OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • Slide1

MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA

KAMIS,  04 OKTOBER  2018

  

RENUNGAN PAGI

KJ.344 : 1 "Ingat Akan Nama Yesus"– Berdoa

 

NIAT BURUK DIBALIK CIUMAN

2 Samuel 15 : 1-6

"Apabila seseorang datang mendekat untuk sujud menyembah kepadanya, ... cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel..."  (ay.5-6)

 

Renungan pagi ini masih berkaitan dengan Daud yang telah menjadi raja menggantikan Saul. Dan kali ini berhubungan dengan Absalom anak raja Daud. Absalom, anak tertua raja Daud yang masih hidup ingin menggantikan ayahnya menjadi raja. Hal ini terjadi karena Absalom melihat bahwa terjadi banyak ketidak puasan, terutama di antara suku-suku bagian utara dari bangsa itu terhadap keputusan-keputusan raja Daud yang menurut mereka tidak adil. Karena melihat peluang ini, Absalom menggunakan beberapa strategi yakni, pertama-tama yang ia lakukan adalah menunjukkan statusnya sebagai keluarga raja melalui adanya sebuah kereta serta kuda dan lima puluh orang yang berlari di depannya, dan hal ini sering ia lakukan di dalam kota Yerusalem dan sekitarnya.

Kemudian Absalom mendemonstrasikan kebaikan dan keramahannya kepada rakyatnya dengan berlaku super ramah bahkan sampai mencium orang-orang yang akan menemui raja di depan jalan menuju pintu gerbang. Tujuan dari seluruh sikapnya itu agar rakyat tertarik dan jatuh cinta padanya. Dan hal itu nampaknya berhasil seperti bunyi ungkapan di ayat 6 "...dan demikianlah Absalom mencuri hati orang Israel". Absalom berkeyakinan bahwa apabila rakyat dipihak dia maka akan lebih mudah merebut tahtka kerajaan dari tangan Daud, ayahnya sendiri.

Absalom berusaha menggerogoti pengaruh ayahnya untuk menanamkan kesetiaan rakyat kepadanya di seluruh Israel. Jadi dibalik ciuman Absalom, tersembunyi niat yang tidak baik yaitu membangun persepakatan gelap untuk menggoyang kedudukan raja Daud. Kisah Absalom dalam bacaan pagi ini hendak mengajarkan kepada kita sebagai murid Kristus pentingnya ketulusan dalam bersikap... Tindakan, perilaku yang baik, yang manis dan sopan dipermukaan hendaknya merupakan cerminan hati yang baik pula, bukan sebaliknya menyimpan hal yang buruk di balik ciuman. Selamat menjalani hari ini dengan ketulusan.

 

KJ.344 : 2 "Ingat Akan Nama Yesus"- Berdoa

Doa : (Tuhan Yesus, berikan kami kemampuan untuk menjalani hidup sebagai umat pilihan-Mu dengan selalu bersikap tulus dan setia kepada-Mu dan sesama) 

T.Ch.S.M/Iph

MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA

RABU,  03 OKTOBER  2018

  

RENUNGAN MALAM

KJ.424 : 1 "Yesus Menginginkan Daku"– Berdoa

 

MENYELAMATKAN SESAMA DARI PERBUATAN JAHAT

1 Samuel 19 : 18-24

"... Dan Roh Allah hinggap pada orang-orang suruhan Saul sehingga mereka pun kepenuhan seperti nabi" (ay.20)

 

Kita masih disuguhkan kisah mengenai upaya Daud untuk lepas dari rencana Saul untuk membunuhnya. Bacaan kita menceritakan bahwa setelah Daud melarikan diri, ia berjumpa dengan nabi Samuel, dan kemudian mereka berdua mendapat perlindungan di suatu tempat yang bernama Nayot, yang adalah tempat tinggal para nabi.

