sesuatu yang baik yang terjadi padamu akhir-akhir ini? Ceritakanlah pada-Ku. Aku bersedia dan mampu untuk menolongmu dengan berdiri bersamamu saat engkau membagikan luka hatimu dan kekecewaanmu, tetapi Aku juga menikmati saat engkau berbagi kesuksesanmu.

           

           Membuat-Ku begitu bahagia saat engkau datang pada-Ku untuk menceritakan kabar baik. Membuat hati-Ku senang saat Aku mengetahui bahwa engkau mau berbagi sesuatu yang baik dari kehidupanmu bersama-Ku.

             

              Kita adalah mitra dalam kehidupan kekristenan.

           

           Ketika engkau terluka, Aku terluka, ketika engkau bahagia, Aku menjadi bahagia. Datanglah anak-Ku. Jangan pernah merasa bahwa engkau tidak bisa datang kepada-Ku saat engkau membutuhkan pertolongan. Berlarilah kepada-Ku saat engkau dalam kesulitan, akan tetapi berlarilah juga kepada-Ku saat engkau bahagia dan berhasil.

            

           Datanglah selalu kepada-Ku dan ceritakan pada-Ku kabar baik dalam hidupmu. Hal ini tidak hanya memuliakan-Ku, tetapi juga menjadikan engkau memiliki kebiasaaan membagikan hal-hal yang baik, membicarakan kabar yang baik. Makin sering engkau melakukan hal ini makin berkuranglah hal-hal buruk terjadi dalam hidupmu dan hal-hal yang baik akan makin sering terjadi dalam hidupmu. Amati dan lihatlah bahwa hal ini akan terjadi!

Kasihmu, Tuhan.

Published in Pembinaan November 25 2017

B E R J A L A N    D A L A M    K A S I H

 

Yang Terkasih,

Kasih-Ku terus bertambah-tambah dalam dirimu. Engkau sering mengalami hal ini karena engkau telah menghancurkan penghalang yang membatasi diri-Ku denganmu. Damai dan sukacita yang akan engkau alami saat engkau menyerahkan dirimu pada-Ku akan sungguh-sungguh tak terkatakan, tetapi akan tampak oleh semua orang yang melihatmu dan mengenalmu.

Aku sedang mengatur dan mengendalikan segala sesuatu dalam kasih demi kebaikanmu. Hal yang paling penting yang harus engkau lakukan saat ini adalah tetap tinggal dalam kasih. Janganlah engkau melanggar Hukum Kasih.

Selama engkau tetap tinggal dalam kasih, selama engkau menjalani perjalanan penuh kasih dengan tiap anggota keluarga, dengan orang di tempatmu bekerja, dan dengan setiap orang yang engkau temui, ketakutan tidak akan datang, karena kasih yang sempurna menutupi semua rasa takut. Berjalan di dalam kasih menyebabkan berjalan bebas dari rasa takut.

Kasih adalah akar dari segala sesuatu yang kita perbuat. Hakikat dari segala sesuatu. Kasih bukanlah suatu pilihan. Kasih adalah perintah-Ku, dan mudah untuk mengasihi bila engkau ingat bahwa setiap orang yang engkau temui mungkin telah memiliki Aku di dalam diri mereka atau mereka berpotensi untuk memiliki Aku di dalam diri mereka.

Pikirkanlah hal ini setiap engkau bertemu dengan seseorang. Anggaplah bahwa engkau sedang bertemu muka dengan-Ku. Apa yang akan engkau katakana kepada-Ku? Bagaimana engkau akan memperlakukan Aku? Perlakukanlah mereka seperti engkau memperlakukan Aku, karena selama engkau melakukan sesuatu yang baik bagi yang terkecil dari saudara-Ku, engkau telah melakukannya untuk-Ku.

