OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • Slide1
  • Phmj
  • Pesparawi-2016
Published in Kegiatan Jemaat August 15 2017

IBADAH SYUKUR HUT RI KE 72  

Akan dilaksanakan pada : hari Kamis, 17 Agustus 2017 jam 09.30 di Gereja KARUNIA 

Pelayan Firman : Pdt. Ch.S.L Tarukla’bi      

Pelayan Liturgis     :   1. Pnt. H.Z Tauran                   2. Pnt. Budi Santoso

                                   3. Dkn. Merry Tjolly                 4. Dkn.Arlo Mailangkay          

                                   5. Dkn. Wilson Therik

Organis              :  Sdr Berthy Tembunan            Kantoria                  : Sektor IV                                                    

                              Sdr Chris Haba                      Multimedia              : Sdri Saeka      

Penyambut Jemaat : Ibu Niken, Ibu Erit.

Jemaat diharapkan hadir dengan menggunakan pakaian-pakaian Etnis.

Bagi yang tidak punya silahkan pakaian merah puti.

Mohon kehadiran jemaat dalam ibadah syukur Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 72 ini.

Published in Pembinaan August 15 2017

Pendeta Jemaat

BUKALAH TANGAN LEBAR-LEBAR

(Ulangan 15 : 7 – 11)

Kitab Ulangan berisi rekaman pidato Musa kepada umat Perjanjian Lama dalam perjalanan mereka menuju tanah terjanji. Namun, demikian, dalam bentuknya yang sekarang. Kitab Ulangan ditulis dan disampaikan kepada umat Perjanjian Lama yang sedang berada dalam pembuangan – jauh sesudah zaman Musa. Di pembuangan umat mengalami krisis yang amat gawat, sebab mereka melihat bahwa umat yang tidak mengenal Tuhan Allah hidup lebih baik daripada mereka yang adalah umat Allah. Bahkan mereka – yang adalah umat Allah – mengalami kesusahan dan kepahitan hidup.

Dalam situasi seperti itu mereka mulai tergoda untuk melupakan Tuhan, Allah mereka, dan berpaling pada kekuatan-kekuatan lain. Kitab Ulangan – yang pada intinya – berisi nasihat untuk taat kepada Allah, dalam bingkat ikatan perjanjian antara Allah dan umat-Nya, hendak menyadarkan mereka. Bila mereka semakin menjauh dari Allah, mereka tidak akan mengalami perubahan dan pemulihan. Namun bila mereka bertobat dan kembali hidup dalam ketaatan kepada Allah, maka mereka akan mengalami kehidupan penuh berkat seperti dimasa lalu. Ketaatan kepada Allah berarti mengasihi Tuhan, Allah mereka. Dan, bagi penulis kitab Ulangan, mengasihi Allah berarti mengasihi, peduli dan berlaku adil terhadap sesama. Inilah bukti dari kasih, kesetiaan dan ketaatan umat kepada Allah.

 

Hukum mengenai penghapusan hutang (Ul. 15 : 1 – 11) berdasar pada keyakinan bahwa tanah – sebagai ladang penghidupan – adalah pemberian Allah. Membiarkan tanah pada suatu waktu tertentu (tujuh tahun) untuk tidak digarap atau diambil hasilnya, agar orang lain susah dan miskin dapat menikmati (lih. Kel 23 : 10 – 11; Im 25 : 1 – 5). Begitu pula dengan mereka yang berhutang; pada tahun ketujuh semua hutang sesama umat harus dihapuskan (15: 1 – 6). Bila hukum ini ditaati, maka umat akan mengalami kesejahteraan dan kehidupan penuh berkat.

Kepedulian terhadap sesama yang miskin merupakan salah satu bentuk kesetiaan dan ketaatan kepada Allah. Allah menghendaki agar umat hidup dalam keadilan dan penuh kemurahan (15 : 7 – 8), sebagaimana Ia telah menyatakan kemurahan-Nya kepada mereka. Bahkan Tuhan telah mewujudkan kemurahan-Nya dengan memberi mereka tanah atau negeri untuk mereka diami dan menghayati kehidupan mereka. Namun demikian, tindakan kemurahan hati dengan mempedulikan mereka yang miskin tidak boleh menjadi perbuatan yang terpaksa atau karena kewajiban. Apalagi dengan akal-akalan! (15 : 9) Yakni, dengan mengambil keuntungan dari kesusahan dan penderitaan orang lain. Ia harus lahir dari hati yang mengalami kemurahan Tuhan, karenanya itu dilakukan dengan sukacita dan senang hati (15 : 10).

Kasih, kesetiaan dan ketaatan umat diuji setiap waktu : orang miskin selalu ada di antara mereka (15 : 11).

