OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • Slide1
  • Kalender GPIB Karunia 2019
  • PPLP_3R
  • Workshop PKP

MINGGU XXIV SESUDAH PENTAKOSTA

JUMAT,  09 NOVEMBER  2018

  

RENUNGAN PAGI

GB.345 : 1 "Allah, Sumber Rahmat"– Berdoa

 

IKUT SERTA MENYEJAHTERAKAN KOTA

Yeremia 29 : 1 - 7

”Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu" (ay.7)

 

Yeremia menyampaikan suara Tuhan melalui surat yang ia kirim kepada tua-tua di antara orang buangan, kepada imam-imam, nabi-nabi dan seluruh rakyat yang sudah berada dipembuangan Babel. Masa pembuangan harus dijalani umat sebagai akibat dari dosa mereka. Yeremia katakan dalam suratnya, di manapun mereka berada sekarang, bahkan sebagai tawanan sekalipun, mereka harus tetap menjalankan kehidupan seperti mereka berada di tanah air mereka sendiri, Yerusalem. Di Babel mereka tetap harus mempunyai harapan, semangat hidup dan terus berjuang mengupayakan kehidupan mereka. Di pembuangan mereka harus tetap menjalankan kehidupan dalam takut akan Tuhan, kehidupan yang baik dan benar; kehidupan yang sesuai dengan maksud dan rencana Tuhan bagi mereka. Pembuangan jangan sampai membuat umat hidup tanpa harapan, tetapi sebaliknya tetap hidup berpengharapan.

Tulis Yeremia, “Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya; ambilah istri untuk memperanakkan anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah istri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, agar disana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang” (ay.5-6). Yeremia menyerukan, sesuai kehendak Tuhan supaya umat hidup normal di tanah pembuangan. Kehidupan tetap berlangsung seperti ketika mereka hidup di tanah mereka. Jika di tanah mereka, mereka harus tunduk pada peraturan kota dan mengupayakan kesejahteraan kota, maka ketika berada di pembuangan merekapun harus terlibat mengupayakan kesejahteraan kota. Jika tempat di mana mereka berada sekarang sejahtera, maka mereka juga akan merasakannya.

Di manapun orang percaya berada, maka mereka harus terlibat aktif dalam upaya menyejahterakan tempat itu, karena sangat berdampak bagi kehidupan. Kata bijak perlu menjadi perhatian, di mana kaki berpijak di situ bumi dijunjung.

 

GB.345 : 4 "Allah, Sumber Rahmat"- Berdoa

Doa : (Ya Tuhan, pakailah kamu untuk berarti bagi tempat di mana kami berada. Jadikanlah kami orang percaya yang dapat melakukan sesuatu yang bermanfaat dalam upaya menyejahterakan tempat di mana kami menetap) 

N.L.N/jm

MINGGU XXIV SESUDAH PENTAKOSTA

KAMIS,  08 NOVEMBER  2018

  

RENUNGAN MALAM

GB.52 : 1 "Hai Dengarlah Anak-Ku"– Berdoa

 

TINGGI HATI AKAN BINASA

Daniel 5 : 13-30

"Ketika ia menjadi tinggi hati dan keras kepala, sehingga berlaku terlalu angkuh, maka ia dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliaannya diambil dari padanya" (ay.20)

 

Peristiwa di istana raja Babel, siapakah yang dapat mengartikan tulisan pada dinding istana raja? Tidak ada! Semua orang bijaksana di Babel mencoba membaca dan mengartikannya, namun gagal. Tingkat kemampuan manusia memang sangat terbatas untuk mengertii rahasia Allah. Rahasia Allah hanya dapat dimengerti jika Allah berkenan atasnya. Daniel, orang buangan dari tanah Yehuda, seorang yang penuh Roh Allah dan hikmat yang luar biasa, diperkenankan Tuhan mengartikan tulisan pada dinding istana. Daniel ditugaskan untuk menyampaikan apa yang menjadi rencana Tuhan bagi Belsyazar.

Belsyazar mau memberi hadiah bagi Daniel jika ia dapat menjelaskan arti tulisan tersebut. Daniel menolak, karena apa yang ia lakukan bukan karena perintah raja, tetapi karena Tuhan menugaskannya. Arti tulisan tersebut adalah kematian Belsyazar, karena perbuatan jahatnya, “Dan inilah makna perkataan itu: Mene : masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapat terlalu ringan; Peres: Kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia” (ay.25-28). Tuhan memberikan kekuasaan, kebesaran dan kemuliaan bagi Belsyazar sebagai seorang raja. Hal yang sama Tuhan berikan kepada ayahnya Nebukadnezar. Sebagaimana ayahnya yang jahat dan dihukum mati, Belsyazar tidak belajar dari ayahnya, ia juga berlaku lebih jahat. Belsyazar tinggi hati, keras kepala dan berlaku angkuh untuk mengaku dan bertobat, maka ia pun mendapat penghukuman dari Tuhan.

