OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • PHMJ GPIB KARUNIA CIPUTAT 2017-2020
  • Kalender GPIB Karunia 2019
  • Slide1

MINGGU EPIFANIA

RABU, 9 JANUARI 2019

Renungan Malam

GB 69 : 1 "Ku Mulai Dari Diri Sendiri" –Berdoa

KONEKSI DAN KOREKSI

Yesaya 63 : 15 - 19

... nama-Mu ialah "Penebus kami" sejak dahulu kala (ay.16)

 

Tindakan dosa benar-benar menjadi pemisah antara Yang Maha kudus menghendaki umat hidup kudus namun kenyataannya umat tidak hidup dalam kekudusan. Umat datang pada Allah, memohon agar Allah tetap menjadi Bapa yang setia memperhatiakn anak-anakNya dan mengasihi anak-anakNya. Umat sadar, akibat ulah dan dosa membuat mereka seperti tidak terhubung dengan Allah. Umat sedang berada di situasi keterasingan yang sangat dalam. Di tengah kondisi seperti itu, umat seharusnya benar-benar mengoreksi diri mereka. Betapa mereka telah menyia-nyiakan kasih Allah, lalu membangun kembali hubungan yang baik dan benar dengan Allah.

Permohonan mereka timbul di negeri yang sudah hancur dan umat sama sekali tidak punya masa depan. Yesaya yang berdoa bagi bangsanya., digambarkan seperti seorang anak yang memohon kepada Bapanya. Umat sadar bahwa bapa leluhur mereka Abraham telah tiada. Kini satu-satunya Bapa mereka adalah Allah sendiri. Allah menebus dan menyelamatkan mereka. Kini mereka datang pada Allah dalm permohonan doa agar mengasihani mereka seperti dulu dan mengalahkan musuh mereka.

Dari berita firman hari ini kita belajar, Allah mengerti kesesakkan hidup umat akibat dosa. Allah mau umat bertobat dan hidup dalam kekudusan-Nya. Hubungan Allah pulihkan ketika umat bersedia mengoreksi diri. Bukankah telah banyak dosa dan pelanggaran yang membuat kita terasing di hadapan Allah? Namun Allah yang penuh kasih itu datang dalam Yesus Kristus. Jadi jangan biarkan diri kita terasing dari-Nya. Buatlah diri kita tetap terhubung dengan-Nya melalui doa serta pembacaan firman dan perenungannya. Tetap setia beribadah di gereja Tuhan serta persekutuan ibadah yang ada baik ibadah keluarga di sektor maupun ibadah-ibadah kategorial dalam jemaat Tuhan.

GB 69 : 2 "Ku Mulai Dari Diri Sendiri"

Doa : (Tolong kami untuk selalu hidup dalam kebenaran firman-Mu)

D.L.G/SGRS

MINGGU EPIFANIA

RABU, 9 JANUARI 2019

Renungan Pagi

GB 86 : 1 "Aku Bersyukur"–Berdoa

ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL

Yesaya 63 : 7 - 14

... maka Ia menjadi Juruselamat mereka (ay.8)

 

Kepemimpinan Allah atas umat memang tiada tara. Allah menyelamatkan dari perbudakan di Mesir menuju tanah perjanjian. Allah menyertai umat-Nya. Allah mencukupkan kebutuhan mereka padahal nyatanya umat sering memberontak. Umat tidak patuh, umat tidak layak menerima kasih Allah tetapi Allah tetap setia pada janji-Nya.

Dasar dari perbuatan Allah itu adalah kasih setia Tuhan dari sejak semula, dan menjadi satu-satunya jaminan untuk masa depan umat. Allah tetap memegang teguh janji kasih setia-Nya terhadap umat pilihan-Nya dan Allah tetap menjadi juruselamat atas umat. Allah sendiri yang menyelamatkan dan menebus umat, Allah mengangkat dan menggendong sejak dahulu, dari generasi - regenerasi, turun temurun padahal umat memberontak umat malah menolak kasih setia Allah. Allah mengaruniakan Roh-Nya yang kudus agar umat hidup dalam persekutuan kasih setia dengan Allah. Nyatanya hati umat itu degil dan suka melawan kehendak Allah. Mereka bertindak fatal; mendukakan Roh Kudus yang Allah materaikan atas mereka.

Allah hadir ditengah-tengah umat dalam Roh-Nya yang kudus, agar umat punya kepekaan terhadap penghentaran Allah bagi mereka, Roh Tuhan juga yang membawa mereka ke tempat perhentian. Saudaraku, mari jangan ulangi kesalahan umat di masa lampau. Allah sudah begitu rupa, melakukan tindakan penyelamatan bagi umat-Nya. Allah adalah penyelamatan yang tinggal atas umat (ay.8,9). Allah sudah datang bagi kita sekarang. Allah hadir melalui Yesus Kristus, Dia lah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat kita. Roh Kudus sudah dicurahkan bagi semua orang beriman dalam peristiwa Pentakosta. Roh-Nya juga sudah termaterai dalam diri setiap orang percaya, saat dibaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan di setiap hari minggu sesudah berita anug'rah pengampunan dosa yang kita terima dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Jadikan Dia sebagai Penyelamat Tunggal kita serta yakin akan kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita.

