OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • Slide1
  • Kalender GPIB Karunia 2019
  • PPLP_3R
  • Workshop PKP

MINGGU KE XXV SESUDAH PENTAKOSTA

 

RENUNGAN MALAM

Minggu, 11 November 2018

 

KJ.446 : 1 "Setialah" - Berdoa

TERUSLAH BERBUAT BAIK BAGI SESAMA

Filipi 2: 12 - 18

“...tetap|ah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar...” (ay.12)

 

Sudahkah saudara mengerjakan tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan kepada saudara di hari ini (hari Minggu)? Masing-masing kita dipercayakan tugas dan tanggungjawab dalam kehidup-an ini. Ada yang dipercayakan dalam tugas tanggungjawab pelayanan gereja, baik sebagai Presbiter maupun pengurus dan pelayan PELKAT, sebagai anggota komisi, panitia, pegawai di kantor majelis jemaat, koster, satpam, sopir, ataupun di tengah kehidupan keluarga sebagai ayah, ibu, orang tua, anak-anak, dan ditengah masyarakat sebagai pekerja. Masing-masing kita diberikan tugas dan tanggung-jawab untuk kita kerjakan.

Bacaan firman TUHAN saat ini mengemukakan ajakan dan nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi tentang tugas dan tanggungjawab sebagai orang yang telah menerima keselamatan: “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar” (ay.12). Nasihat Rasul Paulus ini sekaligus hendak mengajarkan bahwa keselamatan yang telah dianugerahkan oleh TUHAN kepada manusia melalui karya pengorbanan Putra-Nya, Tuhan Yesus Kristus, merupakan sebuah jaminan masa depan, keselamatan kekal yang harus dikerjakan atau dipertahankan dalam kehidupan jemaat di Filipi dan setiap orang percaya.

Mengerjakan keselamatan adalah sebuah pernyataan iman percaya melalui tindakan nyata (perbuatan baik) dalam kehidupan sehari-hari yang mendatangkan kebaikan. Keselamatan yang diberikan TUHAN kepada semua manusia, dan berlaku nyata bagi setiap orang percaya, wajib direspon secara aktif, sebagaimana keselamatan itu sendiri tidak bersifat pasif. Merespon secara aktif, mengerjakan keselamatan itu dengan cara selalu berbuat baik, menyatakan kasih TUHAN kepada semua manusia, mengambil bagian dalam pelayanan gereja serta bersedia memberi diri menjadi berkat bagi sesama untuk kemuliaan nama TUHAN.

 

KJ.446 : 3 "Setialah"

Doa : (Bapa, ajar kami untuk setia mengerjakan keselamatan melalui perbuatan-perbuatan baik bagi sesama dan alam ciptaan-Mu)

RJMW/jm

MINGGU KE XXV SESUDAH PENTAKOSTA

 

RENUNGAN PAGI

Minggu, 11 November 2018

 

GB. 245 : 1 "Hidupku Disentuh Oleh Kasih Tuhan"

 

RELA BAGI SESAMA

Filipi 2 = 1 - 11

“...janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri..." (ay.4)

 

Memperhatikan dan peduli sesama merupakan perbuatan langka untuk saat ini. Mengapa? Karena setiap orang hanya sibuk dengan urusan dan kepentingan masing-masing. Rasa untuk memberi perhatian dan peduli terhadap sesama sudah hilang. Walaupun masih ada orang yang masih peduli, namun Jumlahnya tidak banyak. Sesungguhnya, peduli sesama tidak pada satu moment atau kegiatan tertentu, tetapi pada setiap waktu dan kesempatan. Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Fi|ipi agar meneladani Yesus dalam kehidupan mereka. Kepedulian Yesus mencari jiwa-jiwa yang hilang, berdosa dan tersisih bukanlah kegiatan sesaat. Yesus sungguh melakukannya dengan panuh cinta kasih kepada umat-Nya. Bukan untuk menjadikan diri-Nya terkenal, namun semata-mata karena keselamatan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Kehadiran-Nya bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.

Yesus tidak menganggap diri-Nya setara dengan Allah, namun telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia — bahkan taat sampai mati (ay.6-8). Memang sulit bagi kita untuk “turun” dalam ke-statusan diri kita. Seakan-akan harga diri jatuh dan sulit menjadi sama dengan orang yang lebih rendah. Semuanya dikarenakan kita masih mementingkan diri bagi kesenangan dan kepentingan sendiri tanpa peduli sesama. Untuk itu harus ada kerelaan. Kerelaan untuk “turun” sama seperti sesama; "Turun" menggapai dan merangkul; “Turun” untuk bertindak. Kerelaan “turun” meninggalkan segala yang ada dalam diri dengan berbagi atas apa yang dimiliki. Dengan demikian tidak ada lagi perbedaan. Perbedaan yang membuat satu dengan yang lain terpisah atau memiliki jarak.