Tiga hal yang tidak boleh ada dalam kehidupan orang percaya, tinggi hati, keras kepala (bebal) dan angkuh, karena ketiga sifat yang buruk itu akan sangat memengaruhi kehidupan, kita akan menjadi seorang yang tidak berkenan bagi Tuhan. Sebaliknya, rendah hati dan mau dengar-dengar terhadap firman Tuhan akan membuat kita menjadi orang yang bijak menjalani kehidupan. Kita perlu didikan dan teguran Tuhan ketika kita telah berbuat jahat. Mengaku di hadapan Tuhan untuk kejahatan yang sudah kita lakukan, bertobat, dipulihkan Tuhan dan hidup benar, sesuai maksud
Tuhan.

 

GB.52 : 3 "Hai Dengarlah Anak-Ku"- Berdoa

Doa : (Ya Tuhan, ajarlah kami untuk hidup dalam kerendahan hati supaya kami tidak binasa) 

N.L.N/jm

MINGGU XXIV SESUDAH PENTAKOSTA

KAMIS,  08 NOVEMBER  2018

  

RENUNGAN PAGI

KJ.426 : 1 "Kita Harus Membawa Berita"– Berdoa

 

PEMBAWA PESAN TUHAN

Daniel 5 : 1-12

"Karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi" (ay.12)

 

Belsyazar raja Babel hidup dalam pesta pora dan kemabukan. Raja berpesta adalah wajar, tetapi menjadi tidak wajar bila berpesta pora dan mabuk-mabukkan dengan mempergunakan perkakas Rumah Tuhan. Perkakas diambil dari Bait Suci di Yerusalem oleh Nebukadnezar, ayah Belsyazar, sebagai pampasan perang, ketika Israel ditaklukkan bangsa Babel dalam peperangan dengan dibawanya perkakas Rumah Tuhan ke Babel, ini menjadi simbol kekalahan Israel atas Babel. Apa yang dilakukan Belsyazar adalah suatu kekejian dan pelecehan terhadap Tuhan. Belsyazar dihukum Tuhan karena kejahatannya. Penghukuman terhadap Belsyazar diberitahukan melalui tulisan pada dinding Istana. 

Di saat raja sedang berpesta, “Pada waktu ltu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu" (ay.5). Reaksi raja ditulis demikian, "Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukkan" (ay.6). Dalam ketakutannya yang luar biasa raja meminta supaya semua orang bijaksana di Babel dapat memberitahukan kepadanya apa arti tulisan tersebut, tetapi tidak seorangpun dapat mengartikannya.

Diberitahukan kepada raja bahwa di Babel ada seorang yang memiliki roh yang luar biasa, pengetahuan dan akal budi. Orang itu dapat menerangkan arti mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan. Namanya Daniel. Daniel dipanggil raja untuk memberitahukan kepadanya makna dari tulisan pada dinding istana. Hanya Daniel yang dapat mengartikan tulisan itu, karena Roh Allah ada padanya.

Tidak seorangpun dapat mengetahui rahasia Allah. Allah terlalu luar biasa besarnya untuk dapat dengan mudah dipahami manusia. Namun, jika Tuhan berkenan atas seseorang maka melalui pertolongan Roh-Nya manusia dapat menyelami rahasia Allah. 

 

KJ.426 : 4 "Kita Harus Membawa Berita"- Berdoa

Doa : (Ya Tuhan, layakkanlah kami bagi-Mu dan pakailah hidup kami menyatakan maksud-Mu bagi dunia ini) 

N.L.N/jm

MINGGU XXIV SESUDAH PENTAKOSTA

RABU,  07 NOVEMBER  2018

  

RENUNGAN MALAM

KJ.369a : 1 "Ya Yesus Ku Berjanji"– Berdoa

 

TUNAIKAN TUGAS SAMPAI SELESAI

Ester 8 : 1-17

"Kemudian Ester berkata lagi kepada raja sambil sujud pada kakinya dan menangis memohon karunianya, supaya dibatalkan maksud jahat Haman..." (ay.3)

 

Haman sudah dihukum mati. Apakah persoalan selesai? Belum. Ester harus menuntaskan tugasnya yakni membatalkan surat yang sudah disebar ke seluruh wilayah Persia. Isi surat yang sudah tersebar adalah rancangan Haman yang ditulisnya untuk membinasakan orang-orang Yahudi di semua daerah kerajaan Persia. Jika titah itu tidak dibatalkan, maka orang-orang Yahudi terancam, dan jika raja membatalkan surat itu, maka orang-orang Yahudi luput dari pembantaian. Inilah tugas yang harus dituntaskan. Ester tetap konsisten melakukan tugasnya. Ia membujuk raja untuk menarik keputusannya. Ester memohon agar raja mengampuni bangsanya dan membebaskan mereka. Ester mohon supaya raja mengeluarkan surat pembatalan. Melalui usaha keras Ester, raja memanggil para panitra untuk membuat surat pembatalan. Tugas yang dipercayakan kepada Ester adalah pertaruhan hidup dan matinya, bagaimana jika raja marah dan menolak membatalkan surat pembantaian terhadap orang-orang Yahudi? Namun, Ester berani membela bangsa-Nya. Ia menjalankan tugasnya.

