OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • PHMJ GPIB KARUNIA CIPUTAT 2017-2020
  • Kalender GPIB Karunia 2019
  • Slide1

MINGGU EPIFANIA

SABTU, 12 JANUARI 2018

Renungan Pagi

 

KJ.436:1.2 "Lawanlah Godaan"– Berdoa

KESALEHAN DAN KESESATAN

Yesaya 65 : 13-14

Sebab itu beginilah Firman Tuhan ALLAH : "Sesungguhnya ... (ay.13)

 

Tuhan berjanji menyadarkan hidup dengan sukacita bagi mereka yang mendengar seruan-Nya dan menjadi hamba-hamba-Nya. Sebaliknya kepada mereka yang meninggalkan Tuhan dengan cara mengejar kedudukan, kekayaan dan sukses untuk dirinya dan kelompoknya maka sebenarnya telah meninggalkan sumber hidup yang utama dan akan mananggung akibat yang parah (menderita kelaparan, menderita kehausan. mendapat malu, mengerang karena sedih hati dan menangis karena patah semangat).

Berkat dan kutuk tersedia di depan kita, menurut Alkitab. Kita bisa menerima berkat ajaib jika kita tinggal dalam persekutuan dengan Allah. Kita baru hidup sebagai orang yang benar-benar diberkati. bila kita memperjuangkannya supaya setiap orang diberi makan. pekerjaan dan lain-lain. Untuk bersuka hati di hadapan Tuhan. inilah cara hidup yang Yesus wujudkan dengan menanggung kutuk di atas salib-Nya dan menjadi berkat untuk semua orang. Tuhan Yesus sudah melakukan kehendak Allah Bapa agar kita beroleh pengampunan. kasih dan kehidupan kekal selama kita menjalani hidup dalam dunia yang fana ini.

Pembelajaran dan firman hari ini membuat kita untuk memilih antara hidup dalam kesalehan atau hidup dalam kesesatan. Tuhan Yesus Kristus telah datang untuk memenuhi segala janji-Nya, sambutlah dia dan jangan sia-siakan kesempatan indah yang Tuhan sudah beri. Hidup adalah kesempatan. Kesempatan untuk mempermuliakan Allah. Kesempatan untuk memuji-Nya. Kesempatan untuk melayani Tuhan Yesus dengan segala karunia dan talenta yang sudah dianugerahkan-Nya dalam hidup kita.

 

KJ 436 : 3 "Lawanlah Godaan"

Doa : (Bimbing kami dalam kesalahan yang berkenan pada-Mu)

D.L.G/SGRS

MINGGU EPIFANIA

JUMAT, 11 JANUARI 2019

Renungan Malam

 

KJ 421 : 1,2 "Yesus Saja Kawanku Musafir" – Berdoa

 

BERKAT TUHAN BAGI MEREKA YANG SETIA

Yesaya 65 : 8 – 12

demikianlah Aku akan bertindak oleh karena hamba-hamba-Ku (ay.8b)

 

Waktu membuktikan Tuhan selalu memiliki sekelompok orang yang setia. Dalam bacaan kita diumpamakan seperti sedikit anggur yang tersisa dan Tuhan memakai mereka sebagai cikal bakal permulaan yang baru. Israel dilukiskan seperti kebun anggur yang ditanam Tuhan. Ada yang buahnya bagus / layak dimakan dan ada juga yang tidak. Benih anggur ditilik satu persatu yang masih berisi air dikatakan masih ada berkat dan dijanjikan berkat.

Mereka merupakan umat yang mencari Allah dan tidak mengecewakan Allah disebut sebagai orang-orang pilihan dan hamba-hamba yang setia. Sebaliknya mereka yang meninggalkan Tuhan, tidak lagi berbakti di bait suci Yerusalem, mereka yang tidak dengar-dengaran pada Tuhan, mereka tidak akan memperoleh berkat. Apa yang diungkap dalam bacaan firman kita hari ini kiranya memotivasi saudara dan saya untuk tetap setia pada Allah. Setia melakukan kehendak-Nya. Setia membaca dan merenungkan firman Tuhan. Setia berdoa dan beribadah pada-Nya serta Setia pada tugas pelayanan yang dipercayakan. Anak-anak Tuhan yang setia memperoleh berkat dan mengalami keindahan hidup yang Tuhan janjikan. Allah dalam Yesus Kristus mendatangkan era baru keselamatan yang kelak akan menjadi bagian dan mereka yang setia beriman kepadaNya.