Ingatlah selalu bahwa berjalan di dalam kasih menempatkanmu dalam posisi sebagai pemberi, dan saat engkau memberi, engkau menempatkan dirimu pada posisi di mana Aku akan memberkatimu. Itulah keinginan-Ku, untuk memberkatimu. Jadilah berkat bagi setiap orang yang engkau temui, dan Aku akan memberkatimu secara berlimpah.

Untuk mendemonstrasikan kasih-Ku, Aku memintamu untuk menghampiri tahta anugerah-Ku dengan penuh keberanian. Aku tidak akan menolakmu. Aku akan memberimu kemampuan untuk berjalan dalam kasih.

Kasih-Ku padamu dinyatakan dalam suatu karya yang telah Aku kerjakan bagimu – penebusanmu. Kasih-Ku melupakan semua dosa, pelanggaran dan kejahatanmu. Aku rindu mengatakannya padamu betapa dalamnya dan betapa luasnya kasih-Ku. Aku telah mengasihimu dengan kasih yang tak berkesudahan. Oleh karena itu, dengan kasih setia-Ku Aku telah memanggilmu.

Karena Aku mengasihi, Aku rindu membawamu ke dalam keluarga-Ku saat ini juga.

Kasihmu, Tuhan

Published in Pembinaan November 11 2017

thanks god 2

 

 

H I T U N G     B E R K A T M U

 

Anak Ku Yang Terkasih,

 

             Sediakan waktu untuk menghitung berkatmu! Engkau memikirkan sesuatu yang tidak engkau miliki dan bukannya sesuatu yang engkau miliki. Kebutuhanmu akan selalu ada, karena sifat manusia adalah mengganti kebutuhan yang satu dengan lainnya begitu satu kebutuhan telah terpenuhi.

 

             Jangan biarkan perhatianmu tertuju pada kebutuhanmu, tetapi pikirkanlah Aku; karena begitu engkau menerima Anak-Ku engkau menerima pemberian yang paling berharga, karena Dialah jalan ke segala sesuatu yang Aku miliki. Dialah sumber segala sesuatu! Semua yang Dia miliki adalah milikmu! Harga yang harus dibayar dalam memenuhi kebutuhanmu adalah mencari Aku terlebih dahulu, dan kemudian semuanya akan ditambahkan kepadamu.

 

             Mulailah bersyukur kepada-Ku karena engkau telah memiliki benih kasih-Ku dalam dirimu, karena kasih-Ku akan membawamu pada kepenuhan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

 

             Mulailah bersyukur kepada-Ku karena engkau memiliki benih anugerah dan pengampunan-Ku dalam dirimu, karena benih tersebut akan meningkatkan sukacita dalam hidupmu.

 

             Mulailah bersyukur kepada-Ku untuk benih belas kasihan yang telah ditanamkan di dalam dirimu, karena benih ini akan membuka bagimu kepedulian yang baru.

 

             Mulailah bersyukur kepada-Ku untuk benih cahaya terang-Ku di dalam dirimu, karena itulah yang menjadikan engkau mercusuar harapan bagi dunia yang terhilang dan binasa.

 

             Mulailah bersukacita atas berkat-berkatmu, anak-Ku, berkat yang terbesar adalah bahwa Aku adalah Aku! Dan sadarilah bahwa Aku tidak akan gagal dalam memenuhi setiap kebutuhanmu.

 

             Aku tidak akan gagal karena Aku mengasihimu! Aku memanggilmu sebagai yang diberkati. Sebagaimana Aku demikian jugalah kamu! Jangan pernah mempunyai perasaan bahwa hidupmu tidak berarti, karena Aku yang besar tinggal dalam dirimu. Engkau begitu berharga bagi-Ku. Bahkan bila engkau satu-satunya orang di dunia ini, Anak-Ku tetap akan mati untuk menyelamatkanmu.

 

             Aku telah menciptakan setiap orang unik dan berbeda. Tidak seorang pun dapat mengambil tempatmu di dalam rencana awal-Ku. Engkau, ya, engkau diciptakan untuk memiliki bagian yang khusus!