Bagaimana Ester dapat melakukan tugasnya tanpa rasa takut, sekalipun nyawa taruhannya? Ester diberkati Tuhan, ia dilayakkan Tuhan melakukan tugasnya. Karena Tuhan menolong, maka tugas yang berat itu dapat dilakukan dan diselesaikan dengan baik. Orang yang diberkati Tuhan akan memahami tanggungjawabnya dan akan menjalaskan tugasnya sampai tuntas. Ia tidak akan menyerah dan tidak takut tuntuk memperdengarkan suara Tuhan, karena ia tahu bahwa Tuhan yang memberinya tugas untuk dijalankan dan dituntaskan. Tugas yang dipercayakan kepadanya bagi orang yang diberkati adalah suatu anugerah. Kehadiran orang benar harus berguna bagi orang lain dan bersedia dipakai Tuhan untuk maksud-Nya bagi manusia dan dunia.

 

KJ.369a : 3 "Ya Yesus Ku Berjanji"- Berdoa

Doa : (Tolong kami Tuhan untuk setia menjalankan tugas yang Tuhan percayakan bagi kami. Tolong kami untuk melakukannya sampai akhir) 

N.L.N/jm

MINGGU XXIV SESUDAH PENTAKOSTA

RABU,  07 NOVEMBER  2018

  

RENUNGAN PAGI

KJ.424 : 1 "Yesus Menginginkan Daku"– Berdoa

 

BERANI MENYATAKAN KEBENARAN TUHAN

Ester 7 : 1-10

"Lalu jawab Ester: "Penganiaya dan musuh itu, ialah Haman, orang jahat ini!" Maka Haman pun sangatlah ketakutan dihadapan raja dan ratu" (ay.6)

 

Apakah apa yang dapat kita sombongkan dari diri kita? Yang pasti tidak ada! Apapun yang kita miliki, bahkan hidup kita sekalipun adalah milik Tuhan. Haman adalah seorang pembesar kerajaan Persia yang sombong. Ia mau semua orang Yahudi menyembah dia. Ketika Mordekhai, pegawai gerbang istana, seorang Yahudi tidak bersedia menyembah Haman, ia sangat marah dan memanfaatkan jabatannya untuk melampiaskan kebenciannya kepada Mordekhai. Ia mau membunuh Mordekhai dan orang-orang Yahudi di kerajaan Persia. Ester, anak angkat Mordekhai, ratu Persia, permaisuri raja Ahasyweros, mengetahui niat jahat Haman dan menyampaikannya kepada raja. Mendengar penyampaian Ester, raja marah dan memerintahkan supaya Haman di sula. Sangat ironis bahwa Haman di sula di tiang yang ia persiapkan untuk Mordekhai.

Perbuatan jahat kepada orang lain tidak akan berkenan bagi Tuhan, bahkan baru niat saja sudah kekejian bagi Tuhan. Berniat jahat berarti sudah merancangkan yang jahat dengan pikiran dan melibatkan hati. Bagaimanapun cara seseorang merancangkan kejahatan untuk menjatuhkan atau membunuh seseorang, itu hanya akan berbalik kepada dirinya sendiri. Kata-kata bijak, "Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. "Perhatikanlah, kejahatan tidak berkenan bagi Tuhan. Ketika Haman dalam keangkuhannya mau membunuh Mordekhai, Tuhan memberi keberanian kepada Ester untuk bersaksi di hadapan raja tentang kejahatan Haman. Untuk menyampaikan suatu kebenaran dibutuhkan keberanian. Jika Tuhan berkehendak, Tuhanlah yang akan menolong. Ester melakukannya dengan menyatakan kebenaran yang sesungguhnya dari kejahatan yang dilakukan oleh Haman. Karena kejahatannya, Haman binasa.

 

KJ.424 : 4 "Yesus Menginginkan Daku"- Berdoa

Doa : (Tolong kami Tuhan untuk dapat bersaksi benar tentang kebenaran-Mu) 

N.L.N/jm

Page 4 of 34

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •    Gereja Pusat I

    :   06:30 WIB

       Gereja Pusat II

    :   09:30 WIB

       Gereja Pusat III

    :   18:00 WIB

     

       IHM Nuansa Muda

     

    :   18:00 WIB

       Minggu ke 2 dan ke 4

     

       Setiap bulan.

     

     

       Pospel Sepolwan I

     

    :   07:00 WIB

       Pospel Sepolwan II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Pamulang I

     
     
    :   09:00 WIB

       Pospel Pamulang II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Hosana

     
     
    :   06:30 WIB

       Pelkat PA

     
    :   06:30 WIB
        09:30 WIB

       Pelkat PT

    :   08:00 WIB