OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • PHMJ GPIB KARUNIA CIPUTAT 2017-2020
  • KHOTBAH TEMATIK DALAM MASA ADVENT 2018
  • PPLP_3R
  • Kalender GPIB Karunia 2019
  • Workshop PKP
  • Slide1

MINGGU XXVII SESUDAH PENTAKOSTA

KAMIS, 29 NOVEMBER 2018

Renungan Pagi

 

KJ. 249 : 1 "Serikat Persaudaraan"—Berdoa

KERJASAMA DALAM KASIH

2 Timotius 1 :1 – 8

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban" (ay.7)

Paulus mengirim suratnya kepada Timotius untuk memberi semangat, nasihat, pengajaran supaya ia mengembangkan pelayanan dengan baik. Ditengah tantangan yang dihadapi oleh orang Kristen saat itu, Paulus berharap Timotius dapat melanjutkan peIayanan pemberitaan lnjil dengan baik. Untuk dapat melakukan tugas berat itu, Paulus mengingatkan bahwa kemampuannya melakukan itu tidak dengan mengandalkan kekuatan dan pikiran, tetapi hanya karena iman kepada Yesus Kristus yang telah memberi teladan bagi pelayan-pelayan-Nya.

Setia dalam menghayati panggilan dan pengutusan terasa cukup berat, karena harus menghadapi tantangan, masalah dan hambatan, yang dapat membuat kita putus asa atau frustrasi, terlebih jika kita terlalu mengandalkan pada diri sendiri. Nasihat Paulus mengajak kita untuk bekerjasama atau bergotong-royong dalam menghayati panggilan dan tugas pengutusan. Dalam kebersamaan ketika menghadapi kesulitan atau masalah, kita dapat saling bertukar pikiran, gagasan dan pengalaman bagaimana mengatasi kesulitan atau masalah tersebut. Seperti falsafah ‘sapu lidi’, lidi sendirian akan menjadi tak berdaya, namun ketika banyak lidi diikat menjadi satu alias menjadi sapu akan fungsional dan menyelamatkan. Marilah kita senantiasa bekerjasama atau bergotong royong dalam menghayati panggilan maupun melaksanakan tugas pengutusan.

Kerjasama dan gotong-royong ini hendaknya sedini mungkin dibiasakan pada anak-anak di dalam keluarga. lngat dan hayati bahwa masing-masing dari kita diciptakan dalam kerjasama, yaitu kerjasama antara Tuhan dan manusia, manusia dan sesamanya. Dengan demikian kita akan dapat tumbuh berkembang menjadi pribadi dewasa. Kita hidup bahagia dan damai sejahtera jika kita selalu bekerjasama atau bergotong-royong dengan orang lain.

KJ. 249 : 3 "Serikat Persaudaraan"

Doa : (Ya Bapa, berilah pikiran kami yang sehati untuk melakukan kehendak-Mu dalam kebersamaan hidup dengan semua orang)

E.M/SGRS

MINGGU XXVII SESUDAH PENTAKOSTA

RABU, 28 NOVEMBER 2018

Renungan Malam

GB.229 : 1 "Sendengkanlah Telingamu" –Berdoa

MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH

1 Petrus 2 : 18 -25

“Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung".(ay.19)

Melalui nas diatas Rasul Petrus menjelaskan bahwa ada kalanya kita harus menanggung penderitaan bukan karena kita melakukan hal yang salah atau jahat! Mari kita renungkan: “Ketika la dicaci maki, la tidak membalas dengan mencaci maki; ketika la menderita, la tidak mengancam,..."(ay.23) Tuhan Yesus mempraktekkan kasih Allah saat berhadapan dengan para pengejek dan mereka yang membenci-Nya. Kebenaran lnjil yang dikhotbahkan diberlakukan dengan cara kasih dan bukan dengan membalas kejahatan dengan kejahatan.

Kalau kita memperhatikan film-film yang beredar yang mengisahkan tentang kejahatan. Ada jagoan yang mengungkap segala bentuk kejahatan. Jagoan itu memiliki keahlian dan kekuatan untuk melawan kejahatan. Mereka berkorban menumpas kejahatan. Dan akhir dari cerita film itu, kejahatan itu dikalahkan, orang jahat itu mati atau tertangkap. Bagaimana dengan Yesus ? Yesus punya segala-galanyal. Tetapi untuk siapa Yesus datang ke dunia ini? Untuk orang-orang baik saja? Bukan. Yesus datang untuk orang-orang yang dikatakan dalam ayat 24-25, orang berdosa dan orang sesat.