 

KJ 421 : 3 "Yesus Saja Kawanku Musafir"

Doa : (Bersyukur karena kami menjadi bagian hamba yang setia)

D.L.G/SGRS

MINGGU EPIFANIA

JUMAT, 11 JANUARI 2019

Renungan Pagi

 

GB 226 : 1,2 "Hidup yang Jujur" - Berdoa

TINGGALKAN DOSA DAN KEMBALI PADA ALLAH

Yesaya 65 : 1 – 7

Aku tidak akan tinggal diam, malah Aku akan mengadakan pembalasan (ay.6a)

 

Allah dalam kasih karunia-Nya yang besar selalu memberi kesempatan kepada umat untuk meninggalkan dosa dan kembali kepada-Nya, hidup dalam perkenanan-Nya. Umat menduakan peran Allah dalam hidup beriman mereka. Mereka kelihatan saleh, tetapi mereka berdosa dalam banyak hal antara lain menyembah berhala, melakukan okultisme (paham tentang hal-hal yang gelap/rahasia kuasa kegelapan dangan mencari ilham dan dunia orang mati) memakan makanan yang dilarang, dan yang paling parah adalah menolak panggilanTuhan. menolak membangun persekutuan hidup yang benar di hadapan Allah.

Umat sama sekali tidak menghargai kekudusan Allah. Tidak menghargai kasih Allah atas mereka. Padahal Allah yang menyalamatkan mereka, mereka malah mengkhianati Allah dan mengecewakan Allah. Mereka bermain-main dalam menyembah Allah. Allah mencium aroma penyembahan bukan untuk-Nya. Umat mengulangi kesalahan nenek moyang mereka dan tentu saja Allah tidak manghendaki kekudusan-Nya dipermainkan umat. Dikatakan diayat 6, ‘Aku tidak akan tinggal diam, malah Aku akan mengadakan pembalasan pada diri mereka‘. Allah memberi peringatan yang sangat keras dan tegas pada umat-Nya. Allah tidak menghendaki dosa umat yang semakin menjadi-jadi. Allah tidak menginginkan kejahatan semakin merajalela atas umat-Nya.

Allah sejak semula memanggil dan menetapkan umat hidup kudus dalam segala aspek hidup, (lihat lmamat Pasal 18-22). Bukankah kita sering dengar di bagian tata ibadah GPIB tentang petunjuk hidup baru. salah satu yang sering dibacakan “tetapi hendaklah kamu menjadi kudus dalam seluruh hidupmu, sama seperti Dia yang kudus yang telah memanggil kamu sebab ada tertulis kuduslah kamu sebab Aku kudus" (1 Petrus 1 : 15-16). Mari tinggalkan dosa dan segala perbuatan jahat. Kembalilah pada Allah.

 

GB 226 : 3,4 "Hidup yang Jujur"

Doa : (Bawalah kami semakin dekat dengan-Mu ya Tuhan dan lepaskanlah kami daripada yang jahat)

D.L.G/SGRS

MINGGU EPIFANIA

KAMIS, 10 JANUARI 2019

Renungan Malam

 

GB.242 : 1 "Oh, Kasih Allah Yang Besar"–Berdoa

 

DARI DOSA MENUJU PENGAMPUNAN

Yesaya 64 :7 -12

Tetapi sekarang ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami !... (ay.8)

 

Betapa mengerikan hidup tanpa Allah. Betapa dahsyat ketika Allah menyatakan kuasa. Betapa Allah tidak ada kompromi dengan dosa. Umat mengalami bahwa akibat dosa itu fatal. Allah menjadi murka, Kota kudus yang tadinya semarak dengan ibadah berubah menjadi padang gurun. Yerusalem menjadi sunyi sepi, Bait Allah menjadi reruntuhan. Umat amat sangat tertindas. Allah memanggil umat Israel, Allah menyelamatkan mereka bukan saja dari perbudakan di Mesir, tetapi perbudakan dosa. Allah menghendaki umat ada dalam persekutuan yang benar dengan Allah.

