OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • Slide1

MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA

SELASA,  25 SEPTEMBER 2018

  

RENUNGAN PAGI

GB.70 : 1 "Kendati Tersembunyi Jalanku"– Berdoa

 

HUKUM YANG MEMERDEKAKAN

Yakobus 1 : 22-25

"Tetapi barang siapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya" (ay.25)

Menyambut Firman Tuhan dengan hati dan tangan yang terbuka, melaksanakan dan mengimplementasi Hukum Tuhan, akan mempersempit ruang gerak kehidupan. Banyak sekali kesempatan-kesempatan untuk maju dan berkembang dikekang atau dibendung. Banyak kenikmatan-kenikmatan hidup dan kemudahan yang harus dikorbankan. Banyak fasilitas yang harus disingkirkan. Lebih banyak rugi ketimbang untung. Hukum Tuhan penuh dengan kata jangan... dan jangan... itulah kesan umum banyak orang sehingga mereka menjauhi kehidupan yang bernafaskan iman kristiani.

Apakah benar Hukum dan kemerdekaan bertentangan atau bertolak belakang sehingga tidak bisa kompromi? Hukum mengekang dan membatasi sementara kemerdekaan membuka semua pintu yang terkunci, melepaskan semua yang terkurung. Kemerdekaan memberikan tiket kepada manusia untuk melakukan semua yang disenangi. Tetapi yang perlu diperhatikan ialah ketika manusia bebas dan mampu melaksanakan apa saja yang ia kehendaki, maka di saat seperti itu, ia telah mengundang dan membuka pintu bagi persoalan di dalam hidupnya. 

Kemerdekaan tidak menegasikan Hukum Tuhan dan Hukum Tuhan tidak menegaskan kemerdekaan sebab Hukum Tuhan adalah Hukum yang memerdekakan. Hukum tidak membatasi dan mengekang kehidupan tetapi mengarahkan kehidupan ketika kemerdekaan telah dicapai. Seringkali kebebasan lepas kendali tidak tahu ke mana ia harus pergi, kemerdekaan yang kehilangan arah. Di saat seperti itulah Hukum Tuhan dibutuhkan. Orang yang melakukan Hukum Tuhan bukan orang yang dikendalikan dan diatur oleh hukum, tetapi orang yang menemukan kebenaran bahwa di dalam ketaatan dan pelayanan terhadap hukum Tuhan, ia menemukan kemerdekaan yang sebenarnya. Melaksanakan hukum Tuhan tidak dirasakan sebagai beban, tetapi dilakukan dengan sukacita, bukan dengan terpaksa tetapi dengan rela.

 

GB.70 : 2,3 "Kendati Tersembunyi Jalanku"- Berdoa

Doa : (Tolong kami Bapa, agar Hukum-hukum-Mu tidak kami rasakan sebagai beban, tetapi mendatangkan sukacita dan memandu kami dalam perjalanan kehidupan) 

C.H.M/Iph

MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA

SABTU,  22 SEPTEMBER 2018

  

RENUNGAN MALAM

GB.39 : 1 "Bukan Kar'na Upahmu"– Berdoa

 

PEMBERIANMU BUKAN PENYELESAIAN

Mikha 6 : 6-8

"... apakah yang dituntut TUHAN dari padamu : selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" (ay.8)

 

Seorang pengendara sepeda motor secara tidak sengaha menabrak seekor ayam. Pengendara itu berhenti untuk mempertanggung-jawabkannya. Setelah berbicara sebentar dengan si pemilik ayam tersebut, maka pengendara sepeda motor itu mengeluarkan selembar uang berwarna biru untuk mengganti ayam yang tertabrak itu. Masalahnya sudah selesai. Yang tidak diketahui pengendara itu adalah anak pemilik ayan yang masih berumur lima tahun itu mengamuk, karena ayam kesayangannya sudah tidak ada lagi. Sampai malam anak itu masih menangisi 'sahabat'nya. Bapak ibunya berpikir untuk membelikan mainan yang diinginkannya yang harganya selembar uang merah.

Kadang-kadang kita berpikir bahwa uang dapat menyelesaikan masalah. Kalaupun tidak cukup dengan uang, masih ada pemberian-pemberian lain yang dapat membantu menyelesaikan masalah. Pola berpikir demikian dimiliki oleh umat Israel. Mereka mengira, persembahan yang diberikan kepada Tuhan dapat menyelesaikan masalah. Jika demikian, alangkah mudahnya menyelesaikan persoalan manusia dengan Tuhan. Cukup dibayar dengan lembaran uang berwarna abu-abu sampai dengan warna merah. Mungkin, cukup dengan memberikan persembahan perangkat yang diperlukan dalam ibadah. Persoalannya adalah bagaimana jika kesalahan itu sangat besar? Apakah persembahan yang melebihi batas kemampuan mereka dapat menyelesaikan masalah?

