OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • Slide1
August 09 2018

MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA

JUMAT,  10 AGUSTUS 2018

  

RENUNGAN MALAM

KJ.440 : 1,2 "Di Badai Topan Dunia"– Berdoa

 

NABOT MATI AKIBAT KECERDIKAN IZEBEL

1 Raja-Raja 21 : 8-16

Segera sesudah Izebel mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel Ahab : "Bangunlah, ambillah ke kebun anggur... (ay.15)

 

Bayangkan betapa gembira Ahab yang dengan gampang dan mudah bisa memperoleh kebun anggur yang diinginkan itu. Semua ini adalah karena kecerdikan Izebel. Bagaimana ia dengan kekuasaannya dan kelicikan membuat surat edaran atas nama raja bermeteraikan materai raja kepada seluruh tua-tua dan pemuka-pemuka bangsa untuk melakukan puasa nasional. Nabotharus duduk paling depan bersama-sama rakyat untuk mendengar maklumat raja. Dan dengan liciknya dipakai 2 orang dursila untuk menjadi saksi dusta terhadap Nabot. Isi saksi dusta ialah bahwa Nabot telah mengutuk Allah dan Raja (ay.13). Mau tidak mau kesaksian ini dibenarkan atas perintah raja dan siapapun tidak boleh menolak. Peristiwa didalangi terutama oleh Izebel si pemimpin cerdik penuh dengan kelicikan dan tipu muslihat. Nabot harus mati ditangan seorang raja yang kejam dan seorang ratu yang cerdik penuh muslihat. Mungkin pun tua-tua dan pemuka-pemuka kota tidak tahu persis apa yang terjadi. Tetapi ini adalah maklumat raja yang bermaterai maka terpaksa semua patut tunduk dan mengikuti dengan segala penghormatan. Ditengah-tengah suasana yang tidak menyenangkan disertai dengan tindakan-tindakan kekerasan dan sadis setiap orang harus turut menyaksikan kematian fisik dari orang-orang yang benar.

Orang-orang benar berdiam diri sebab tidak bisa menentang penguasa yang berkuasa. Apakah ada prinsip untuk membalas kejahatan dengan kasih. Tidak ada disaat-saat seperti ini. Lalu kapan ada prinsip kasih? Kapan ada suara pembelaan terhadap hal-hal asasi kemanusiaan?

KJ.440 : 3,4 "Di Badai Topan Dunia"- Berdoa

Doa : (Ya Tuhan ampunilah kami yang tidak mampu menyinarkan kehendak-Mu dan kejujuran di dalam masyarakat kami)

 

B.A.P/Iph

August 09 2018

MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA

JUMAT,  10 AGUSTUS 2018

  

RENUNGAN PAGI

KJ.439 : 1,2 "Bila Topan K'ras Melanda Hidupmu"– Berdoa

 

AWAS PEREMPUAN BERKARAKTER CERDIK

1 Raja-Raja 21 : 1-7

"Kata Izebel, isterinya : Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa atas Israel? .... (ay.7)

 

Memang tidak perlu takut kepada perempuan-perempuan yang berkarakter cerdik. Bukankah itu pula yang dicari-cari dan diidam-idamkan manusia. Kecerdikan ratu Izebel harus dilihat dari kelicikannya membangunkan Ahab dari rasa lesu. Bukankah Izebel yang memaksa Ahab pada akhirnya membunuh Nabot? Kecerdikan bukan dalam hal yang baik tetapi kecerdikan dalam hal jahat bahkan membunuh. Raja sangat ingin akan kebun Nabot. Nabot tidak mau menjual kebun anggur itu.

Itulah sebabnya raja Ahab menjadi gusar dan kesal hati bahkan tidak mau makan. Dan siapakah perempuan tega melihat laki-laki atau suami dalam keadaan seperti itu. Tentu perempuan akan berusaha sedemikian rupa untuk menolong suaminya yang lesu dan kesal hati. Pada satu sisi mungkin benar bahwa sebagai isteri dapat menyenangkan suami dengan cara apapun. Tapi bagaimana dengan cara Izebel menolong Ahab apakah ini yang disebut kasih yang sedang menolong kesusahan suami? Bunga-bunga biarlah hatimu gembira. Nyanyian gembira yang melatarbelakangi kisah sedih karena Ahab dapat memperalat kembali.

Kita dapat membayangkan kegembiraan seorang laki-laki akibat tipu muslihat seorang perempuan yang cerdik (?) memang tidak semua perempuan cerdik dalam arti ini. Tetapi mari belajar dari sekian banyak kasih yang terjadi di dunia ini akibat kecantikan, akibat kepintaran perempuan-perempuan malam, laki-laki bertekuk lutut dan mati lemas di depan mereka. Hidup yang benar harus bersumber pada hati yang benar dan indah. Mari hidup berpatokan pada perilaku yang mencerminkan kebenaran, keadilan dan kebaikan.

