OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • Pesparawi-2016
  • Jemaat Ibadah Penahbisan
  • Penahbisan Pdt. John Haba
  • Ibadah Penahbisan
  • Phmj
  • Slide1
Published in Artikel June 24 2017

minggu sesudah pantekosta

 

MINGGU SETELAH PENTAKOSTA (Minggu-Minggu Sesudah Pentakosta)

Hari Pentakosta yang jatuh pada hari Minggu, mengawali Minggu-minggu Pentakosta yang berjumlah 26 Minggu. Minggu Trinitas adalah Minggu I sesudah Pentakosta, dst. Minggu-minggu ini juga dikenal dengan Minggu Biasa, yang ditandai dengan warna Hijau, warna pertumbuhan dan kesuburan. Masa ini juga disebut masa Gereja berjuang.

Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu Hari Minggu, di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan Tuhan di dalam perjuangan Gereja. Yesus Kristus, Kepala Gereja, selalu beserta dengan Gereja-Nya (Allah beserta kita). Karena itu, Hari Minggu harus selalu menjadi perayaan besar, dan dirayakan dengan penuh puji-pujian dan syukur.

Simbol Hari Minggu sesudah Pentakosta adalah burung Merpati (putih) dengan ranting zaitun diparuhnya, perahu layar di tengah gelombang dan pelangi dengan warna dasar Hijau.

Warna dasar                       :          Hijau, yang berarti warna pertumbuhan dan kesuburan

Lambang/Logo                   :          Burung Merpati dengan ranting zaitun diparuhnya, perahu layar ditengah gelombang dan pelangi

Warna Burung Merpati       :          Putih

Arti                                    :           Perahu merupakan simbol dari Gereja.

Ide ini menjadi berarti bagi orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan dan pergumulan, ketika mereka mengetahui bahwa akan ada pertolongan dari Tuhan. Hal ini nyata lewat perpaduan antara perahu dan pelangi. Di sini janji Allah tentang pertolongan-Nya itu mendapat penekanan yang kuat. Pelangi melambangkan kesetiaan Allah atas janji-Nya untuk memelihara bumi, khusus Gereja dan orang-orang percaya.

Burung merpati dengan ranting zaitun di paruhnya mengungkapkan tentang janji keselamatan dan kehidupan dari Allah (bnd. Kej. 8:10.11) yang akan terus menyertai sampai ke tempat tujuan. Jadi seka­lipun Gereja mengalami berbagai ancaman goncangan dan cobaan, Gereja akan tetap hidup di dalam dan oleh janji Allah tersebut.

Simbol ini beraganti pada Hari Sabtu malam menjelang Hari Minggu I Advent.

Published in Artikel June 10 2017

trinitas

 

MINGGU TRINITAS

Minggu Trinitas (Lat. Trinitatis = Trinitas), disebut juga Hari Raya Tritunggal Mahakudus.

Minggu Trinitas adalah hari Minggu pertama setelah Pentakosta, dirayakan untuk memperingati doktrin Trinitas, Allah yang Esa atau Allah Tritunggal (Bapa, Putra, dan Roh Kudus). Perayaan Hari Minggu Trinitas baru ditetapkan pada abad ke-14. Di sini pernyataan Allah dan kekudusan keesaan-Nya menjadi pusat penyembahan umat.

Simbol hari Minggu Trinitas adalah Segitiga (Triquetra) dengan warna dasar putih, yang merupakan simbol mula-mula dari ketritunggalan.

Warna Dasar        :     Putih

Lambang/Logo   :     Lingkaran Segitiga / Triquetra

 

Arti                        :    Tiga buah lekukan yang tidak terputus, saling bersambung menyatakan kekekalan dari tritunggal.

                                  Pada pusat dari ketiga lekukan itu terbentuklah sebuah segitiga yang merupakan simbol warisan dari Tritunggal.