GB 86 : 4 "Aku Bersyukur"

Doa : (Pimpin dan bimbing kami senantiasa ya Tuhan, agar tetap beriman percaya hanya kepada-Mu)

D.L.G/SGRS

HARI MINGGU EPIFANIA

MINGGU, 6 JANUARI 2019

Renungan Malam

 

GB 62 : 1,2 "Siapa Yang Berpegang"–Berdoa

 

YANG MENANTIKAN TUHAN TlDAK MENDAPAT MALU DAPAT

Yesaya 49 : 22- 26

“Orang-Orang yang menanti-nantikan Aku tidak mendapat malu” (ay.23)

 

Berbahagialah jlka saudara dan saya hari ini pergi ke gereja, beribadah serta mengalami perjumpaan dengan Allah. Mengapa? Karena itu merupakan tanda bahwa kita mempercayakan diri pada Allah dalam menghadapi hari-hari ke depan yang penuh misteri.

Bacaan firman mengajak umat hidup berpengharapan pada Allah. Mengapa sejarah pernah membuktikan bahwa Allah sendiri yang menyatakan kuasa-Nya terhadap umat? Dikatakan tangan Tuhan terangkat untuk membawa umat Israel keluar dan Mesir, serta mengalahkan musuh-musuh mereka. Umat yang tadinya tidak dianggap atau diremehkan bahkan di jijikkan, kini ditampilkan sebagai anak kesayangan pembesar-pembesar bangsa lain. Umat Israel digendong, didukung, diasuh, disusul sehingga umat yang tadinya terhina ditinggikan dan di hormati. Dikatakan orang-orang sujud kepada-Nya dengan muka sampai ke tanah. Melalui tanda penghormatan tersebut, umat Israel dapat pulang kembali ke Sion. Allah bertindak dengan karya nyata. Umat tinggal mengimani dan mengaminkan karya Allah. Allah kembali berkarya yaitu dengan membebaskan lsrael dari Babel. Tuhan adalah Juruselamat, Tuhan adalah Penebus yang Maha Kuat. Janji penyertaan Allah tidak berubah. Kita dipanggil untuk meyakini Tuhan akan bertindak, apapun dan bagaimana pun situasi yang kita hadapi.

Nah, menanti Tuhan bertindak bukan berarti kita tidak berbuat apa-apa. Menanti tindakan Tuhan adalah menjalani hidup dalam semangat sorgawi, meskipun nantinya kita diperhadapkan pada tantangan, kendala dan tanda tanya bahkan ketidakpastian. Allah tetap berkarya atas hidup orang percaya. Percayalah hidup kita makin bermakna bersama Allah. Kalau pun Tuhan belum mengabulkan doa dan permohonan kita, harapan dan cita-cita kita saat ini, mari tanamkan dalam hati dan pikiran kita bahwa yang menantikan Tuhan tidak akan mendapat malu.

GB 62 : 3 "Siapa Yang Berpegang"

Doa : (Kuatkan iman, hati, pikiran, tutur kata dan perbuatan kami yang Tuhan agar tak gentar di tengah persoalan)

D.L.G/SGRS

HARI MINGGU EPIFANIA

MINGGU, 6 JANUARI 2019

Renungan Pagi

 

GB 32 : 1 "Tuhan Yesus"–Berdoa

ALLAH TIDAK LUPA

Yesaya 49 : 14 – 21

... Aku tidak melupakan engkau (ay.15)

 

Kita pernah mengalami perjumpaan dengan seseorang, kita mengenali wajahnya, tetapi lupa namanya atau kita tahu ke rumahnya, tapi ketika diminta menyebut alamatnya kita tidak tahu, Allah tidak demikian, Allah berbeda dengan manusia, Allah rnengenal umat-Nya satu persatu. Allah mengerti umat sampai di relung hati yang paling dalam. Allah sangat tahu umat berada dimana serta bersama siapa. Sebagai contoh, pemilik pabrik yang menghasilkan sesuatu dengan nomor seri dan kode tertentu tidak akan mengetahui barang hasil pabriknya digunakan oleh siapa. Masih terawat kah atau sudah rusak? Berbeda dengan Allah yang mengalami segalanya.

