OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • Pesparawi-2016
  • Jemaat Ibadah Penahbisan
  • Penahbisan Pdt. John Haba
  • Ibadah Penahbisan
  • Phmj
  • Slide1
Published in Artikel April 15 2017

Paskah

PASKAH.

Sama seperti Jumat Agung mulai dengan malam sebelumnya (Kamis Putih), maka begitu juga hari Paskah, dimulai dengan malamnya (bnd. Kej.1:5,8,13 dst). Ada Gereja-gereja yang merayakannya semalam suntuk, antara lain dengan membaca bagian-bagian Alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) sehubungan dengan Paskah serta pelayanan Baptisan Kudus (menjelang subuh).

Paskah adalah hari Kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, yang ditandai dengan kubur kosong.                                                                   Paskah jatuh pada Hari Pertama (Arab ‘Akhad’, Ibr. Ekhad): Kej. 1:5; Mat.28:1; Mrk.16:2; Luk.24:1; Yoh.20:1).                                                           Hari Pertama adalah Hari Minggu. Kata ‘Minggu’ berasal dari bahasa Portugis (Dominggu(s) dan Latin Dominus, yang berarti ‘Tu(h)an. Karena itu Hari Minggu adalah hari Tuhan (Why.1:10).

Paskah adalah hari raya utama dalam Kekristenan karena merupakan titik tolak iman orang percaya (I Kor 15:14).                                                 Karena itu maka Hari Paskah (termasuk malamnya) hendaknya dirayakan sebagai hari peringatan Gereja yang paling meriah, dan harus dirayakan dalam kegembiraan dan sukacita.

Minggu Paskah dirayakan selama 7 Minggu; termasuk Hari Minggu setelah Yesus Kristus naik ke Surga.

Minggu Paskah  II (Lat. Quasimodo Geniti = Sama seperti bayi-bayi yang baru lahir’ (1 Ptr.2:2).

Minggu Paskah III (Lat. Misercordias Domini = ‘Kasih Setia Tuhan’ (Mzm.89:2), dalam kombinasi dengan Mzm.33:5).                                             Hari Minggu ini juga sering disebut Pastor Bonus (Gembala Yang Baik).

Minggu Paskah IV (Lat. Jubilate = ‘Bersorak-sorailah’ (Mzm.66:1).

Minggu Paskah V (Lat. Cantate = ‘Nyanyikanlah’ (Mzm.98:1).

Minggu Paskah VI (Lat. Rogate = ‘Mintalah’, sehubungan dengan Doa untuk tumbuh-tumbuhan pertanian (cukup relevan!), juga sehubungan dengan ‘panen rohani’ yang ditandai oleh perayaan Pentakosta nanti.

 

Simbol untuk Minggu Paskah adalah bunga lily dengan warna dasar putih.

Warna dasar            : Putih

Lambang/Logo       : Bunga Lily

Warna bunga Lily   : Putih

Arti                           : Bunga lily merupakan simbol dari hari Paskah dan kekekalan.

                                  Umbi-umbian dari bunga lily haruslah ditanam dan mati dahulu

                                  di dalam tanah, baru kemudian daripadanya akan tumbuh suatu kehidupan baru. Melalui Paskah orang percaya telah

                                  menerima kehidupan baru yang diberikan lewat kematian dan penderitaan Kristus (band. Yoh 12; 34),

                                  dan kehidupan baru itu sendiri adalah kehidupan yang berkaitan dengan hidup kekal.

 

Simbol ini berganti pada Rabu malam menjelang Yesus Kristus naik ke surga.

Published in Artikel March 07 2017

minggu pra paskah

PRAPASKAH adalah persiapan sebelum paskah. Masa Prapaskah adalah masa dimana umat mengenang dan menghayati kembali seluruh pelayanan Yesus yang penuh tantangan dan derita, yang dimulai dari Kaisarea Filipi sampai di Yerusalem. Oleh karena itu, masa ini adalah merupakan kesempatan untuk umat berpuasa, meratap, sadar diri, menyesal  dan bertobat.

Ada yang memulainya dengan pada Septuagesima (berarti ‘yang ke-70’); bukan menunjuk pada hari ke-70 sebelum Paskah, tetapi melambangkan ke-70 bangsa di dunia atau ke-70 tahun masa pembuangan di negeri Babel (2 Taw.36:21; Yer.25:11,12). Ada juga yang memulainya dengan Sexagesima (berarti ‘yang ke-60’); Ini hanya nama saja, sama seperti ‘yang ke-70’ bukan berarti hari ke-60 sebelum Paskah. Ada juga yang memulainya dengan Quinquagesima (berarti ‘yang ke-50’), yaitu hari ke-50 sebelum Paskah, sama seperti Pentakosta (bahasa Yunani) adalah yang ke-50 sesudah Paskah, sehingga seluruh Paskah menjadi ‘100 Hari’.