Tuhan Allah bukan seorang anak kecil yang kadang-kadang bisa dibujuk dengan pemberian. Dalam pemberitaan nabi-nabi, setiap kesalahan yang dilakukan oleh umat-Nya dan juga bangsa-bangsa di sekitarnya akan berlanjut dengan Penghukuman. Pemikiran bahwa memberikan sesuatu dapat menyelesaikan masalah dan kesalahan adalah pemikiran yang dilandasi dengan kesombongan. Ini pemikiran yang sama dengan anggapan bahwa uang dapat membeli segalanya. Berlawanan dengan pemikiran tersebut, justru Tuhan Allah menghendaki kerendahan hati. Dalam kerendahan hati ada kesediaan untuk bertanggung jawab dan kemampuan menjalani tanggung jawab itu.

GB.39 : 2 "Bukan Kar'na Upahmu"- Berdoa

Doa : (Tuhan, tuntun kami untuk mengedepankan kerendahan hati dan kesediaan dalam bertanggung jawab menurut kehendak-Mu) 

L.R.J.K/jm

MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA

SABTU,  22 SEPTEMBER 2018

  

RENUNGAN PAGI

GB.9 : 1,4 "Pujilah Tuhan Hai Jiwaku"– Berdoa

 

TAHU BERTERIMAKASIH

Mikha 6 : 1-5

"Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu?" (ay.3)

 

Ketika Daniel Washington menerima piala Oscar pada tahun 2002 untuk peran terbaiknya, perkataan awalnya adalah "God is good. God is great. God is great..." Setelah itu ia mengucapkan terima kasih kepada rekan kerja, sahabat dan keluarganya. Kalau bangsa Israel dalam pandangan Nabi Mikha, berbeda.

Tuhan membuka ruang pengadilan bagi bangsa Israel; menyilakan bangsa Israel menyampaikan gugatannya pada Tuhan. Demikian juga Tuhan menyampaikan gugatan-Nya atas Israel, Gunung dan bukit berperan sebagai saksi yang telah melihat perbuatan Tuhan. Ruang pengadilan ini dibuka, karena sikap bimbang bangsa Israel kepada Tuhan.

Dalam pandangan Tuhan, bangsa Israel merasa tidak puas dengan tindakan Tuhan; "Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu?" Tuhan meminta bangsa Israel menunjukkan kesalahan-Nya, sehingga mereka berpaling dari Tuhan. Padahal selama ini Tuhan memegang perjanjian yang telah dibuat-Nya; Tuhan adalah Allah bagi Israel dan Israel adalah umat-Nya. Tindakan Tuhan mulai dari peristiwa pembebasan dari Mesir, pengutusan Musa, berkat dari Bileam, hingga peristiwa Penghukuman di Sitim adalah wujud penggenapan perjanjian-Nya. Seharusnya bangsa Israel mengingat bahwa penghukuman di Sitim disebabkan oleh ketertarikan bangsa Israel pada Baal Peor. Saat itu ada 24.000 orang yang terkena tulah dari Tuhan.

Ada banyak orang yang tidak melihat bahkan tidak mengakui peran serta orang lain dalam keberhasilan hidupnya. Bukannya berterima kasih penuh syukur, malah menganggap semua keberhasilan adalah usahanya. Bahkan, tidak sedikit orang yang melupakan Tuhan ketika bersukacita atas keberhasilannya. Sisi keangkuhan terlihat ketika seseorang melupakan peranan baik Tuhan, maupun sesamanya dalam mencapai keberhasilan. Hidup harus dipenuhi terima kasih dan syukur kepada sesama dan terlebih lagi kepada Tuhan.

 

GB.373 : "Mazmur 103"- Berdoa

Doa : (Tuhan, ingatkan kami untuk selalu bersyukur dalam hidup ini dan tidak melupakan segenap tindakan kasih-Mu pada kami) 

L.R.J.K/jm

MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA

JUMAT,  21 SEPTEMBER 2018

  

RENUNGAN MALAM

GB.126 : 1 "Damai Sejahtera"– Berdoa

DARI KEANGKUHAN MENUJU KEKEJAMAN

Obaja 1 : 8-16

"Janganlah memandang rendah saudaramu, pada hari kemalangannya... " (ay.12)

Perjalanan dari gereja Pancaran Kasih di desa Bangunsari, Pesawaran ke gereja Zebaoth di desa Bangun Rejo, Lampung Tengah dapat ditempuh dengan 2 cara: melalui jalan raya atau melewati jalan perkebunan sawit. Sebenarnya, lebih dekat melewati perkebunan sawit. Masalahnya, pada saat itu perkebunan-perkebunan sawit yang sepi adalah tempat ideal bagi para begal sepeda motor melaksanakan aksi perampasan. Sudah dua pendeta perempuan GPIB yang merasakan aksi begal di perkebunan sawit itu. Yang satu, karena diancam senjata, memilih menyerahkan kendaraan bermotornya, dan yang satu lagi, kejar-kejaran yang 'heroik' dengan begal dan selamat.