Mari di pagi ini kita memulainya dengan menjadikan sesame bagian dari diri kita. Menghadirkan orang lain dalam hidup yang membuat kita semakin hidup dalam dunia ini dengan berbagi dan menerima apa adanya. Selamat Rela Bagi Sesama.

 

GB.245 : 2 "Hidupku Disentuh Oleh Kasih Tuhan" 

Doa : (Bapa, ajar kami untuk mampu memberi diri dan rela menyatakan kehendak-Mu bagi sesama)

L.P.H/jm

MINGGU XXIV SESUDAH PENTAKOSTA

SABTU,  10 NOVEMBER  2018

  

RENUNGAN MALAM

KJ.467 : 1 "Tuhanku Bila Hati Kawanku"– Berdoa

 

JANGAN BERDUSTA MEMAKAI NAMA TUHAN

Yeremia 29 : 21 - 23

“Oleh karena mereka telah melakukan kebebalan di Israel, telah berzinah dengan istri sesama mereka dan telah mengucapkan demi nama-Ku perkataan dusta yang telah Kupesankan kepada mereka...” (ay.23)

 

Ada orang yang memprovokasi orang lain dengan berita bohong atau memutarbalikkan kebenaran. Untuk meyakinkan berita palsunya, ia memanfaatkan nama Tuhan, sehingga yang mendengar percaya. Biasanya orang yang suka menebar berita bohong atau memfitnah mempunyai tujuan kepentingan diri, dan orang yang tidak bijak akan mudah terprovokasi. Jika seseorang sudah terprovokasi, akan percaya bahwa berita bohong yang didengar itu adalah suatu kebenaran tanpa pembuktian. Yeremia bernubuat bagi mereka yang telah menyebarkan berita bohong, seolah-olah berita yang mereka sampaikan itu dapat membantu umat menyelesaikan persoalan mereka padahal justru menjebak umat untuk tidak percaya pada Tuhan. Berita bohong akan selalu bertentangan dengan kebenaran Tuhan. Ganjaran apa bagi orang-orang yang menyebarkan berita bohong atau palsu, menyebarkan ketidak-benaran dengan memakai nama Tuhan? Tuhan akan membawa mereka ke dalam tangan Nebukadnezar, raja Babel yang akan memarang mereka mati di depan mata Israel. Ganjarannya adalah kebinasaan yang mengerikan.

Orang percaya harus bijak memilah yang benar dan yang palsu. Minta hikmat dari Tuhan agar tahu mana yang benar yang berasal dari Tuhan serta mana yang palsu berasal dari orang-orang jahat. Jangan sampai orang-orang percaya terperdaya.

Tuhan mengetahui apakah kita memberitakan kebenaran-Nya ataukah kebenaran diri. Memberitakan kebenaran Tuhan berarti bukan hanya untuk menyenangkan orang yang mendengar dan juga bukan untuk kepentingan diri. Sepahit apapun itu harus diberitakan dan sepahit apapun berita itu harus didengar. Karena jika itu kebenaran dari Tuhan, kebenaran itu adalah pernyataan rencana Tuhan yang baik bagi umat.

 

KJ.467 : 3 "Tuhanku Bila Hati Kawanku"

Doa : (Tuhan, jadikan kami saksi kebenaran-Mu)

N.L.N/jm

MINGGU XXIV SESUDAH PENTAKOSTA

SABTU,  10 NOVEMBER  2018

  

RENUNGAN PAGI

GB.61 : 1 "Tuhan Ajarkanlah Kehendak-Mu"– Berdoa

 

 

HIDUP KUAT, BERPEGANG PADA FIRMAN TUHAN

Yeremia 29 : 16 - 20

“...dengarkanlah firman TUHAN, hai kamu semua orang buangan, yang telah Kukirim dari Yerusalem ke Babel" (ay.20)

 

Dalam suratnya, Yeremia menghibur umatTuhan danjuga menegur mereka yang tetap hidup dalam kejahatan. Tuhan sendiri yang menyertai umat-Nya dalam penderitaan di pembuangan, tetapi Tuhan juga akan menghukum orang-orang yang masih terus berbuatjahat. Mereka tidak mendengar perkataan Tuhan, tetapi justru mengikuti perkataan nabi-nabi palsu yang hanya menjerat mereka untuk terus berlaku jahat. Bagaimana cara Tuhan menghukum? Yeremia bernubuat bahwa murka Tuhan akan berlaku bagi gorang-orang jahat; Tuhan akan mengirim pedang, kelaparan, penyakit sampar, membuat mereka seperti buah ara yang busuk dan jelek, sehingga tidak dapat dimakan, mereka akan menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi, menjadi kutuk, kedahsyatan, suitan dan aib di antara segala bangsa dan dicerai-beraikan. Jika melihat murka Tuhan atas mereka, maka kebinasaanlah yang akan dituai orang-orang jahat. Sia-sia kehidupan yang mereka jalani, tidak bermanfaat dan bermakna. lbarat buah yang busuk dan akan di buang. Tidak seorangpun yang mau menerima buah yang busuk dan memakannya, pasti akan dibuang. Diingatkan, kejahatan hanya mengundang murka Tuhan, dan ganjaran bagi mereka adalah kehancuran dan kebinasaan.