Saudaraku, situasi umat di zaman nabi Yesaya sangat sulit. Dikatakan di ayat 7 umat dihina, dibenci banyak orang, dan dipandang dengan perasaan jijik. Tidak heran dalam situasi seperti itu umat merasa ditinggalkan Allah. Umat harus menghadapi hari-hari kedepan tanpa Allah. Kita ketahui bahwa Sion adalah tempat yang sangat berarti bagi umat sebab disitulah pusat peribadahan umat. Sion juga merupakan tempat yang kokoh kuat, dan tak bisa digeser

sebegitu pula umat berkata "Tuhan telah meninggalkan aku, Tuhan telah melupakan aku." Seruan umat diperhatikan Allah “AKU tidak melupakan engkau". Janji itu dikokohkan oleh kalimat: “AKU telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku, tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku". Artinya Tuhan sendiri membangun persekutuan yang erat dan melekat pada umat.

Memasuki hari minggu pertama tahun yang baru 2019 ini, kita diingatkan bahwa Tuhan tidak melupakan umat-Nya. Pertanyaannya apakah kita sebagai umat yakin akan janji Allah tersebut? Lalu apakah kita juga membangun persekutuan yang erat dan melekat pada Allah? Mari bersyukur, karena Tuhan mengingat kita. Tuhan tidak melupakan umat-Nya.

 

GB 32 : 2 "Tuhan Yesus"

Doa : (Terimakasih ya Tuhan atas pemeliharaan-Mu kepada kami senantiasa)

D.L.G/SGRS

TAHUN BARU

SABTU, 5 JANUARI 2019

Renungan Malam

 

GB 73 : 1,2 "Bila Kau, Yesus, Kukenang"- Berdoa

SIAPA DIA?

1 Timotius 2 : 5 – 7

Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus (ay.5)

 

Seorang teman yang berbeda iman pernah bertanya dengan nada sinis, "mengapa orang Kristen percaya bahwa Tuhan itu satu tapi juga tiga, dan bisa menjadi seorang manusia bernama Yesus?" Karena tidak ingin terjadi perdebatan teologi yang panjang, saya menjawab dengan ringan dan retoris. "Kalau memang Tuhan itu Mahaesa dan Maha segalanya, mengapa Ia tidak bisa menjadi apapun atau siapapun, bahkan menjadi seribu?" tutur saya sambil tersenyum. la pun tersenyum kecil dan tidak melanjutkan pertanyaannya.

Ketika Paulus mengatakan bahwa Kristus adalah pengantara antara Allah dan manusia, tidak banyak orang yang memahami dan mengimaninya. Hakikat Yesus sebagai manusia yang terlahir di kandang binatang sekaligus sebagai Allah yang esa, Penebus manusia, (ay. 5-6) adalah sesuatu yang sulit untuk diterima oleh pikiran manusia pada umumnya. Tak heran pada akhirnya Yesus dibenci bahkan disalibkan oleh orang-orang yang ingin diselamatkan-Nya. Bagaimanapun, seperti dijelaskan dalam firman Tuhan saat ini, Yesus adalah sehakikat dengan Allah yang esa; pribadi Allah yang menjadi pengantara dan penyelamat.

Banyak orang Kristen yang hanya mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan karena kebiasaan praktis yang la dapatkan sejak kecil. Sementara mengimani Yesus sepenuhnya sebagai Tuhan tidak berbanding lurus dengan pengakuan itu. lni terlihat dari hidupnya yang tidak mencerminkan hidup dalam Kristus. Ke gereja dan beribadah tetap dilakukan, tapi korupsi, dendam, kebencian, zinah, dusta, perselingkuhan, keserakahan, serta pesta pora masih saja dipelihara. Ada yang bekerja dengan upah yang bertambah, tetapi rasa syukur kepada Kristus tetap biasa saja.

Sebelum kita menutup hari ini dengan beristirahat, mari jawab dengan jujur secara pribadi, siapakah Yesus sebenarnya bagi Saudara?

 

GB.73 : 3,4,5 "Bila Kau, Yesus, Kukenang"

Doa : (Ya, Bapa, ajarlah kami, anak-anak-Mu untuk selalu dekat dengan-Mu, serta semakin memahami dan mengimani Yesus sebagai jalan, kebenaran dan hidup sampai kami 'menutup mata')

J.M.I.S/jm

Page 4 of 52

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •    Gereja Pusat I

    :   06:30 WIB

       Gereja Pusat II

    :   09:30 WIB

       Gereja Pusat III

    :   18:00 WIB

     

       IHM Nuansa Muda

     

    :   18:00 WIB

       Minggu ke 2 dan ke 4

     

       Setiap bulan.

     

     

       Pospel Sepolwan I

     

    :   07:00 WIB

       Pospel Sepolwan II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Pamulang I

     
     
    :   09:00 WIB

       Pospel Pamulang II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Hosana

     
     
    :   06:30 WIB

       Pelkat PA

     
    :   06:30 WIB
        09:30 WIB

       Pelkat PT

    :   08:00 WIB