OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • PHMJ GPIB KARUNIA CIPUTAT 2017-2020
  • Kalender GPIB Karunia 2019
  • Slide1

MINGGU I SESUDAH EPIFANIA

SELASA, 15 JANUARI 2019

Renungan Pagi

 

KJ.342 : 1 "Keluar Dari Kaum"–Berdoa

 

GEREJA YANG MELAKSANAKAN FUNGSI MENGAJAR

1 Korintus 14: 18 – 19

Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh (ay.19)

 

Paulus belum berhenti menyampaikan kritikan kepada jemaat Korintus yang suka membanggakan karunia berbahasa roh dalam pertemuan jemaat dan ibadah. Di ayat 18, Paulus mengatakan bahwa ia juga mendapat karunia berbahasa roh. Bahkan ia mengklaim bahwa ia bisa berbahasa roh Iebih baik daripada jemaat Korintus. Namun demikian la tidak pernah membanggakan diri atas karunia berbahasa roh yang dikaruniakan kepadanya. Dengan kerendahan hati ia justru mengatakan bahwa dalam pertemuan jemaat ia lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain, daripada ribuan kata dalam bahasa roh. Kata “mengajar" di sini diterjemahkan dari kata Yunani : katekheo. Kata Katekheo di ayat 19 berarti mengajar berulang-ulang di telinga tentang kehidupan dan pengajaran Yesus dan juga Firman yang diajar akhirnya bisa menerima dan mengerti.

Firman Tuhan hari ini menyadarkan kita bahwa Gereja sebagai persekutuan orang percaya, tidak boleh mengabaikan. apalagi melupakan fungsi mengajar. Fungsi mengajar bisa dilakukan melalui keseluruhan tugas panggilan dan pengutusan Gereja. yaitu melalui kegiatan persekutuan. pelayanan dan kesaksian. Fungsi itu harus terus menerus dilakukan oleh Gereja secara berkesinambungan dari generasi ke ganerasi dengan melibatkan seluruh warga gereja, baik dalam kehidupan keluarga, maupun persekutuan jemaat.

Tujuan akhirnya jelas, yaitu : warga jemaat diperlengkapi sehingga mengalami perubahan dan pertumbuhan untuk mencapai kedewasaan penuh dalam Kristus. dan bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus (Efesus 4 : 11-16). Secara khusus sebagai orangtua. kita diingatkan bahwa di tengah kesibukan kita. mari kita menyediakan waktu untuk mengajar anak-anak kita tentang karya keselamatan Allah dalam Yesus. sehingga mereka mengasihi Yesus Kristus di sepanjang hidup mereka.

 

KJ. 342 : 3 "Keluar Dari Kaum"

Doa : (Ya Yesus Kristus, Guru yang Agung, sebagaimana Engkau telah mengajar kami, biarlah kiranya hidup kami juga Engkau pakai untuk membina dan mengajar jemaat-Mu untuk melakukan Firman dan kehendak-Mu)

Y.I/SGRS

HARI MINGGU I SESUDAH EPIFANIA

MINGGU, 13 JANUARI 2019

Renungan Malam

 

KJ. 58 : 1 "Mahakasih Yang Ilahi" –Berdoa

 

SEMANGAT MEMBERITAKAN FIRMAN TUHAN DENGAN KATA DAN BAHASA YANG JELAS

1 Korintus 14 : 6 – 9

Jadi saudara-saudara. jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu. jika aku tidak manyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran? (ay.6)

Dalam pembacaan Alkitab malam ini. Paulus semakin mempertegas apa yang sudah dikatakan di ayat-ayat sebelumnya, bahwa karunia berbahasa roh bukanlah karunia yang paling utama. Untuk menegaskan hal itu ia mengajukan pertanyaan retoris kepada jemaat Korintus (ayat 6). Melalui pertanyaan retoris tersebut. Paulus sebenarnya mau menekankan bahwa bahasa roh yang digunakan dalam pertemuan jemaat dan ibadah menjadi tidak berguna, jlka orang lain yang hadir dalam ibadah tersebut tidak mengerti artinya. Guna memperjelas hal itu, Paulus menggunakan analogi (kiasan) tentang alat musik (seruling. kecapi) dan nafiri. la mengatakan bahwa alat-alat musik dan nafiri menjadi tidak berguna, jlka tidak mengeluarkan bunyi yang jelas.