 

Simbol ini berganti pada Hari Sabtu malam, menjelang Hari Minggu II Sesudah Pentakosta.

Published in Artikel June 07 2017

pentakosta

PENTAKOSTA (Yun. Pentakosta berarti ‘yang ke-50’), yakni hari ke-50 sesudah Paskah. Hari ke-50 sesuai dengan Ulangan 16:9-12 adalah suatu pesta besar, yakni pesta panen raya dan pesta kemerdekaan. Tidak kebetulan bahwa pada Hari ke-50 Yerusalem penuh orang. Pada Hari Pentakosta, Roh Kudus yang dijanjikan oleh Yesus Kristus ketika Ia naik takhta di surga, turun ke atas para murid. Artinya, mereka semua dibaptis dalam Roh Kudus, sehingga mereka mendapat kekuatan dan keberanian untuk bersaksi (Kis 2:14,22-24,32-33,36).

Dengan demikian, Roh Kudus panen pertama sesudah Yesus Kristus bangkit dan naik takhta di surga. Dan juga orang-orang yang menjadi percaya oleh pemberitaan para rasul dengan kuasa Roh Kudus (Kis.2:37-42) adalah juga panen pertama.

Makanya Hari Pentakosta diperingati juga sebagai hari kelahiran Gereja, di mana melalui kuasa Roh Kudus Gereja dilengkapi untuk melaksana­kan tugas pengutusannya kepada bangsa-bangsa.

Simbol Hari Pentakosta adalah lidah-lidah api (pinggirnya kuning) dan burung merpati (warna perak).

Warna dasar                                         : Merah, warna keberanian untuk memberi kesaksian (martyria).

Lambang/Logo                                   : Lidah-lidah api dan Burung Merpati

Warna Lidah-Lidah Api                      : Orange

Warna Burung Merpati                      : Putih

Arti                                                         : Warna dasar merah menyatakan keberanian untuk memberi

  kesaksian (martyria), Lidah-Lidah Api dan Burung Merpati yang

  menukik menunjuk pada peristiwa pencurahan Roh Kudus pada

  hari Pentakosta (Kis. Ras. 2:23). Tujuh lidah api menyimbolkan ke

  tujuh suluh api, yaitu ketujuh roh Allah (Why. 4:5) membentuk

  lingkaran yang menghadirkan kekekalan, keabadian.

Simbol ini berganti pada Hari Sabtu Malam menjelang Hari Minggu Trinitas.

Published in Artikel May 24 2017

Hari kenaikan

 

 

Kenaikan Yesus Kristus ke surga selalu terjadi pada hari Kamis. Peristiwa ini hendak menjelaskan bahwa Yesus Kristus kembali naik takhta kemuliaanNya yang telah ditinggalkan ketika diutus ke dunia. Karena itu, Yesus Kristus diakui sebagai Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuan (Tim 6:151).

 

Pesta ini dirayakan selama sepuluh hari dengan kemeriahan dan kegembiraan oleh semua orang percaya.

 

Hari Minggu sesudah Hari Kenaikan dapat dinamakan Minggu Pemuliaan Kristus di surga, dan bukan Minggu Paskah VII yang selama ini berlaku.  (Bahasa Lat. Exaudi = ‘Dengarlah’ (Mzm.27:7).

 

Ayat  10 dari Mazmur yang sama, ‘Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku’, dapat dihubungkan dengan sabda Yesus dalam Yoh.14:18), Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu’, yaitu sesudah kebangkitan dan kenaikan-Nya.

 

Simbol Hari Kenaikan dan Minggu Pemuliaan adalah Mahkota (kuning mas) dan Salib (kuning gading) dengan warna dasar putih.

