OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • Slide1

MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA

SELASA,  18 SEPTEMBER 2018

  

RENUNGAN PAGI

GB.79 : 1,2 "B'ri Pada-Nya"– Berdoa

YANG DITINGGIKAN, YANG DITUNDUKKAN

Yesaya 2 : 11-17

"Manusia yang sombong akan ditundukkan dan orang yang angkuh akan direndahkan: hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu" (ay.17)

 

Lagu "Killing Floor" adalah lagu yang disukai oleh gitaris Eric Clapton yang dijuluki God of Guitar. Jari-jari tangan kirinya bergerak menakjubkan di atas fret gitar memainkan lagu yang katanya susah itu. Pada satu kesempatan konser, Clapton dan bandnya, Cream, menyilakan seorang anak muda pemalu tampil dengan gitarnya. Anak muda itu menyalakan amplifier dan menyetel tombol-tombolnya hingga 10. Tidak ngomong apa-apa. Semua orang bingung melihatnya. Volume di gitar Statosfernya dipelankan supaya imbang. Mereka semua geleng-geleng kepala. Bakal keras nih suaranya.

Anak muda itu pun mendapat kesempatan aksi solo dengan lagu kesukaan Clapton. Clapton hanya terperanjat melihat permainan gitarnya. Permainan gitarnya terlampau lincah. Clapton segera meninggalkan panggung. Dia agak marah dan mengatakan pada orang yang telah membawa anak muda itu; "Kamu tidak memberitahu saya, dia begitu bagus."

Mendapat sanjungan dan dianggap lebih dari yang lain dapat membuat seseorang senang. Sanjungan yang diterima merupakan pengakuan dari orang lain bahwa dirinya lebih baik. Beberapa orang berusaha tetap merendah dengan sanjungan yang diterima. Mereka menganggap sanjungan tersebut tidak layak diterimanya. Namun tidak sedikit juga yang memenuhi ruang ingatan di kepalanya dengan sanjungan hingga menjadi besar kepala.

Nabi Yesaya mengingatkan para petinggi di Yerusalem agar tidak menyombongkan diri. Karena pada saatnya nanti, Tuhan akan menundukkan dan merendahkan mereka. Mereka akan melihat bahwa kekuasaan hanya ada pada Tuhan. Tidak ada di alam ini yang melebihi Tuhan. Dia adalah Allah yang Mahakuasa. Bertahun-tahun kemudian Clapton masih malu mengingat pengalaman itu. Anak muda yang pemalu itu pun kelak menjadi terkenal. Para pemain gitar mungkin mengetahui namanya: Jimi Hendrix.

 

GB.79 : 3 "B'ri Pada-Nya"- Berdoa

Doa : (Tuhan, ajarlah kami untuk tidak membiarkan diri larut dalam sanjungan, sehingga melupakan kebesaran kuasa-Mu; juga ajar kami menundukkan hati di hadapan setiap orang) 

L.R.J.K/jm

MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA

MINGGU,  16 SEPTEMBER 2018

  

RENUNGAN MALAM

GB.48 : 1,2 "Janganlah Hai Anak-Ku"– Berdoa

 

ARAH YANG TIDAK TEPAT

Amsal 21 : 4

"Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa." (ay.4)

 

Pada tahun 2003 jalan dari Sosok ke Entikong yang diberikan penerangan adalah bagian jalan yang melintasi hutan. Demikian juga pada bagian antara desa Kasromego dan desa Kenaman. Bagian kiri dan kanannya adalah hutan dengan pohon-pohon besar. Bila hendak mengendarai motor di bagian jalan itu di malam hari, sebaiknya dipastikan bahwa lampu dalam keadaan baik. Jika tidak mau salah arah di perjalanan, kita harus mengandalkan penerangan yang baik. Jika lampu mendadak mati dan harus mendorong motor, berharaplah ada cahaya purnama dan tidak ada ular sepanjang 5 meter sedang menyeberang jalan.

Setiap orang membutuhkan arahan dalam mengambil keputusan. Arahan itu bisa datang melalui keluarga, teman, rekan kerja, bahkan orang asing sekalipun. Jika Tuhan berkenan, arahan dari mereka akan mengantar pada hal-hal yang jauh lebih baik. Namun, tidak jarang seseorang lebih suka diarahkan oleh pikirannya sendiri. Pengambilan keputusan juga didasarkan pada kemauan sendiri. Merasa pandangannya lebih baik dari orang lain, ditambah percaya diri sendiri dan tidak menyerahkan pada kehendak Tuhan adalah awal dari tujuan yang tidak sesuai sasaran. Tujuan yang tidak tepat dengan sasaran bukan saja memengaruhi masa depan, tapi juga orang lain. Iya, kalau jadi lebih baik, tapi kalau tidak?