Sejalan dengan itu. ia mengingatkan bahwa karunia berbahasa roh yang digunakan dalam lbadah menjadi tidak berguna. jika dalam pertemuan ibadah tersebut tidak disampaikan penyataan Allah, pengetahuan, nubuat, dan pengajaran. Paulus menekankan pentingnya semangat memberitakan Firman Tuhan dengan kata dan bahasa yang jelas dan dipahami agar Jemaat dibangun.

Malam ini. Firman Tuhan mengingatkan kepada kita tentang pentingnya memberitakan Firman Allah dengan mengunakan kata dan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti. Secara khusus sebagai orangtua. mari kita merenung apakah kita telah memberlakukan Frrman Allah kepada anak-anak kita dengan menggunakan kata dan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti. Jika anak-anak kita mendengarkan. mengerti dan menghayati Firman Allah maka mereka akan mengenal dan mengasihi Kristus. Tidak hanya itu, kehidupan mereka berakar. bertumbuh den berbuah di dalam Kristus.

 

KJ 432 : 1,3 "Jika Padaku Ditanyakan"

Doa : (Ya, Tuhan pakailah diriku untuk menyampaikan karya keselamatan-Mu dengan kata dan bahasa yang jelas sehingga orang yang mendengarkan dikuatkan, bahkan dibangun dalam iman)

Y.I/SGRS

HARI MINGGU I SESUDAH EPIFANIA

MINGGU, 13 JANUARI 2019

Renungan Pagi

 

KJ 57 : 1,3 "Yesus Lihat Umat-Mu" - Berdoa

 

SEMANGAT UNTUK MEMBANGUN JEMAAT KRISTUS

1 Korintus 14 : 1-5

"Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia roh, terutama karunia untuk bernubuat” (ay.1).

Ada sebagian orang Kristen yang berpendapat bahwa karunia berbahasa roh (glossolalia=bahasa lidah) adalah karunia rohani utama yang dianugerahkan Roh Kudus bagi orang percaya. Karunia berbahasa roh dianggap sebagai tanda bahwa kehidupan seorang Kristen dikuasai Roh Kudus, sehingga orang yang bisa berbahasa roh dianggap sebagai orang Kristen sejati. Sedangkan yang tidak bisa berbahasa roh dianggap bukan orang Kristen sejati. Pendapat seperti itu tentu saja keliru. Karunia berbahasa roh memang adalah salah satu karunia rohani yang dianugerahkan Tuhan bagi orang percaya (1 Kor.12:8) namun demikian, karunia berbahasa roh tidak boleh dianggap sebagai karunia rohani yang paling utama.

Di ayat 1, rasul Paulus menekankan dua karunia rohani yang justru harus diusahakan dan dikejar oleh jemaat di Korintus, yaitu: pertama, kasih. Kasih adalah termasuk karunia yang dianugerahkan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. Karunia sehebat apapun, termasuk karunia berbahasa roh, tidak berguna tanpa kasih (bnd, 1 Kor.13 : 1,2). Kedua, karunia bernubuat. Karunia bernubuat adalah karunia memberitakan karya keselamatan yang dikerjakan Allah secara jelas dan bisa dipahami, sehingga berguna untuk membangun, menasihati dan menghibur orang yang mendengarnya. Hal itu ditekankan oleh Paulus karena ia mendengar bahwa ada sebagian warga jemaat Korintus yang membanggakan karunia rohani, terutama karunia berbahasa roh, secara khusus dalam pertemuan jemaat dan ibadah.