 

Warna dasar                         : Putih

 

Lambang /Logo                   : Salib dan mahkota kemuliaan

 

Warna mahkota                    : Kuning

 

Warna salib                           : Kuning

 

Arti                                          : Kemuliaan yang  Yesus Kristus terima dengan kenaikanNya ke surga

 

  membuat  mahkota duri yang diletakkan di kepala-Nya ketika Ia menderita

 

  dan mati di salin berubah menjadi mahkota kemuliaan. Jadi, penderitaan

 

  maupun kematian yang dialami para pengikut  pengikut Kristus di dunia

 

  bukanlah tanpa maksud, sebab maksud-nya adalah menerima mahkota

 

  kemuliaan. Barang siapa yang percaya kepada-Nya dan setia sampai mati,

 

  iapun akan mendapat-kan mahkota kehidupan itu (bnd. Filp 2:19.11;

 

  Wahyu 2:10).

 

Simbol ini berganti pada Hari Sabtu malam menjelang Hari Pentakosta.

 

Published in Artikel April 15 2017

Jumat agung

JUMAT AGUNG.

Peringatan kematian Yesus di salib tersalib di Golguta. Bahwa Yesus rela mengorbankan tubuh dan darahNya untuk menebus dan menyelamatkan manusia dan seisi dunia. Yesus mati sebagai seorang martir yang dibunuh dan sekaligus sebagai Saksi yang setia (Why. 1:5;  3:14)

Simbol dari Hari Jumat Agung adalah  Salib (warna putih) dan mahkota duri (warna kuning) di atas warna dasar hitam.

  • Warna dasar          : Hitam
  • Lambang/Logo     : Salib dan mahkota duri
  • Warna salib           : Putih
  • Mahkota duri        : Kuning
  • Arti                         : Salib merupakan lambang yang sudah sangat dikenal untuk menunjuk pada penderitaan dan kematian Yesus. Salib, bahkan telah menjadi tanda yang sering dipakai untuk menunjuk pada Kekristenan. Salib dan mahkota duri yang merupakan lambang dari penderitaan dan kematian Yesus, hendak mengatakan bagaimana kejamnya perlakuan yang telah la terima sampai pada kematian–Nya di kayu salib adalah karena dosa manusia. Tetapi tidak hanya sampai di situ, simbol itu juga sekaligus menunjuk pada kemuliaan yang akan Ia terima setelah penderitaan-Nya.

 Simbol ini berganti dengan Simbol Paskah pada malam menjelang Sabtu Teduh (Hari Ketujuh, Hari Sabat, Hari Perhentian, Hari Istirahat, Tubuh Yesus di dalam kubur.)

Page 3 of 4

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •    Gereja Pusat I

    :   06.00 WIB

       Gereja Pusat II

    :   09.30 WIB

       Gereja Pusat III

    :   18.00 WIB

     

       IHM Nuansa Muda

     

    :   15.00 WIB

       Minggu ke 2 dan ke 4

     

       Setiap bulan.

     

     

       Pospel Sepolwan I

     

    :   07.00 WIB

       Pospel Sepolwan II

    :   17.00 WIB

     

       Pospel Pamulang I

     
     
    :   09.00 WIB

       Pospel Pamulang II

    :   17.00 WIB

     

       Pospel Hosana

     
     
    :   06.30 WIB

       Pelkat PA

     
    :   06.30 WIB
        09.30 WIB

       Pelkat PT

    :   08.00 WIB

     

     

    image6

    PEMBACAAN ALKITAB SEPEKAN

    Tanggal

    Pagi Malam
     17 Okt '17 Mzm 102 : 24-29 Mzm 103 : 1-5
     18 Okt '17 Mzm 103 : 6-18

    Mzm 103 : 15-22

     19 Okt '17 Mzm 104 : 1-18 Mzm 104 : 19-24
     20 Okt '17 Mzm 104 : 25-30 Mzm 104 : 31-35
     21 Okt '17 Mzm 108 : 1-10 Mzm 108 : 11-14
     22 Okt '17

    1 Taw 6 : 31-47

    1 Taw 6 : 48-53