Perampasan milik orang lain adalah tindakan yang kejam. Namun, Edom bukan saja merampas milik orang lain, tapi juga merampas milik korban perang. Penyerbuan Babel ke Yerusalem mengakibatkan kehancuran total dan penjarahan. Bait Allah pun turut dijarah dan dihancurkan. Banyak orang Yehuda yang mengungsi. Edom mengambil kesempatan. Barang-barang para pengungsi dari Yehuda dijarah oleh orang Edom. Tidak hanya itu, para pengungsi ditangkap dan dijual sebagai budak.

Nabi Obaja menyampaikan kemarahan Tuhan atas tindakan Edom. Ketika Yehuda mengalami kesusahan, Edom justru bersenang-senang atas kesusahan Yehuda, musuhnya. Mereka tidak lagi memperhitungan ada kaitan satu keturunan mereka dengan Yehuda, sama-sama berasal dari Abraham dan Ishak. Akibatnya, Tuhan menghukum mereka lebih dari kejahatan mereka.

Banyak orang merasa senang ketika musuhnya jatuh. Tidak sedikit yang berpikiran, bila perlu, kesusahannya dibuat tambah susah lagi. Sikap dan pikiran ini adalah bentuk keangkuhan yang kejam. Keangkuhan muncul karena melihat orang lain lebih lemah. Namun jika kelemahan itu adalah kemalangan dan penderitaan, maka keangkuhan itu telah berkembang menjadi kekejaman.

 

GB.126 : 2 "Damai Sejahtera"- Berdoa

Doa : (Tuhan, ajarkan kami memiliki kepekaan terhadap kemalangan dan penderitaan di sekitar kami) 

L.R.J.K/jm

MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA

JUMAT,  21 SEPTEMBER 2018

  

RENUNGAN PAGI

GB.122 "Bagimu Damai Sejahtera"– Berdoa

 

MEMBAWA DAMAI, BUKAN KEANGKUHAN

Obaja 1 : 1-7

"Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau..." (ay.3)

 

Pada tahun 1981 Perserikatan Bangsa-bangsa mengumumkan peringatan Hari Perdamaian Sedunia yang dilaksanakan pada hari Selasa ketiga di bulan September. Hari Perdamaian dimaksudkan untuk "memperkuat cita-cita perdamaian dan mengurangi ketegangan dan sebab konflik..." Ketegangan hubungan dan konflik dalam masyarakat seringkali disebabkan oleh sikap meremehkan. Beberapa peperangan besar terjadi karena keinginan menguasai dan sikap memandang rendah pihak lain.

Hubungan Edom dan Israel tidak harmonis; Edom musuh Israel. Ketidak-harmonisan bisa ditelusuri hingga ke cerita tentang Esau (Edom) dan Yakub (Israel). Pada satu kesempatan, karena lapar dan haus, Esau memandang rendah hak kesulungannya. Padahal itu adalah hak untuk meneruskan janji Tuhan tentang keturunan, tanah dan berkat yang telah dijanjikan kepada Abraham dan Ishak. Kelak Esau merasakan sendiri, di mana Yakub memperoleh berkat yang telah dipandangnya rendah itu.

Ketika Babel menyerang Yehuda, bisa dimengerti Edom malah bersorak-sorak. Bahkan mereka merampas tanah dan harta benda serta menawan para pengungsi dari Yehuda untuk diserahkan ke Babel. Ini adalah kejahatan Edom.

Bangsa Edom bukan bangsa yang besar. Kejayaannya pun tidak sesemarak bangsa-bangsa di sekitarnya. Namun, mereka bersikap angkuh. Mereka berpikir bahwa musuh tidak akan menghancurkan mereka, karena mereka memiliki kota-kota berbenteng yang dibangun di gunung-gunung. Namun, Tuhan menetapkan penghukuman bagi Edom. Mereka akan dihancurkan.

Penghukuman pun akan diterima oleh setiap orang yang berpikir seperti Edom; bukannya mengandalkan Tuhan dan membangun persekutuan yang indah, malah mengandalkan diri sendiri dan bersikap merendahkan pihak lain.

Pada tahun 2001 PBB mengumumkan bahwa tanggal 21 September setiap tahun diperingati sebagai Hari Perdamaian Sedunia. 

Marilah membawa damai, bukan keangkuhan dan sikap meremehkan...

 

GB.370 "Damai Tuhan"- Berdoa

Doa : (Tuhan, bimbinglah kami untuk menjadi pembawa damai) 

L.R.J.K/jm

Page 2 of 19

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •    Gereja Pusat I

    :   06:30 WIB

       Gereja Pusat II

    :   09:30 WIB

       Gereja Pusat III

    :   18:00 WIB

     

       IHM Nuansa Muda

     

    :   18:00 WIB

       Minggu ke 2 dan ke 4

     

       Setiap bulan.

     

     

       Pospel Sepolwan I

     

    :   07:00 WIB

       Pospel Sepolwan II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Pamulang I

     
     
    :   09:00 WIB

       Pospel Pamulang II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Hosana

     
     
    :   06:30 WIB

       Pelkat PA

     
    :   06:30 WIB
        09:30 WIB

       Pelkat PT

    :   08:00 WIB