Benih kesombongan ada dalam pikiran setiap orang yang terlalu percaya diri dan hanya melihat bahwa dirinya yang paling baik dari orang lain. Juga ada di hati setiap orang yang memandang rendah orang lain. Ketika kesombongan telah menguasai pikiran dan hati seseorang, maka dia tidak lagi dalam arah tujuan yang tepat.

GB.48 : 3,4 "Janganlah Hai Anak-Ku"- Berdoa

Doa : (Tuhan, jangan biarkan kami hanya mengandalkan pikiran dan perasaan kami, ingatkan kami untuk selalu menyerahkan keputusan kami dalam tuntunan-Mu) 

L.R.J.K/jm

MINGGU XVI SESUDAH PENTAKOSTA

MINGGU,  16 SEPTEMBER 2018

  

RENUNGAN PAGI

GB.229 : 1,2 "Sendengkanlah Telingamu"– Berdoa

 

SOMBONG TERHADAP ALLAH BERAKHIR BENCANA

Kejadian 11 : 1-9

"Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi" (ay.4)

 

Sebuah pepatah Yahudi, "Kesombongan adalah topeng dari kesalahan." Pepatah ini ada benarnya! Tidak sedikit orang berlaku sombong untuk menutupi keburukan, pelanggaran, bahkan dosa pribadinya. Peristiwa di tanah Sinear - Babel di masa purbakala menunjukkan hal tersebut. Pertama, sikap manusia yang tidak mengindahkan perintah Allah agar berpencar dan memenuhi merupakan salah satu bentuk kesombongan terhadap Allah. Sikap tersebut juga menandakan keinginan manusia untuk hidup dalam keamanan dan kenyamanan, hingga lalai meyakini kuasa dan pemeliharaan Allah atas kehidupan mereka dimana pun mereka menetap dan bekerja di dunia. Kedua, sikap manusia yang mencari nama (ay.4) hingga menghalalkan berbagai cara telah menyebabkan kesia-siaan belaka dalam hidup dan karya mereka. Mereka lupa bahwa sebuah menara yang kuat tidak cukup dibangun hanya dengan tanah liat, melainkan terutama dengan bebatuan! Demikian pula 'menara' kehidupan kita hanya kuat jika didasarkan pada sikap taat dan kasih kepada Allah, bukan karena kuasa, jabatan, kekayaan, kegagahan, serta hikmat manusiawi yang terbatas adanya. Ketiga, Allah tidak menghendaki manusia bersatu untuk menyombongkan diri di hadapan-Nya. Allah akan melakukan segala tindakan yang dipandang-Nya perlu untuk menggagalkan semua niat dan pekerjaan jahat manusia, supaya mereka kembali melaksanakan tugasnya sebagai ciptaan-Nya sekaligus rekan sekerja Allah di dunia. Keempat, Allah selalu memiliki cara yang tepat untuk mengakhiri kesombongan manusia. Di masa lalu, Ia telah menciptakan berbagai bahasa manusia supaya mereka tidak saling bersepakat untuk melakukan yang jahat. Namun, melalui keragaman tersebut, Allah juga mendidik manusia agar belajar rendah hati dan saling memahami seorang terhadap yang lain.

Belajar dari peristiwa tersebut, mari kita hentikan segala bentuk kesombongan sebab kesombongan hanya mendatangkan hukuman Allah. Sebaliknya, taatlah kepada Allah dan muliakanlah Dia melalui segenap karya dan pelayanan kita. Hanya dengan demikian kita dapat menjadi berkat di mana pun kita berada dan bekerja.

KJ.411 : 1,2 "Ya Cahya Kasih Jalanku Kelam"- Berdoa

Doa : (Ya Tuhan, cegahlah hati dan lidahku dari segala kesombongan, serta mampukanlah aku untuk melayani-Mu dengan taat) 

S.N/jm

MINGGU XVI SESUDAH PENTAKOSTA

SABTU,  15 SEPTEMBER 2018

  

RENUNGAN MALAM

KJ.161 : 1 "Segala Kemuliaan"– Berdoa

 

SEGALA KEMULIAAN HANYA BAGI TUHAN

Roma 16 : 25-27

"... bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat..." (ay.27)

 

Surat Roma diakhiri dengan puji-pujian dan juga merupakan ringkasan Injil yang Paulus beritakan dan kasihi. Injil yang memungkinkan orang Kristen dapat berdiri teguh di tengah kerasnya kehidupan. Injil yang berisi KABAR BAIK tentang kuasa dan kasih Allah dalam Yesus Kristus telah mengalahkan maut dan kematian serta memberi kesempatan hidup baru bagi siapa saja yang percaya kepada-Nya. KABAR BAIK bahwa dipenuhi Cinta Allah dalam Trinitas (Bapa-Putra-Roh Kudus) yang merupakan daya hidup bagi manusia untuk menikmati hidup anugerah Tuhan. KABAR BAIK bahwa Allah Trinitas menjaga manusia dari bayang-bayang kuasa jahat yang masih mau merenggut manusia kembali jagi milik mereka. Ringkasnya, KABAR BAIK tentang kasih karunia Allah bagi manusia dan seluruh ciptaan.