 

             Tetaplah memandang ke tempat tujuan yang telah ditentukan. Tetaplah arahkan pandanganmu pada-Ku. Jangan pernah berbalik. Ingatlah, Aku selalu bersamamu, dan Aku akan membuat semua yang engkau sentuh menjadi berhasil. Engkau dan Aku adalah sebuah tim.

Kasihmu, Tuhan.

Published in Artikel November 04 2017

PESAN SYUKUR KE-69 TAHUN GPIB

 

Kita bersyukur kepada Tuhan selaku kepala dan dasar gereja yang telah menghantar ziarah panjang GPIB menempuh berbagai peristiwa iman yang kita alami bersama. Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat merayakan hari ulang tahunnya yang ke 69 bertepatan dengan perayaan 500 tahun reformasi gereja yang dirayakan oleh gereja-gereja Protestan  di seluruh dunia dalam rangka melaksanakan transformasi kehidupan menggereja. GPIB adalah gereja yang multikultur di Indonesia, karena itu kesadaran ini perlu dirawat secara kritis dan terbuka dengan tetap sedia belajar dari pengalaman sejarah dan perkembangan gereja dalam masyarakat yang makin sekuler untuk menemukan serta menetapkan identitas GPIB sebagai gereja yang mewarisi semangat reformasi dengan spirit: ecclesia reformata semper reformanda est (gereja reformasi adalah gereja yang siap terus menerus memperbaharui dirinya) dalam konteks yang terus berubah bahkan cenderung unpredictable saat ini. 


Gereja (baca GPIB) lahir dari rahim masyarakat, sehingga gereja tidak mungkin abai terhadap isu-isu yang berkembang dalam konteksnya, khususnya isu keIndonesiaan yang saat ini sedang dirongrong dengan politik identitas (identitas kesukuan, agama, ras) yang semakin menguat dan cenderung dipakai menjadi alat oleh sekelompok orang untuk mencapai kepentingan politik sesaat.  Setiap komunitas dipahami memroduksi kebudayannnya, menkonstruksi, kemudian mendekonstruksinya untuk menemukan kebudayaan yang ’baru’, maka isu serius  untuk GPIB saat ini adalah kebudayaan apakah yang kita gumuli dan kembangkan saat ini dan ke depan sebagai gereja yang hidup dalam konteks ke Indonesiaan di mana radikalisme, terorisme, kemiskinan, korupsi, kekerasan (khususnya terhadap anak dan perempuan) semakin menguat?  Kita sedang hidup pada era globalisasi, di mana setiap komunitas dan pribadi saling memengaruhi dan proses itu berlangsung cepat, dengan sistem nilai yang terus berubah. Di pusaran ini, GPIB terus mengarahkan warga yang adalah unit-unit misionernya bersama para presbiter serta masyarakat membentuk spiritualitas GPIB yang ugahari, spiritualitas yang mencukupkan dirinya terhadap realitas yang dihadapinya, spiritualitas kekristenan yang hidup dalam kesederhanaan. 

 

Lembaga-lembaga keumatan termasuk di dalamnya GPIB berada di abad IPTEK yang kemajuannya tak mungkin dibendung, telah terjadi lompatan paradigma yang tak terhindarkan, di mana pola hidup di abad globalisasi ini antara lain: hedonisme, konsumerisme, radikalisme,  individualisme, dan lain sebagainya telah menyeret gereja untuk berhadapan dengan dua ’medan’ sekaligus:  dirinya sendiri dan komunitas di luar dirinya. Karena itu majelis sinode GPIB mendorong warga gereja GPIB dan jemaat-jemaat di seluruh Indonesia harus membangun budaya baru dalam arus perubahan gaya hidup (life style) tersebut, budaya hidup ugahari adalah budaya hidup yang lahir dari rahim GPIB sebagai "rumah besar" dengan 324 jemaat dan berada di 26 mupel yang tersebar di wilayah Indonesia yang multikultur. 