Ketika Saul mendengar bahwa Daud berada di Nayot, ia mengirim orang-orang suruhan untuk mengambil Daud. Namun, roh Allah menghinggapi orang-orang suruhan tersebut dan mereka mengalami kepenuhan seperti nabi. Peristiwa ini terus berulang sampai tiga kali (ay. 20-21). Akhirnya, Raja Saul sendiri pergi ke Nayot. Apa yang dialami Saul disini agak unik karena dikatakan bahwa "Ia pun menanggalkan pakaiannya dan ia pun juga kepenuhan di depan Samuel, ia rebah terhantar dengan telanjang sehari-harian dan semalam-malaman. Itulah sebabnya orang berkata: "Apakah juga Saul termasuk golongan nabi?" (Ay.24). Dapat dikatakan bahwa apa yang dilakukan Saul tidak pantas, terutama sebagai seorang raja yang sangat dihormati orang banyak.

Dari kisah orang-orang suruhan dan raja Saul yang dihinggapi roh Allah, kita melihat bahwa Tuhan mempunyai cara tersendiri untuk menyelamatkan Daud dari perburuan Saul. Dan Allah menggunakan kuasa roh-Nya untuk mengagalkan rencana raja Saul dan orang suruhannya tersebut.

Sebagai pengikut Tuhan Yesus Kristus, pesan yang kita bisa petik untuk direnungkan pada malam hari ini adalah bahwa Allah dalam roh-Nya yang kudus berkuasa untuk melakukan yang dikehendaki-Nya demi menjaga dan melindungi kita. Hidup yang dipimpin oleh dikuasai oleh roh Kudus akan menuntun kita juga untuk percaya akan cara Tuhan dengan roh-Nya yang sanggup menyatakan dan menunjukkan kekuatan kuasa-Nya kepada seluruh umat manusia.

Marilah kita melewati malam ini dengan menyerahkan seluruh hidup di dalam kuasa Roh Kudus.

 

KJ.424 : 2 "Yesus Menginginkan Daku"- Berdoa

Doa : (Ya Tuhan, pimpinlah kami dengan kuasa Roh Kudus, agar kami dapat selalu melakukan kehendak-Mu) 

T.Ch.S.M/Iph

MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA

RABU,  03 OKTOBER  2018

  

RENUNGAN PAGI

KJ.17 : 1 "Tuhan Allah Hadir"– Berdoa

 

BOLEHKAH BERBOHONG DEMI MENYELAMATKAN NYAWA MANUSIA

1 Samuel 19 : 14-17

"Tetapi jawab Mikhal kepada Saul: "Ia berkata kepadaku : Biarkan aku pergi, apa perlunya aku membunuh engkau"... (ay.17)

 

Bagian bacaan kita pagi ini masih melanjutkan episode bagaimana Mikhal menyelamatkan Daud dari upaya pembunuhan Raja Saul. Ketika Saul menyadari bahwa Mikhal telah menolong melepaskan Daud, ia bertanya kepada Mikhal : "mengapa engkau menipu aku sedemikian itu dan melepas musuhku pergi, sehingga ia luput?. Jawaban Mikhal sungguh menarik ketika ia berkata bahwa Daud mengancam akan membunuh Mikhal bila tidak membiarkannya pergi. Jawaban Mikhal ini menunjukkan sikapnya yang cerdik kalau kita tidak mau mengatakan bahwa Mikhal berkata bohong. Hal ini harus dilakukan Mikhal demi kehidupan suaminya sendiri. Apapun dilakukannya agar suaminya selamat dan tidak menjadi korban pembunuhan raja Saul.

Bagi kita sebagai umat percaya, apa yang dilakukan Mikhal bukanlah hal yang mudah. Muncul pertanyaan apakah boleh berbohong demi menyelamatkan kehidupan. Kalau kita jujur, ada yang menjadi korban... kalau kita berbohong kita dapat menyelamatkan manusia. Apa yang harus kita lakukan bila berhadapan dengan situasi seperti itu. Apakah kita dapat melakukan kebohongan demi situasi seperti itu. Apakah kita dapat melakukan kebohongan demi nyawa manusia? Ini keputusan etis yang harus kita ambil dengan tidak lupa memohon hikmat dari Tuhan Yesus kepala gereja.