Published in Artikel July 22 2017

PESAN MAJELIS SINODE GPIB DALAM RANGKA HUT KE-67

PELKAT GERAKAN PEMUDA GPIB 

 

Kepada yang kami hormati, Pelayan Firman Tuhan; para Diaken dan Penatua; para orang tua dan jemaat sekalian; dan kepada yang kami banggakan, segenap Anggota dan Pengurus Gerakan Pemuda.

Salam damai sejahtera!

Segala Puji dan Syukur kita naikkan kepada Tuhan Yesus Kristus Sang Pemuda Agung atas rahmat dan penyertaanNya mempersatukan kita semua dalam damai dan sukacita pada HUT ke-67 Pelkat GP GPIB. Dalam perjalanan menapaki tahun demi tahun, melaksanakan tugas panggilan gereja sebagai Pemuda Gereja dengan bersaksi, bersekutu dan melayani dalam persekutuan gereja juga masyarakat bangsa negara patutlah kita bersyukur sebab berbagai pergumulan dan tantangan yang dihadapi dapat kita lalui dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Ditengah-tengah pelayanan dan kesaksian Gerakan Pemuda GPIB, kami dipertanyakan akan kondisi toleransi antar umat beragama di tanah air tercinta, Indonesia. Kerukunan antar umat beragama di tanah air akhir-akhir ini banyak diwarnai isuisu sensitif yang mengganggu ketentraman dan kehidupan harmonis umat beragama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kasus-kasus dan isu-isu negatif seputar SARA, gerakan radikal kekerasan, serta berbagai ujaran kebencian yang mengarah kepada perpecahan bangsa melalui berbadai media, termasuk didalamnya media sosial. Apakah kita sebagai murid-murid Kristus yang menghadirkan damai sejahtera, justru menjadi bagian dalam upaya dan aksi yang menciderai kerukunan antara umat beragam di Indonesia sehingga menimbulkan perpecahan bagi bangsa ini? Bagaimana sikap dan peran kita sebagai pemuda/i masa depan gereja dan bangsa Indonesia di dalam membangun bangsa Indonesia? Konflik, perpecahan, hingga perang saudara yang dipicu oleh perbedaan ajaran kepercayaan di negara-negara tertentu cukuplah menjadi pelajaran bahwa memelihara egoisme dengan menghasut dan menghina kepercayaan umat lain hanya akan berakhir pada perpecahan dan konflik. Oleh karenanya, dengan dasar Pancasila dan nilai-nilai luhur bangsa yaitu kerukunan dan toleransi diantara sesama patut diwujudnyatakan dalam menggapai cita-cita kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kerukunan merupakan kebutuhan bersama yang tidak dapat dihindarkan di tengah perbedaan negara Indonesia. Perbedaan yang ada bukan merupakan penghalang untuk hidup rukun dan berdampingan dalam kasih persaudaraan dan persatuan. Kesadaran akan kerukunan hidup harus dapat dibagikan kepada sesama, sehingga keberadaan kita dapat menjadi garam dan terang bagi sekitar kita dimanapun kita berada. Dengan perbedaan dan keragaman yang ada pada bangsa ini justru menjadi penguat di dalam membangun bangsa ini dalam kasih dan penyertaan Tuhan Yesus Kristus. Toleransi adalah suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau lingkup lainnya. Sebagai umat Kristen kita telah diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus mengenai hal saling mengasihi sebagaimana firman Tuhan pada Roma 12:10 “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat”, kiranya dapat menjadi pedoman untuk kita GP GPIB untuk menyingkapi dan memahami akan keadaan disekitar dengan sikap patuh pada Firman Tuhan, termasuk di dalamnya menghormati agama, kepercayaan dan ajaran orang lain, membangun terciptanya suasana rukun dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat serta berbangsa. Marilah kita bersamasama saling mengasihi, menghargai perbedaan dan hormat - menghormati di antara sesama. Bersikap adil dan bijaksana di dalam menjaga dan mengelola alam ciptaanNya. Hendaklah kita memaksimalkan energi positif dan potensi dalam diri kita untuk kemajuan dan pembangunan bangsa. Sebagai Pelkat GP GPIB, mari semakin diperbaharui dan berhikmat untuk melaksanakan janji kita kepada Tuhan, memikul salib, memahami dan menjadi pelaku Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, menjalankan tugas mulia memberitakan Firman Tuhan, dengan aksi dan tindakan nyata.