 

Enam puluh sembilan tahun perjalanan GPIB seyogianya menghantar kita untuk terus bertanya apa peran aktif gereja bagi kemaslahatan hidup masyarakat Indonesia. Dalam terang tema tahun 2017-2018 : "mengaryakan pelayanan dan kesaksian demi menghadirkan kebebasan, keadilan, kebenaran dan kesejahteraan bagi sesama dan alam semesta", GPIB bersama dengan seluruh anak bangsa menjadikan pelayanan dan kesaksiannya kekuatan dalam membebaskan mereka yang miskin dan tertindas, bersama dengan semua anak dari rahim Indonesia membangun semangat hidup yang adil terhadap semua. GPIB telah memulai dan sedang bekerja dengan sungguh-sungguh merekonstruksi teologi misinya melalui studi dan konsultasi teologi yang telah dan sementara berlangsung di sentra-sentra wilayah pelayanan GPIB, sebuah gerak misi yang transformatif bersama dan di dalam masyarakat. Teologi sebagai roh gereja mendorong perubahan secara sistemik dan utuh dalam konteks Indonesia. Teologi sebagai roh gereja yang direkonstruksi akan membawa perubahan pada bidang pelayanan dan kesaksian, hubungan gereja dan masyarakat serta hubungan agama2, penguatan peran keluarga, pembangunan ekonomi gereja dan informasi, komunikasi dan penelitian serta pengembangan. 


Menghadapi tantangan global, GPIB menyadari penguatan pilar keluarga sebagai basis pembinaan jemaat-jemaat perlu ditingkatkan. Keluarga-keluarga harus disiapkan sebagai garda terdepan pembinaan mental dan iman serta karakter agar tidak tergerus arus globalisasi dengan segenap dampaknya. Selain keluarga, pola pembinaan umat melalui pelayanan anak, teruna, pemuda dan katekisasi perlu terus dipikirkan model dan metodenya sehingga dapat menjadi kader-kader gereja dan bangsa yang diandalkan. Hal terpenting lainnya adalah gereja mesti hadir bukan sebaliknya memunggungi pergumulan dan penderitaan masyarakat dan  warga jemaatnya. Kehadiran gereja mewartakan misi harus ditampakkan dalam zona pergumulan masyarakat dan jemaat-jemaat, di kantor, di pabrik, di kebun, di laut, dan di jalanan. Gereja harus hadir dengan dan bersama umat menghadapi perdagangan manusia, ilegal loging, ilegal fishing, ancaman kerusakan ekologi, arus pengungsi, hak asasi manusia, diskriminasi gender, kekerasan terhadap anak dan perempuan serta pembonsaian hak-hak demokrasi umat. 


Terkait dengan kesaksian gereja bagi konteks Indonesia, nampaknya GPIB telah dan terus berupaya menjadi gereja yang bukan saja menuntut orang lain untuk bersikap terbuka, tetapi gereja perlu melihat diri dan teologi yang dibangunnya selama ini apakah memang sudah cukup terbuka untuk menerima dan menganggap orang lain sebagai sahabat yang dibutuhkan untuk perjumpaan tersebut, sebuah perjumpaan yang dirayakan. Kesadaran bahwa Misi gereja tidak akan berhasil dengan baik sebagai kesaksian tentang kemurahan dan kasih karunia Allah bila gereja tidak secara sadar membuka diri untuk memasuki tahapan selanjutnya yaitu misi sebagai perjumpaan dengan sesama ciptaan untuk saling menerima. GPIB di usianya yang ke 69 tahun mengemban misi menjadi saksi bagi kesembuhan dunia dan itu berarti gereja harus merelakan diri untuk membuka sekat yang dibangun melalui bahasa-bahasa teologis dan agama, menjadi bahasa yang lebih terbuka dan menerima yang lain. 