Mengacu pada kesaksian Alkitab tentang masa pergumulan dan pertobatan, baik yang dialami umat Israel di padang gurun; Musa di atas gunung; Elia dalam perjalanan ke Horeb; Pertobatan orang Niniwe setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan terakhir Yesus yang berpuasa di padang gurun maka GPIB memperingati masa prapaskah selama 40 hari atau Enam Minggu. Bahasa latinnya adalah Quadragesima (berarti ‘yang ke-40’); hari ke-40 sebelum Paskah. Minggu Prapaskah dimulai dengan ‘Rabu Abu’ (hari Rabu sebelum Minggu Prapaskah VI).

RABU ABU Awal Masa 40 hari; bukan Hari Rabu sebelum Jumat Agung. Abu yang secara simbolik ditaruh di atas kepala atau dijadikan tempat tidur menunjukkan perendahan diri, intropeksi, perkabungan, pertobatan, pendekatan diri kepada Tuhan : manusia tidaklah lebih daripada debu di hadapan Allah (Kej.18:27; 2 Sam.13:19; Est.4:1,3; Ayb.2:8;42:6 Yes.58:5, Yeh. 27:30; Dan 9:3; Yun.3:6).

Oleh karena dinamakan Minggu Prapaskah maka perhitungannya adalah mulai dari Minggu Prapaskah VI dan seterusnya sampai Minggu Prapaskah I. Hal ini penting karena Jumat Agung atau peringatan Kematian Yesus Kristus terjadi dalam Minggu Prapaskah I. Jika dihitung menurut jumlah hari antara Rabu Abu dan Paskah, maka ternyata jumlah itu bukan 40, melainkan 46. Dalam hal ini, 6 Hari Minggu tidak termasuk karena hari Minggu tetap mengacu kepada Kebangkitan Kristus. Bagaikan enam oasis di padang gurun yang menjadi tempat untuk melepas lelah dan penyegaran untuk terus menjalani gurun kehidupannya, demikianlah 6 Hari Minggu dalam masa prapaskah yang menjadi tempat persinggahan umat untuk memperoleh kekuatan agar tabah melangkah menjalani masa 40 hari sampai memuncak pada Hari Paskah.

INVOCABIT Kata Latin Invocabit = ‘Bila ia berseru’ (Mzm. 91:15), sesuai dengan antifon Mazmur Pembukaan pada Hari Minggu VI Prapaskah.

REMINISCERE (Reminiscere) = ‘Ingatlah’ (Mzm.25:6), sesuai dengan antifon Mazmur Pembukaan pada Hari Minggu V Prapaskah.

OCULI (Oculi) = 'Mata (ku)' (Mzm. 25:15), sesuai dengan antifon Mazmur Pembukaan pada Hari Minggu IV Prapaskah.

LAETARE (Laetare) = ‘Bersukacitalah’ (Yes. 66:10), sesuai dengan antifon untuk Mazmur 122 sebagai Mazmur Pembukaan pada Hari Minggu III Prapaskah.

JUDICA (Judica) = ‘Berilah Keadilan’ (Mzm.43:1), sesuai dengan antifon Mazmur Pembukaan pada Hari Minggu II sebelum Paskah.

PALMARUM berarti ‘Hari Palma’ (bnd. Yoh.12:13), yaitu Hari Minggu Prapaskah I. Jika tematiknya tidak berhubungan dengan perjalanan Yesus Masuk ke Yerusalem, maka Hari Minggu ini juga dapat disebut Hari Minggu Passio (Minggu Sengsara).

 

Simbol Minggu Prapaskah adalah gambar Ikan (Yun. IXHTUS) dengan warna dasar ungu tua dengan tulisan ‘Yesus Kristus, Anak Allah, Juruselamat) dari kata IXHTUS = YESU KRISTU, THEOS HUIOS, SOTERIA

  • Warna dasar                              : Ungu Tua
  • Lambang/Logo                         : Ikan (ICHTUS)
  • Warna pinggir ikan dan huruf : Kuning
  • Tulisan                                       : Yesus Kristus, Anak Allah, Juruselamat
  • Arti                                           : Tanda ini merupakan suatu Sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang sedang mengalami penganiayaan. Pada masa penyiksaan dan penganiaayaan yang hebat itu mereka tidak bisa saling menyatakan diri sebagai pengikut Yesus. Karena itu, agar mereka tetap bersatu dan saling mengenal di antara mereka sebagai pengikut Yesus, dan terlebih tetap mengakui iman bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan Juruselamat maka mereka menggambar ikan di telapak tangan mereka masing-masing.