Bagaimana saudara mengelola kecenderungan untuk marah dan jengkel ketika segala cara sudah saudara lakukan, namun orang itu tidak mau mendengar atau menerimanya ? Mari renungkan cara yang digunakan oleh Yesus. Bukan dengan kekuatan-Nya, melainkan dengan cara-Nya: menyerahkan diri (bukan memimpin pemberontakan), membiarkan diri menderita (bukan melawan), menerima salib dan mati (bukan melarikan diri). Tuhan Yesus melakukan semua-Nya karena kasih-Nya kepada manusia dalam ketaatan kepada Bapa-Nya. Kita diingatlkan untuk tidak lari dari panggilan Tuhan untuk tetap mengasihi sekalipun terluka.

GB.229 : 2 "Sendengkanlah Telingamu"

Doa : (Ya Allah ajar kami menyadari akan kehendak-Mu agar selalu memberikan kepada kami kepekaan dan kekuatan untuk melakukan setiap kehendak-Mu)

E.M/SGRS

MINGGU XXVII SESUDAH PENTAKOSTA

RABU, 28 NOVEMBER 2018

Renungan Pagi

 

KJ.450 : 1 "Hidup Kita Yang Benar"—Berdoa

HIDUP MENYENANGKAN HATI TUHAN

1 Petrus 2 : 11 – 17

"Milikilah cara hidup yang baik... supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah...” (ay.12)

Manusia tercipta sempurna diantara semua ciptaan lain, dan Tuhan melihat bahwa semuanya itu sungguh amat baik (Kej. 1:31). ltulah tujuan manusia diciptakan, yaitu untuk melanjutkan kebaikan Tuhan atas semua ciptaan yang diserahkan kepada manusia untuk dikelola. Sayangnya, dosa merusak tujuan Allah yang berkehendak mencipta manusia demi kebaikan. Yang kemudian muncul dalam diri manusia adalah egoisme, keserakahan, kejahatan, keangkuhan, ketidakpedulian, serta pemuasan nafsu diri.

Nasihat Rasul Petrus dalam bacaan ini mengajak umat ayat 11-12 “menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa, .......... ..milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi Sampai hari ini (zaman sekarang) kita digoda untuk takluk pada “penjajahan-penjajahan modern". Gadget misalnya merupakan tantangan dan godaan kita sekarang. Ada yang tidak bisa lepas dari gadget, gelisah, resah dan takut ketinggalan! Dan kalau sudah seperti itu, jangan-jangan kita sepertinya sedang dijajah. Kapan kita akan maju, kalau kerja kita cuma mengkritik, baik tentang pemerintahan, bahkan di gereja pun seperti itu. Semua selalu salah; tidak ada yang benar. ldealnya, kita saling mendukung; dukunglah program-programnya; juga para pelayannya. Carilah selalu cara hidup yang benar! Kalau mau mengkritik, ya kritiklah dengan bijak. Berikan juga alternatif solusi dan berjuang bersama-sama menggapai apa yang diimpikan bersama.

Lalu pada ayat 16 kita diingatkan bahwa hidup kita ini adalah hidup sebagai hamba Allah! Kalau hidup sebagai hamba Allah, tujuan kita cuma satu, yaitu kita mau menyenangkan selalu hati tuan kita, yaitu Tuhan Yesus sendiri.

 

KJ.450 : 5 "Hidup Kita Yang Benar"

Doa : (Ya Tuhan lihatlah kehidupan kami agar kami selalu mencari solusi dan hidup yang menyenangkan hati Tuhan)

E.M/SGRS

MINGGU XXVII SESUDAH PENTAKOSTA

SELASA, 27 NOVEMBER 2018

Renungan Malam

 

KJ.424 : 1 "Yesus Menginginkan Daku"—Berdoa

 

MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN

1 Petrus 2 : 7 – 10

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:"(ay.9)

Kehadiran orang percaya di tengah-tengah dunia bukanlah suatu kebetulan atau tanpa sebuah tujuan. Tuhan menempatkan kita di bumi dengan maksud dan tujuan yang sangat mulia, yang dalam bahasa kitab Kejadian sebagai mandataris Allah atau imago Dei. Dan dalam bahasa surat 1 Petrus 2:9 kita adalah umat pilihan Tuhan: dipilih, dikhususkan dan dipanggil untuk rencana-Nya yang indah yaitu “…supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia”.