Selanjutnya GPIB harus mengarahkan dirinya pada misi yang berkarakter konvivial yaitu kesadaran hidup bersama dengan yang lain yang dicirikan dengan “belajar bersama, bekerja bersama, dan merayakan bersama.” maka perlu ada keberanian GPIB  untuk mendengarkan sejarah itu disampaikan oleh yang lain yang melihatnya (gereja) selama ini dalam interaksi bersama. Sejarah 69 tahun menggereja di Indonesia bukan sekadar bagaimana merumuskannya untuk kepentingan internal gereja atau kepentingan kita sendiri, melainkan dituliskan dan dirumuskan dengan membuka partisipasi dan intervensi orang lain untuk merumuskan identitas dan sejarah kita. Keterbukaan GPIB secara sinodal dan 324  jemaat di usia 69 tahun semacam ini dinantikan oleh orang lain yang juga perlu mendengar berita kesaksian kita. Hambatan misi GPIB di banyak tempat selain munculnya  kelompok-kelompok radikal yang mempolitisasi agama adalah masalah keterbatasan komunikasi yang tidak relevan dengan konteks dan kebutuhan Indonesia sebagai negara dan bangsa multikultur yang membutuhkan inisiatif dan contoh. Misi GPIB di negeri ini dilakukan bukan sekadar melalui khotbah2 yang baik, tetapi khotbah2 yang dipraktikkan dalam rumah bersama Indonesia. 

 

Merayakan ulang tahun sama dengan merayakan ziarah menuju Sang Hidup, mari terus mereformasi model misi dan teologi menyongsong perjalanan di usia yang baru. Dirgayahu GPIB, Dirgahayu Protestantisme. Terus menjadi gereja yang menjadi sahabat bagi semua dan bersama semua, agar khotbah-khotbah kita yang dipraktikkan menjadi surat-surat Kristus yang terbuka bagi sesama ciptaan. 

Salam sejahtera bagi semua.

 

MAJELIS SINODE GPIB

 

Ketua Umum               :  Pdt. Paulus Kariso Rumambi

Ketua I                         :  Pdt. Marthen Leiwakabessy

Ketua II                        :  Pdt. Melkisedek Puimera

Ketua III                       :  Pdt. Maureen Suzanne Rumeser-Thomas

Ketua IV                       :  Pen. Adrie Petrus Hendrik Nelwan

Ketua V                        :  Pen. Mangara Saib Oloan Pangaribuan

Sekretaris Umum         :  Pdt. Jacoba Marlene Joseph

SekretarisI                   :  Pdt. Elly Dominggas Pitoy-de Bell

Sekretaris II                 :  Pen. Sheila Aryani Salomo

Bendahara                 :  Pen. Ronny Hendrik Wayong                                                                        Bendahara I                 :  Pen. Eddy Maulana Soei Ndoen

 

 

Published in Pembinaan November 04 2017
Rate this item
(0 votes)

RENCANA TUHAN YANG TERBAIK BAGIMU

 

Yang Kukasihi,

 

             Setiap kali engkau berdoa, pujilah nama-Ku yang Kudus. Bersyukurlah pada-Ku untuk segala sesuatu dalam kehidupanmu. Pujilah Aku dalam saat-saat yang baik. Pujilah Aku dalam saat-saat yang buruk. Berdoalah dengan konsisten. Berdoalah tanpa henti-hentinya.

 

             Arahkanlah pandanganmu pada-Ku. Jangan pernah menyerah dalam keputusasaan karena jalan menuju diri-Ku kadang-kadang berbatu. Aku selalu bersamamu untuk menguatkanmu.

 

             Sebagian anak-anak-Ku menjalani jalan yang pendek dan lancar untuk datang kepada-Ku, sebagian lagi menjalani jalan yang pendek dan berbatu. Yang lainnya menjalani jalan yang panjang sekali dan jalan yang penuh masalah. Tidak menjadi masalah bagaimana engkau tiba, atau berapa lama engkau menjalaninya, karena yang terpenting adalah engkau sampai kepada-Ku, dan menemukan kelegaan yang telah Kusediakan bagimu.