Saudara-saudaraku, banyak peristiwa dan persoalan dalam hidup ini yang memerlukan keputusan yang tidak mudah. Melanggar kebenaran demi mempertahankan kehidupan sering menjadi keputusan kita sebagai orang percaya... oleh karena itu mari kita terus menerus meningkatkan kedewasaan atau kematangan iman dan rohani kita agar kita mampu mengambil keputusan dalam jalur yang benar dan tetap mempertahankan kehidupan.

KJ.17 : 3 "Tuhan Allah Hadir"- Berdoa

Doa : (Ya Tuhan, mampukan kami menolong sesama kami dari rencana tindakan kejahatan) 

T.Ch.S.M/Iph

MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA

SELASA,  02 OKTOBER  2018

  

RENUNGAN MALAM

KJ.436 : 1 "Lawanlah Godaan"– Berdoa

MENYELAMATKAN SESAMA DARI PERBUATAN JAHAT

1 Samuel 19 : 8-13

"... Mikhal, istri Daud, memberitahukan kepadanya demikian: "Jika engkau tidak dapat meluputkan dirimu malam ini, ...", lalu Mikhal menurunkan Daud dari jendela, ... (ay.11b-12).

 

Bacaan kita malam ini menceritakan upaya Saul untuk membunuh Daud, dan bagaimana istri Daud anak Saul yaitu Mikhal menyelamatkan Daud dari pembunuhan tersebut. Diceritakan bahwa pada malam itu, Raja Saul mengutus orang-orang suruhan ke rumah Daud untuk mengamat-amatinya agar ia tidak lari dan Saul dapat membunuhnya pada waktu pagi. Mungkin Daud berpikir bahwa usaha Saul menancapkannya ke dinding dengan tombaknya hanya suara hati yang dikuasai emosi sesaat dan bukanlah hal yang serius dan terus berlanjut. Namun Mikhal sang istri yang juga anak Raja Saul sangat mengerti bahwa apa yang dialami oleh Daud sangat membahayakan keselamatannya, oleh karena itu, Mikhal menolong suaminya dengan menurunkan dia dari jendela, sehingga Daud dapat lolos dan luput dari upaya pembunuhan Raja Saul.

Sikap Mikhal yang berani mengambil keputusan yang berani patut kita puji, karena ia mengambil risiko yang besar ketika memutuskan untuk menyelamatkan Daud sang suami. Sebab ia berhadapan dengan ayahnya sendiri yang adalah seorang raja dengan segala kekuasaannya. Tindakan Mikhal ini sangat membahayakan dirinya sendiri, namun dilakukannya agar suaminya selamat.

Mengakhiri hari ini, kita diajak untuk menghayati pentingnya hidup itu. Betapa berharganya nyawa seorang manusia. Karena itu harus dijaga dan dipertahankan dari upaya jahat manusia untuk merampas kehidupan manusia lainnya. Banyak peristiwa kejahatan yang tuuannya merampas nyawa manusia dengan membunuh sesamanya. Sebagai orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, sudah kewajiban kita untuk mencegah hal itu terjadi bila kita mengetahuinya. Dan ketika kita berupaya mencegah tindakan kejahatan tersebut, kita juga harus siap dengan segala risikonya. Oleh karena itu, upaya mencegah tindakan kejahatan merupakan tindakan yang berani.

Mari saudara-saudaraku kita memiliki tekad untuk menghargai hidup dan nyawa manusia dengan bertindak dengan berani dan sungguh-sungguh mencegah segala macam bentuk kejahatan yang hendak merampas hidup manusia.