Oleh karena itu kita tidak boleh asal-asalan menjalani hidup kekristenan kita. Sebab “kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh be/as kasihan.” (ay.10). Kita yang dulunya berada dalam kegelapan kini telah dipindahkan ke dalam terang-Nya yang ajaib; kita yang dulunya adalah hamba dosa kini menjadi hamba kebenaran (lih Rom 6:17-18); status kita pun berubah menjadi anak-anak Allah. “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah,” (lih Roma 8:17); itu semua karena pengorbanan Kristus di atas kayu salib!.

Hidup yang sesuai dengan panggilan Tuhan berarti hidup yang seturut kehendak dan rencana Tuhan. Apabila kita telah dipilih sedemikian rupa oleh Allah, maka sudah seharusnya kita menjalani setiap profesi kita sebaik mungkin, apa pun itu, dengan memanfaatkan segala karunia dan talenta yang Dia anugerahkan. Jangan sampai kita berpikir bahwa kita cukup menjalani hidup yang biasa-biasa saja. Dia ingin kita selalu melakukan yang terbaik.

KJ.424 : 3 "Yesus Menginginkan Daku"

Doa : (Ya Tuhan, mampukan kami menjalani hidup yang Tuhan percayakan seturut dengan kehendak-Mu agar setiap pekerjaan yang kami lakukan adalah yang terbaik)

E.M/SGRS

MINGGU XXVII SESUDAH PENTAKOSTA

SELASA, 27 NOVEMBER 2018

Renungan Pagi

GB 78 : 1 "Yesus Kristus Sumber Hidup"—Berdoa

 

BATU HIDUP BUKAN BATU SANDUNGAN

1 Petrus 2 : 1-6

“Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.” (ay.6)

Dalam kenyataan yang kita jumpai sehari-hari, ada orang Kristen ternyata tidak selalu hidup rukun seorang dengan yang lain, bahkan antar sesama warga jemaat dan gereja Tuhan. Sesungguhnya tujuan utama hidup orang Kristen yakni menjadi saksi bagi orang lain, sehingga orang lain melihat pada diri kita sebagai contoh atau teladan dalam berbuat baik. Namun tanpa kita sadari, acapkali justru kita menjadi “batu sandungan” bagi orang lain, bukan menjadi “batu yang hidup". Memang Yesus Kristus adalah batu pilihan, karena Dia dipilih oleh Allah untuk menjadi batu penjuru. Siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan dipermalukan.

Sebagai batu penjuru, Tuhan Yesus adalah pusat dari semua aspek kehidupan kita. Dia adalah batu yang menentukan arah kehidupan kita. Karena itu kita harus menjadikan Tuhan Yesus sebagai prioritas dan tujuan hidup kita. Rasul Petrus sendiri adalah rasul yang sudah memperbaharui dirinya. la mendesak orang percaya agar (1) membuang segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah, (2) menjadi sama seperti bayi yang baru lahir, selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, .., mengecap kebaikan Tuhan, (3) datang kepada-Nya, (4) siap dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, dan (5) siap menerima status baru yang terus menerus mau dibaharui.

Menjadi “batu yang hidup", bukan “batu sandungan”, merupakan nasihat untuk melakukan koreksi atau semacam cek and recek terhadap kehidupan kita sebagai orang Kristen, pelayan Kristus, jemaat Kristen atau gereja Kristen apakah hidup dan pelayanan kita menjadi batu yang hidup (menjadi berkat, membawa kebaikan) atau justru menjadi batu sandungan?

GB.78 : 5 "Yesus Kristus Sumber Hidup"

Doa : (Biarlah hidup kami menjadi alat Tuhan menjadi batu yang hidup untuk sesama dan semua ciptaan lainnya)

E.M/SGRS

Page 6 of 42

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •    Gereja Pusat I

    :   06:30 WIB

       Gereja Pusat II

    :   09:30 WIB

       Gereja Pusat III

    :   18:00 WIB

     

       IHM Nuansa Muda

     

    :   18:00 WIB

       Minggu ke 2 dan ke 4

     

       Setiap bulan.

     

     

       Pospel Sepolwan I

     

    :   07:00 WIB

       Pospel Sepolwan II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Pamulang I

     
     
    :   09:00 WIB

       Pospel Pamulang II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Hosana

     
     
    :   06:30 WIB

       Pelkat PA

     
    :   06:30 WIB
        09:30 WIB

       Pelkat PT

    :   08:00 WIB