 

             Tangan-Ku terbuka lebar untuk menyambut dan merangkulmu. Aku akan melindungimu. Tidak ada yang dapat melukaimu ketika engkau berada di pangkuan-Ku!

 

             Sekarang, datanglah pada-Ku seperti anak kecil. Katakan pada-Ku semua yang akan engkau capai kemudian serahkan semua keinginanmu itu kepada-Ku. Berikan beban masa depanmu pada-Ku. Maka engkau akan terbebas karena pikiranmu tidak lagi dipenuhi dengan kebingungan dan pertimbangan.

 

             Tanyakan apa yang Aku inginkan engkau lakukan pada saat ini dalam hidupmu. Jika engkau perlu hikmat minta sajalah. Engkau telah mendapatkan pengetahuan bagi dirimu sendiri, dan itu yang memang seharusnya terjadi. Aku tidak secara otomatis memberikan pengetahuan di dalam benak anak-anak-Ku. Aku telah memberikan setiap orang akal budi untuk mendapatkan pengetahuan melalui usahanya sendiri, akan tetapi tidak peduli berapa banyaknya engkau belajar dan mencari dan berusaha, hikmat tidak akan diberikan kepadamu melalui usahamu sendiri. Engkau harus meminta hikmat pada-Ku. Mintalah dan Aku akan memberikan padamu.

 

             Engkau tidak akan menyibukkan dirimu dengan urusan duniawi. Dalam melaksanakan tugas panggilan-Ku tentu engkau tidak akan tergoda untuk melakukan sesuatu yang baik, tetapi bukan merupakan prioritas pertama-Ku bagimu saat ini dalam hidupmu.

 

             Anak-Ku, engkau harus mencari-Ku dan mencari tahu rencana besar-Ku bagimu. Jangalah tertipu dengan sekedar melakukan sesuatu yang baik di dalam nama-Ku jika pekerjaan ini mencegahmu melakukan sesuatu yang terbaik  dalam nama-Ku.

 

             Ketika engkau memikirkan Aku, ketika engkau mengikuti-Ku, maka hidupmu akan menjadi tenang. Ingatlah, ada sungai kehidupan mengalir keluar dari dirimu. Lepaskanlah dan engkau akan menjadi penuh!

 

             Aku mengasihimu. Aku mengasihimu dengan kasih yang kekal yang tiada batasnya.

Kasihmu, Tuhan.

Page 2 of 5

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •    Gereja Pusat I

    :   06:30 WIB

       Gereja Pusat II

    :   09:30 WIB

       Gereja Pusat III

    :   18:00 WIB

     

       IHM Nuansa Muda

     

    :   18:00 WIB

       Minggu ke 2 dan ke 4

     

       Setiap bulan.

     

     

       Pospel Sepolwan I

     

    :   07:00 WIB

       Pospel Sepolwan II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Pamulang I

     
     
    :   09:00 WIB

       Pospel Pamulang II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Hosana

     
     
    :   06:30 WIB

       Pelkat PA

     
    :   06:30 WIB
        09:30 WIB

       Pelkat PT

    :   08:00 WIB

     

     

    image6

    PEMBACAAN ALKITAB SEPEKAN

    Tanggal

    Pagi Malam
     12 Jan '18 Dan 10 : 1-9 Dan 10 : 10-14
     13 Jan '18 Dan 10:15 - 11:1

    Dan 11 : 2-9

     14 Jan '18 Dan 11 : 10-9 Dan 11 : 20-28
     15 Jan '18 Dan 11 : 29-39 Dan 11 : 40-45
     16 Jan '18 Dan 12 : 1-7 Dan 12 : 8-13
     17 Jan '18

    Yes 11 : 1-5

    Yes 11 : 6-10