KABAR BAIK itu menjadi hak dan kewajiban orang Kristen. Hak orang Kristen menerima berita Injil untuk dirinya sendiri, sembari menjadi suatu kewajiban untuk menyebarkan Injil itu kepada orang lain. Meneruskan KABAR BAIK itu ke tempat-tempat di mana KABAR BAIK dan damai sejahtera Allah perlu diwartakan, sebagaimana doa Fransiscus dari Asisi :

Ya Tuhan, jadikanlah aku alat damai sejahtera-Mu supaya ... Aku mengasihi, di mana ada kebencian. Memaafkan, di mana ada saling menghina, Mempersatukan, di mana ada pertentangan, Menimbulkan Pengharapan, di mana terdapat ketidakpastian. Menyatakan terang, di mana kegelapan berkuasa, Membawa kegembiraan, di mana kesedihan mencekam...

Itulah tugas Kristen yang diberikan Allah kepada gereja/umat-Nya. Dengan cara demikianlah nama Allah semakin dimuliakan, dan pada akhirnya SEGALA KEMULIAAN HANYA BAGI TUHAN.

KJ.161 : 2 "Segala Kemuliaan"- Berdoa

Doa : (Terimakasih ya Tuhan, kemuliaan-Mu buat hidup kami bermakna dan selamatkan kami dari yang jahat) 

A.L/jm

MINGGU XVI SESUDAH PENTAKOSTA

SABTU,  15 SEPTEMBER 2018

  

RENUNGAN PAGI

KJ.441 : 1 "Ku Ingin Menyerahkan"– Berdoa

 

HIDUP BIJAK DAN WASPADA

Roma 16 : 17-24

"... aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, ..." (ay.19)

 

Menjelang akhir suratnya kepada jemaat Roma, Paulus menegaskan lagi ancaman dari nabi-nabi dan guru-guru palsu dengan ajaran sesat yang bertentangan dengan iman kepada Kristus. Mereka hanya melayani perut mereka sendiri, menipu Jemaat di Roma dengan kata-kata manis dan muluk yang sebenarnya hanya kosong belaka (ay.18). Tidak sedikit orang dikelabui oleh pengajaran dan pembawaan mereka yang sangat meyakinkan, namun penuh tipu daya. Disitulah bahayanya, karena tanpa disadari banyak orang termakan oleh kebohongan mereka, tergoda oleh tampilan yang memikat. Paulus tegas mengingatkan jemaat agar menghindari mereka, namun tidak dengan cara-cara kasar dan keras, melainkan dengan cara mengambil sikap hidup : Bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat (ay.19b). Artinya, jemaat harus menjaga dan mengarahkan hidup pada hal-hal yang mendatangkan kebaikan, dan menjaga diri sedemikian rupa dari semua godaan jahat.

Dengan kata lain, mereka harus membangun kesadaran dan kewaspadaan. Kesadaran untuk mengambil jarak, tidak bergaul dengan guru-guru palsu dan kelompok-kelompok mereka. Sambil tetap waspada, menajamkan kepekaan pada godaan yang menggiurkan sembari berdoa agar dengan kekuatan Allah, kuasa dan godaan iblis dikalahkan (ay.20). Paulus yakin jemaat di Roma yang sangat teruji dalam hal ketaatan kepada Kristus dapat menghadapi kelompok tersebut serta menutup suratnya dengan nasihat dan kata-kata berkat (ay.24). Nasihat Paulus terhadap jemaat di Roma tentunya masih sangat relevan dalam semua situasi yang dihadapi saat ini baik dalam hidup berjemaat maupun dalam hidup keseharian kita, yakni : hidup bijak dan waspada.

 

KJ.441 : 5 "Ku Ingin Menyerahkan"- Berdoa

Doa : (Berikanlah kepada kami Roh kelemah-lembutan dan kebijaksaan, agar damai dan kuasa-Mu dapat kami hadirkan kemana pun kami pergi) 

A.L/jm

Page 4 of 19

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •    Gereja Pusat I

    :   06:30 WIB

       Gereja Pusat II

    :   09:30 WIB

       Gereja Pusat III

    :   18:00 WIB

     

       IHM Nuansa Muda

     

    :   18:00 WIB

       Minggu ke 2 dan ke 4

     

       Setiap bulan.

     

     

       Pospel Sepolwan I

     

    :   07:00 WIB

       Pospel Sepolwan II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Pamulang I

     
     
    :   09:00 WIB

       Pospel Pamulang II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Hosana

     
     
    :   06:30 WIB

       Pelkat PA

     
    :   06:30 WIB
        09:30 WIB

       Pelkat PT

    :   08:00 WIB