 

KJ.439 : 3,4 "Bila Topan K'ras Melanda Hidupmu"- Berdoa

Doa : (Ya Tuhan ajarlah kami menjadi orang yang hidup bijak, tertib disaat menghadapi kesulitan hidup)

 

B.A.P/Iph

MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA

KAMIS,  09 AGUSTUS 2018

  

RENUNGAN MALAM

KJ.417 : 1,2 "Serahkan Pada Tuhan"– Berdoa

 

MUNCULNYA KESULITAN HIDUP

Ayub 5 : 1-7

"Melainkan manusia menimbulkan kesusahan bagi dirinya, seperti bunga api bergejolak tinggi. (ay.7)

 

Pertanyaan-pertanyaan yang bisa muncul ialah siapa sebetulnya yang membuat kesulitan. Apa manusia sendiri, atau Tuhan Allah yang membuat? Pertanyaan yang sering mengganggu iman orang percaya. Dan orang bisa katakan manusialah yang membuat kesulitan. Tetapi orang bisa bilang Tuhan yang membuat kesulitan-kesulitan. Bagian perikop di atas ini adalah sebuah himbauan Ayub kepada Allah di sorga. Menurut Ayub ada orang bodoh yang dibunuh oleh sakit hati dan ada orang bebal yang dimatikan oleh iri hati. Tidak begitu jelas siapa orang bodoh itu dan siapa orang-orang bebal itu. Dan kita sudah kenal siapa Ayub, siapa Elifas. Keduanya merupakan alat kesaksian dalam kitab ini. Elifas bisa saja menegur Ayub dan sebaliknya.

Kesulitan-kesulitan bisa datang dalam hidup manusia. Ayub sudah banyak menderita dan pada suatu saat akan mengutuki diri sendiri (pasal 3). Karena sebagai manusia biasa menimbulkan banyak kesulitan bukan saja dihadapan sesamanya, terutama dihadapan Tuhan Allah di sorga. Bila kesulitan hanya muncul dari kesulitan. Bila kebaikan muncul dari kebaikan dan kejahatan muncul dari kejahatan siapa yang nanti akan bertanggungjawab? Kita butuh Allah yang memimpin dan menentukan bahkan memilih berdasarkan keadilan Allah sendiri. Tuhan Allah akan menuntun kita datang kepada-Nya bahkan mungkin melalui kesulitan-kesulitan yang kita hadapi.

 

KJ.417 : 3,5 "Serahkan Pada Tuhan"- Berdoa

Doa : (Ya Tuhan berikanlah terang-Mu memimpin dan menyinari langkah-langkah hidup kami, baik dalam suka maupun dalam duka)

 

B.A.P/Iph

August 08 2018

MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA

KAMIS,  09 AGUSTUS 2018

  

RENUNGAN PAGI

KJ.388 : 1,2 "S'lamat Ditangan Yesus"– Berdoa

 

TIANG PENYULAAN

Ester 5 : 9-14

"... Suruhlah orang membuat tiang yang tingginya lima puluh hasta, dan persembahkanlah besok pagi kepada raja ... (ay.14)

 

Kata-kata ini berasal dari Zeresh istri Haman. Dan desakan dipandang baik Haman lalu dibuatlah tiang itu. Dan seperti apa tiang itu? Terbuat dari besi yang kadang-kadang runcing dan tajam untuk menghukum seseorang yang dipandang jahat oleh raja. Biasanya terhukum itu ditikam hingga tembus sampai keperut. Jadi kita bisa bayangkan jika Mordekhai jadi di sula ratu Ester sendiri menunggu saat yang tepat untuk mengundang raja Ahasyweros dan Haman ke perjamuannya. Berbeda dengan Haman yang mau bertindak penuh karena nafsu jahat. Ester bertindak karena rasa kasih sedangkan Haman dengan nafsu membunuh. Segala penghargaan yang raja beri kepada Haman terasa tidak cukup apabila Mordekhai belum menghormatinya dipelataran istana. Haman menuntut Mordekhai harus tetap menghormatinya bila bertemu di istana. Hal ini membuat hati Haman kejam dengan niat untuk membunuh Mordekhai. Manusia dengan hati yang penuh dengan rasa benci dan dendam selalu mau memuliakan diri sendiri. Apalagi kalau ia mendapat kesempatan itu didepan raja Ahasyweros. Ester menyadari posisinya dan saatnya ia akan memberanikan diri datang kepada raja, meskipun hal ini mengandung risiko besar dengan taruhan nyawanya (Pasal 4 : 13-17). Kejahatan dan pembunuhan yang Haman rancangkan akhirnya berbalik menimpa dirinya sendiri. Akibatnya sangat mengerikan, yaitu Haman sendiri yang disulakan pada tiang penyulaan itu. (Psl 7 : 9-10)