 

KJ.436 : 2 "Lawanlah Godaan"- Berdoa

Doa : (Ya Tuhan, Tolong kami untuk berjuang bersama Tuhan, agar kami kuat dalam menghadapi setiap pergumulan dan persoalan hidup) 

T.Ch.S.M/Iph

MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA

SELASA,  02 OKTOBER  2018

  

RENUNGAN PAGI

KJ.4 : 1 "Hai Mari Sembah"– Berdoa

MENGUPAYAKAN PENDAMAIAN

1 Samuel 19 : 1-7

"Lalu Yesus mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul, ayahnya, katanya "Janganlah raja berbuat dosa terhadap Daud, hambanya, sebab ia tidak berbuat dosa terhadapmu; bukankah apa yang diperbuatna sangat baik bagimu!" (ay.4)

 

Beberapa bulan yang lalu, mata dunia dikejutkan dengan peristiwa pertemuan antara pemimpin Korea Selatan dan pemimpin Korea Utara. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menjejakkan kakinya di tanah Korea Selatan ketika melintasi garis perbatasan setelah menjabat tangan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in yang menyambutnya sebelum melakukan pertempuran di Desa Panmunjom, pada hari Jumat tanggal 27 April 2018. Pertemuan kedua pemimpin negara yang bermusuhan selama puluhan tahun memberikan pengharapan terciptanya perdamaian yang dinantikan tidak hanya oleh rakyat kedua negara tersebut tetapi juga oleh milyaran penduduk dunia. 

Bagian Alkitab yang kita baca pagi ini merupakan babak baru dari kebencian Saul kepada Daud, karena disini Saul bermaksud untuk membunuh atau menghabisi Daud. Realita ini membuat gundah anak raja Saul yang sekaligus sahabat karib Daud yaitu Yonathan. Dan ia berikhtiar untuk mendamaikan Saul dan Daud, dengan mengatur agar Daud bersembunyi, lalu ia akan berbicara kepada Saul ayahnya dengan menyebutkan kesetiaan Daud dalam melayani sang raja (1-4). Ternyata usaha Yonathan berhasil, karena Saul bersedia menerima Daud bekerja kembali di istana seperti dulu.

Bacaan pagi ini hendak mengingatkan kita untuk menjadi pembawa damai dimana terjadi perselisihan dan konflik. Situasi perpecahan yang terjadi di dalam keluarga, persekutuan dan masyarakat, hendaknya menggugah kita untuk hadir sebagai orang yang sudah menerima pendamaian Kristus untuk mengupayakan terjadinya damai yang menentramkan dan menyejukkan. Kita harus menyadari bahwa suasana perselisihan atau pertikaian yang berkepanjangan dapat berakibat fatal bagi kebersamaan dan keutuhan hidup keluarga, persekutuan dan dalam hidup bermasyarakat.

Selamat menjalani hari baru sebagai pembawa damai. Ingatlah bahwa Damai itu indah.

 

KJ.4 : 2 "Hai Mari Sembah"- Berdoa

Doa : (Ya Tuhan, mampukan kami menjadi pembawa damai di dalam dunia yang penuh pertikaian dan permusuhan ini) 

T.Ch.S.M/Iph

Page 6 of 25

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •    Gereja Pusat I

    :   06:30 WIB

       Gereja Pusat II

    :   09:30 WIB

       Gereja Pusat III

    :   18:00 WIB

     

       IHM Nuansa Muda

     

    :   18:00 WIB

       Minggu ke 2 dan ke 4

     

       Setiap bulan.

     

     

       Pospel Sepolwan I

     

    :   07:00 WIB

       Pospel Sepolwan II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Pamulang I

     
     
    :   09:00 WIB

       Pospel Pamulang II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Hosana

     
     
    :   06:30 WIB

       Pelkat PA

     
    :   06:30 WIB
        09:30 WIB

       Pelkat PT

    :   08:00 WIB