Simbol Prapaskah berganti pada malam Jumat Agung.

Published in Artikel January 12 2017

EPIFANI 1

EPIFANI (Yun. Epifanea = penampakan). Istilah ini awalnya dipakai untuk penampakkan kaisar atau patungnya sebagai dewa pada puncak manifestasi di stadion atau amfiteater (tempat tontonan besar untuk rakyat).
Umat Kristen pertama tidak mengakui kaisar, melainkan Yang Tersalib sebagai Tuhan.

Istilah ‘Epifania’ tetap mereka pakai untuk peringatan Penampakan (penyataan atau tampil di muka umum) Sang Juruselamat yang bernama Yesus. Makanya, Epifani lebih terkait dengan perisitiwa-peristiwa sbb; penampakkan Bintang di Timur, penyembahan orang Majus, Bayi Yesus yang dibawa oleh orang tuanya ke Bait Allah untuk diserahkan kepada Allah, tampilnya Yesus di sungai Yordan untuk dibaptis Yohanes dan penetapanNya (dengan suara dari atas : ‘Inilah Anak-Ku’).

Hari Epifani dirayakan pada 6 Januari, sedangkan Minggu Epifani dimulai dengan Hari Minggu terdekat dengan tanggal 6 Januari.
Minggu transfigurasi (Yesus berubah wujud = Pemuliaan Yesus di atas gunung dan penetapan kembali sebagai Anak yang dikasihi dan dikenan oleh Allah) masuk dalam Minggu-minggu Epifani. Dalam Lukas 9:31 dikatakan bahwa Musa dan Elia berbicara dengan Yesus tentang ‘tujuan kepergian-Nya’ (Yun. ekshodos atau exodus-Nya) ke Yerusalem, yakni agar paskah digenapi oleh-Nya.
Minggu terakhir dari Minggu-minggu Epifani disebut Esto Mihi = ‘Jadilah bagiku’ (Mzm. 31:3b);

Yakni sebagai titik peralihan, menurut cerita Injil, dari perjalanan Yesus di Galilea kepada perjalanan-Nya ke Yerusalem.
Simbol Hari dan Minggu Epifani adalah Bintang bersegi lima (warna putih) di dalam Lingkatan (warna kuning) dengan warna dasar Hijau.

  • Warna dasar     : Hijau
  • Lambang/Logo  : Bintang bersegi lima
  • Warna Bintang  : Putih
  • Lingkaran         : Kuning
  • Arti                 : Bintang persegi lima lebih dikenal sebagai bintang Yakub, dalam hal ini menunjuk pada terbitnya bintang dari keturunan Yakub (Bilangan 24:17). Di kemudian hari hal ini dimanifestasikan lewat kelahiran YESUS KRISTUS yang ditandai pula dengan munculnya/terbitnya bintang di Timur (Matius 2:1-2). Bintang ini pula yang menunjuk pada penampakan kemuliaan YESUS KRISTUS bagi umat manusia.

Simbol Minggu Epifani ini berganti pada Hari Minggu Prapaskah.

Page 4 of 4

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •    Gereja Pusat I

    :   06.00 WIB

       Gereja Pusat II

    :   09.30 WIB

       Gereja Pusat III

    :   18.00 WIB

     

       IHM Nuansa Muda

     

    :   15.00 WIB

       Minggu ke 2 dan ke 4

     

       Setiap bulan.

     

     

       Pospel Sepolwan I

     

    :   07.00 WIB

       Pospel Sepolwan II

    :   17.00 WIB

     

       Pospel Pamulang I

     
     
    :   09.00 WIB

       Pospel Pamulang II

    :   17.00 WIB

     

       Pospel Hosana

     
     
    :   06.30 WIB

       Pelkat PA

     
    :   06.30 WIB
        09.30 WIB

       Pelkat PT

    :   08.00 WIB

     

     

    image6

    PEMBACAAN ALKITAB SEPEKAN

    Tanggal

    Pagi Malam
     17 Okt '17 Mzm 102 : 24-29 Mzm 103 : 1-5
     18 Okt '17 Mzm 103 : 6-18

    Mzm 103 : 15-22

     19 Okt '17 Mzm 104 : 1-18 Mzm 104 : 19-24
     20 Okt '17 Mzm 104 : 25-30 Mzm 104 : 31-35
     21 Okt '17 Mzm 108 : 1-10 Mzm 108 : 11-14
     22 Okt '17

    1 Taw 6 : 31-47

    1 Taw 6 : 48-53