Saudaraku, gereja adalah anggota tubuh Kristus dan Kristus adalah Kepala Gereja. Sebagai anggota tubuh Kristus, marilah memelihara dan berusaha mewujudkan kasih Kristus di tengah Jemaat yang adalah anggota tubuh Kristus. Kasih tidak mementingkan diri sendiri dan tidak sombong. Dengan berdasar kasih marilah kita menggunakan karunia rohani yang dianugerahkan Roh Kudus, bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk membangun Jemaat Kristus.

 

KJ 249 : 1,3 "Serikat Persaudaraan"

Doa : (Ya, Tuhan, kami bersyukur untuk karunia rohani yang Tuhan anugerahkan kepada kami, mampukanlah kami agar bisa memanfaatkan karunia rohani yang Engkau anugerahkan untuk membangun Jemaat-Mu)

Y.I/SGRS

MINGGU EPIFANIA

SABTU, 12 JANUARI 2018

Renungan Malam

 

KJ.367 : 1,2 "Pada-Mu Tuhan dan Allahku" – Berdoa

BERGANTI NAMA

Yesaya 65 : 15 – 16

"tetapi hamba-hambaku akan disebut dengan nama lain” (ay.15c)

 

Kepada mereka yang setia mendengar suara-Nya dan menjadi hamba-hamba-Nya diberlkan nama baru yang mengandung berkat. Pergantian nama itu bukan sekadar pergantian huruf. tetapi juga pergantian pribadi yang baru. Dengan pergantian nama itu, mereka taat melakukan apa yang Allah mau seperti Abram menjadl Abraham, Yakub menjadi Israel, Saulus menjadi Paulus. Nama-nama yang mengalami berkat-berkat Allah berdasarkan kesetiaan. Sesungguhnya kita semua telah di materaikan dalam keselamatan Allah (bdk. Yesaya 43 : 1c) seharusnya kita berusaha hidup dalam perkenanan-Nya. Barangkali, kita sedang rnenghadapi berbagai pergumulan berat, diperhadapkan kepada berbagai persoalan yang tidak ringan, namun kita harus percaya bahwa kuasa Tuhan mampu merubah segalanya, dan mendatangkan berkat sukacita yang melimpah dalam hidup kita. Siapapun nama kita, yang paling terpenting adalah kita sudah ada dalam persekutuan orang-orang yang diselamatkan oleh Allah. Persekutuan yang didasarkan oleh kasih karunia Allah di dalam Yesus Krlstus, yang telah menyerahkan nyawa-Nya dan mati di atas kayu salib untuk menanggung kutuk dan dosa manusia agar dengan demlkian kita beroleh jaminan keselamatan yang sempurna dan diberikan Roh Kudus agar kita berani bersaksi bagi kemuliaan Allah.

Sebagai umat tebusan milik Allah, sudah seharusnya kita memperhalikan dengan baik cara kita berkata-kata dan bertindak sesuai dengan percaya kita kepada Tuhan Yesus. Sudahkah kita, terlebih yang namanya diambil dari nama-nama Alkitab seperti Daud. Yohanes atau Daniel, bertingkah laku yang mencerminkan kekudusan Allah dan bukannya mempermalukan Tuhan kita Yesus? Benarkah hidup kekristenan kita sudah diperbaharui sehingga kehadiran kita selalu menjadi berkat bagi sesama?

 

KJ.367 : 3 "Pada-Mu Tuhan dan Allahku"

Doa : (Terima kasih Tuhan untuk nama Yesus yang barharga dalam hidupku)

D.L.G/SGRS

Page 2 of 52

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •    Gereja Pusat I

    :   06:30 WIB

       Gereja Pusat II

    :   09:30 WIB

       Gereja Pusat III

    :   18:00 WIB

     

       IHM Nuansa Muda

     

    :   18:00 WIB

       Minggu ke 2 dan ke 4

     

       Setiap bulan.

     

     

       Pospel Sepolwan I

     

    :   07:00 WIB

       Pospel Sepolwan II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Pamulang I

     
     
    :   09:00 WIB

       Pospel Pamulang II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Hosana

     
     
    :   06:30 WIB

       Pelkat PA

     
    :   06:30 WIB
        09:30 WIB

       Pelkat PT

    :   08:00 WIB