Umat harus tetap kuat dan setia menjalankan kehidupan mereka. Umat harus tetap mendengar dan berpegang pada perkataan Tuhan, dengan demikian mereka tidak akan tergoda untuk meninggalkan Tuhan dan bergabung dengan orang-orang jahat. Setia di dalam kehendak Tuhan dengan kondisi hidup yang berat memang tidak mudah untuk dilakukan, tetapi tetap kuat di dalam Tuhan akan mendatangkan kepastian hidup. Hidup manusia ditentukan oleh perkataan Tuhan. 

 

GB.61 : 1 "Tuhan Ajarkanlah Kehendak-Mu"– Berdoa

Doa : (Tuhan, tolong kami untuk hidup seturut firman-Mu)

 

N.L.N/jm

MINGGU XXIV SESUDAH PENTAKOSTA

JUMAT,  09 NOVEMBER  2018

  

RENUNGAN MALAM

GB.255 : 1 "Rancangan Tuhan"– Berdoa

 

TUHAN TAHU YANG TERBAIK BAGI UMAT-NYA

Yeremia 29 : 8 - 25

Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu..." (ay.11)

 

Lingkungan dapat membawa pengaruh positif dan negative bagi seseorang ketika sedang berproses dalam kehidupan. Besarnya pengaruh itu sangat ditentukan oleh tingkat kedewasaan seorang. Apakah yang baik lebih dominan memengaruhinya hingga la menjadi baik atau sebaliknya tidak baik sehingga memengaruhinya menjadi seorang yang tidak baik. Dalam hal ini tingkat kedewasaan otak, spiritualitas dan emosinya. Ada orang menjadi bijak karena lingkungannya, tetapi juga ada yang menjadi bodoh, karena lingkungannya. Lingkungan yang dimaksud adalah manusia dan alam.

Umat Tuhan di Babel bergumul berat dengan situasi dan kondisi hidup mereka. Pembuangan menjadi pembelajaran bagi umat, sejauh mana mereka kuat dan setia menjalani penderitaan di pembuangan. Isi surat Yeremia kepada umat di pembuangan mengajak mereka untuk tetap bijak, karena ada begitu banyak godaan yang memperdaya mereka. Ada orang-orang dengan tujuan tertentu menjanjikan sesuatu yang muluk bagi umat Tuhan. Mereka menyampaikan bahwa umat Tuhan akan segera dibebaskan. lni adalah jalan keluar yang ditawarkan kepada umat dipembuangan dan seolah-olah jalan keluar yang ditawarkan itu baik bagi mereka. Yeremia mengingatkan umat, "Janganlah kamu diperdayakan oleh nabi-nabimu yang ada di tengah-tengahmu... Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu, demi nama-Ku" (ay.8-9). Banyak yang memberi solusi bagi permasalahan umat, namun hanya memberi kesenangan semu. Liciknya, mereka membawa-bawa nama Tuhan untuk meyakinkan umat bahwa yang mereka sampaikan adalah suatu kebenaran.

Yeremia lewat suratnya menyerukan bahwa hidup umat di pembuangan tetap dalam perlindungan Tuhan. Masa pembuangan harus mereka jalani. ltulah kehendak Tuhan bagi mereka. 70 tahun mereka harus berada di Babel, sesudah itu akan dikembalikan ke Yerusalem. Tuhan yang menentukan kehidupan umat, bukan untuk kebinasaan umat, tetapi untuk kebaikkan mereka. Yang berlangsung dalam kehidupan umat Tuhan adalah rancangan-Nya. Ia mengenal umat-Nya, la tahu apa yang terbaik bagi umat-Nya.

 

GB.255 : 2 "Rancangan Tuhan"- Berdoa

Doa : (Tuhan, ajarlah kami untuk mengerti bahwa rancangan-Mu dalam hidup kami adalah yang terbaik)

N.L.N/jm

Page 3 of 34

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •    Gereja Pusat I

    :   06:30 WIB

       Gereja Pusat II

    :   09:30 WIB

       Gereja Pusat III

    :   18:00 WIB

     

       IHM Nuansa Muda

     

    :   18:00 WIB

       Minggu ke 2 dan ke 4

     

       Setiap bulan.

     

     

       Pospel Sepolwan I

     

    :   07:00 WIB

       Pospel Sepolwan II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Pamulang I

     
     
    :   09:00 WIB

       Pospel Pamulang II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Hosana

     
     
    :   06:30 WIB

       Pelkat PA

     
    :   06:30 WIB
        09:30 WIB

       Pelkat PT

    :   08:00 WIB