Kiranya orang-orang yang beriman dan berhikmat Allah tidak harus putus asa dalam perjuangan menegakkan keadilan dan kesejahteraan. Kita dipanggil untuk menjelaskan kebaikan dan kebenaran dalam dunia ini. Pada akhirnya orang-orang seperti Haman akan menyadari sendiri akan niat hati mereka dan tindakan-tindakan destruktip mereka yang bisa membahayakan banyak orang.

 

KJ.388 : 3 "S'lamat Ditangan Yesus"- Berdoa

Doa : (Ya Tuhan curahkanlah kami hikmat surgawi-Mu, agar kami mampu mengatasi segala godaan dan niat hati yang jahat)

 

B.A.P/Iph

August 08 2018

MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA

RABU,  08 AGUSTUS 2018

  

RENUNGAN MALAM

KJ.450 : 3 "Hidup Kita Yang Benar"– Berdoa

 

MASA DEPAN DAN HARAPAN HIDUP TIDAK AKAN LENYAP

Amsal 23 : 17-18

"Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang (ay.18)

 

Kita harus yakin seyakin-yakinnya bahwa hidup ini tidak akan lenyap dengan sia-sia. Bahwa hidup saat ini harus menabur akibat yang baik untuk masa depan. Karena itu perjumpaan hidup saat ini harus diteruskan dengan harapan hanya bahwa hidup masa depan akan lebih bahagia. Yang paling utama dalam hidup saat ini dan masa depan ialah takut akan Tuhan, melakukan segala sesuatu dengan berdasarkan takut pada Tuhan. Didiklah diri sendiri untuk mampu memilih jalan terbaik jika harus hidup diantara orang-orang berdosa menurut firman hari ini. Karena siapakah yang berdosa itu. Adalah juga sahabat, teman kita sendiri. Dan apakah selama hidup di dunia ini harus kita iri hati terhadap mereka? Karena bukankah firman Tuhan mengajak kita untuk tidak iri hati kepada mereka? Kemampuan untuk memilih yang baik dan tidak terletak pada kepentingan hati sendiri. Sebab kemampuan itulah yang akan menentukan sukses tidaknya hidup kita dimasa depan.

Sebagai orang tua harus mendidik anak-anak kita bahkan diri kita sendiri untuk menjadi orang-orang terbaik. Karena kita tidak akan mendidikan anak-anak untuk menjadi perusuh-perusuh dunia. Masa depan senantiasa terbuka dan memberi peluang baru untuk kita pakai. Jangan biarkan kesempatan-kesempatan baik itu hilang dengan percuma.

Relasi-relasi kita dengan orang-orang yang baik, orang-orang yang sedikit baik, orang-orang yang jahat, orang-orang yang sedikit jahat semuanya ini membentuk hasil kerja kita sendiri. Tetapi kita harus bersyukur bahwa Tuhan Allah tetap memperhatikan dan memperdulikan kita. Allah memanggil kita bukan saja untuk melakukan kebaikan-kebaikan pribadi, tetapi juga kebaikan-kebaikan secara umum. Dan hal itu yang kita sedang kita lakukan hari ini bahkan untuk masa depan. Kita dipercayakan oleh Allah untuk bekerja dengan bersaksi untuk dunia ini dan keyakinan kita lain yang sudah teruji selama akan bertahan untuk mengelola masa depan hidup kita.

 

KJ.450 : 4 "Hidup Kita Yang Benar"- Berdoa

Doa : (Terimakasih Tuhan tindakan-Mu terhadap hidup kami akan tetap memantapkan dalam diri kami nilai-nilai yang baru untuk masa depan kami)

 

B.A.P/Iph

Page 5 of 7

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •    Gereja Pusat I

    :   06:30 WIB

       Gereja Pusat II

    :   09:30 WIB

       Gereja Pusat III

    :   18:00 WIB

     

       IHM Nuansa Muda

     

    :   18:00 WIB

       Minggu ke 2 dan ke 4

     

       Setiap bulan.

     

     

       Pospel Sepolwan I

     

    :   07:00 WIB

       Pospel Sepolwan II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Pamulang I

     
     
    :   09:00 WIB

       Pospel Pamulang II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Hosana

     
     
    :   06:30 WIB

       Pelkat PA

     
    :   06:30 WIB
        09:30 WIB

       Pelkat PT

    :   08:00 WIB