Keselamatan yang Allah berikan bukan berarti mereka boleh berlaku seenaknya, apalagi berlaku curang pada Allah. Kesalahan dan dosa umat adalah tidak memanggil nama Tuhan atau tidak berseru pada Tuhan, padahal Tuhan lah yang membentuk mereka. Tuhan juga yang membuat mereka (Roma 21:21-24). Umat sudah merasakan. betapa fatal akibat dosa mereka. Mereka menyadari akan akibat dosa dan pelanggaran mereka. Mereka datang mohon ampun pada Allah. Bukan saja mengakui dosa tetapi ada pengakuan iman “Engkaulah Bapa kami”.

Jelas, Allah membenci tindakan dosa. Sebaliknya. Allah mengasihi orang berdosa yang mau bertobat dan mau dipulihkan. Seperti Bapa sayang kepada anak-anak-Nya, demikian Tugan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia (Maz 103 : 13)

 

GB 242 : 2,3 "Oh, Kasih Allah yang Besar"

Doa : (Ajar kami menghargai pengampunan-Nya)

D.L.G/SGRS

MINGGU EPIFANIA

KAMIS, 10 JANUARI 2019

Renungan Pagi

 

GB 43 : 1 "Meski Tak Layak Diriku"–Berdoa

 

ALLAH MENYONGSONG MEREKA YANG BENAR

Yesaya 64 : 1 – 6

Engkau menyongsong mereka yang melakukan yang benar ... (ay.5)

 

Saat musuh menyerang Yerusalem, Tuhan menahan damai SejahteraNya. Tuhan tidak turun tangan menolong mereka. Umat kalah dan dipermalukan di depan musuh-musuhnya, karena umat tidak mengandalkan Allah. Padahal sejak semula Allah menetapkan lsrael sebagai umat pllihan-Nya. ltu berarti, mereka diperlakukan istimewa bukan karana mereka ini baik tetapi karena Allah punya rencana indah bagi mereka.

Kita semua tahu proses yang terjadi. umat Israel mengeluh tentang perbudakan yang mereka alami. Seruan mereka sampai kepada Allah. Allah mendengar mereka mengerang. Allah mengingat perjanjian-Nya pada Abraham. lshak dan Yakub. Allah melihat keberadaan umat. Allah prihatin terhadap mereka yang tertindas di Mesir dan Allah memperhatikan mereka (Keluaran 2 : 23-25). Kemudian Allah mengutus Musa memimpin umat-Nya menuju Tanah Perjanjian, dan Allah menginginkan umat-Nya hanya bergantung sepenuhnya pada-Nya.

Dalam pembacaan firman hari ini, kita menemukan mereka sadar akan keberdosaan mereka. Muncul pengakuan: "kami memberontak sejak dahulu kala dan akibatnya mereka menanggung murka Allah atas mereka" (ay. 5b-6). Akhirnya, ada kesadaran mereka harus benar di mata Allah. Artinya melakukan apa yang Allah kehendaki. Kalau umat mengaku dosa. menyesali dosa dan berusaha meninggalkan dosa mereka kemudian hidup dalam pembaharuan maka umat mengalami pemulihan dari Allah (2 Tawarikh 7:14-15). Jadi bereskan hubungan kita dengan Tuhan. Lakukan segala yang benar di mata Tuhan serta rasakan berkat kasih-Nya dan nikmati keindahan hidup bersama-Nya.

 

GB 43 : 5 "Meski Tak Layak Diriku"

Doa : (Tolong kami agar dalam perkenanan-Mu kami melakukan yang benar)

D.L.G/SGRS

Page 3 of 52

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •    Gereja Pusat I

    :   06:30 WIB

       Gereja Pusat II

    :   09:30 WIB

       Gereja Pusat III

    :   18:00 WIB

     

       IHM Nuansa Muda

     

    :   18:00 WIB

       Minggu ke 2 dan ke 4

     

       Setiap bulan.

     

     

       Pospel Sepolwan I

     

    :   07:00 WIB

       Pospel Sepolwan II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Pamulang I

     
     
    :   09:00 WIB

       Pospel Pamulang II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Hosana

     
     
    :   06:30 WIB

       Pelkat PA

     
    :   06:30 WIB
        09:30 WIB

       Pelkat PT

    :   08:00 WIB