Menapaki tahun Program Kerja dan Anggaran 2017-2018, untuk mewujudkan persekutuan, pelayanan dan kesaksian di lingkup jemaat, kita memasuki langkah strategis di dalam melaksanakan pemilihan para pelayan Tuhan yang akan ambil bagian karya layan sebagai Diaken/ Penatua dan Pengurus-pengurus di unit-unit misioner. Sebagai bagian dari unit missioner, Pelkat GP berperan penting dengan turut serta aktif menjawab panggilan Tuhan untuk melayaniNya sebagai Diaken / Penatua atau menjadi pengurus pada unit misioner. Kesiapan diri pribadi dalam aspek spiritualitas dan keterampilan diri sangatlah penting di dalam menjawab panggilan Tuhan untuk melakukan tugas, panggilan dan pengutusan dimanapun kita berada. Di dalam masa muda, biarlah lewat talenta yang telah Tuhan anugerahkan, kita senantiasa dimampukan untuk menjawab panggilan Tuhan dan memberikan diri kita untuk melayani Dia, serta memberitakan kebenaran firman Tuhan.

Pelkat GP GPIB telah menyusun program dalam Persidangan Sinode Tahunan GPIB di Palembang tahun 2017, diantaranya “Aksi Bakti Sosial dan Pemberdayaan (ABSP)” sebagai perwujudan akan karya pelayanan kesaksian GP GPIB di wilayah Pos Pelkes, selain itu “Plural Activity” sebagai perwujudan kegiatan lintas agama dan denominasi, “GP GPIB Sport & Choir” dan rangkaian kegiatan “Ibadah Syukur HUT ke-67 GP GPIB” di Mupel Kepulauan Riau. Kami mengundang rekan-rekan GP GPIB untuk ikut serta mengkaryakan masa muda dalam pelayanan dalam kegiatan lingkup sinodal ataupun di jemaat masing-masing sebagai tindakan nyata dan mewujudkan kasih Kristus di kehidupan masyarakat dan bangsa.

Rekan-rekan muda mari kita tetap menjadi dinamis, terus bergerak dan terus menerus diperbaharui dan rendah hati. Bersama keluarga dan masyarakat mendatangkan damai sejahtera Tuhan ditengah lingkungan dengan masing-masing peran dan tanggung jawab yang sudah dipercayakan.

Dirgahayu Pelayanan Kategorial Gerakan Pemuda GPIB ke-67. Tuhan Memberkati gerak pelayanan kita bersama!

 

MAJELIS SINODE GPIB

Pdt. Maureen S. Rumeser-Thomas, M.Th. -  Ketua III       

Pdt.J.Marlene Joseph, M.Th.  - Sekretaris Umum

UNIT MISIONER MAJELIS SINODE GPIB 2015-2020 DEWAN GERAKAN PEMUDA

Cynthia J. Santoso – Rolando Loupatty – Welma H. Paays – Vivianita Sadimun –

                                                   Irene A. Inkiriwang – Gerry Sagala – Donda Salakory – Kezia M.Mahulette

Published in Artikel July 15 2017

PESAN MAJELIS SINODE GPIB

DALAM RANGKA HARI ULANG TAHUN KE 36 PELKAT PKB GPIB

 

Keadaan sosial politik bangsa kita saat ini, merupakan tantangan bagi kaum bapak untuk membawa dan menjadi berkat, bukan hanya di dalam tembok gereja. Pelayanan kaum bapak sesungguhnya adalah di tengah tengah masyarakat, di luar tembok tembok GPIB. Kaum bapak harus menjadi saluran berkat bagi lingkungan sekitarnya.

Hal ini juga sejalan dengan tema pelayanan GPIB tahun 2017 yang disarikan dari
Lukas 4:18-19. Karena Roh Tuhan ada pada kita dan telah mengurapi kita untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, membebaskan yang tertindas, menghadirkan damai sejahtera di manapun kita berada.

Pada Momen ulang tahun PKB yang ke-36 ini, kita terus mengintensifkan persekutuan dalam ibadah-ibadah PKB, menjadikan Persekutuan Kaum Bapak sebagai tempat mengembangkan potensi diri sehingga dapat menghadirkan Damai Sejahtera di keluarga yang kemudian menjadi berkat di tengah masyarakat.

Kaum Bapak dapat menjadi teladan dengan memberikan diri dalam pelayanan di gereja, baik terpilih sebagai Presbiter maupun terpilih sebagai pengurus Pelkat PKB dan tetap setia melayani Tuhan dalam status apapun, karena masih banyak bentuk pelayanan sebagai bakti kita kepada Tuhan.
“Ya, dengan segenap hati ku“
.

Pada kesempatan ini kami mengajak kita semua mempersiapkan diri untuk menjadikan acara Temu Karya PKB tahun 2018 di Makasar, sebagai ajang mengembangkan potensi diri untuk hormat dan kemuliaan Tuhan.

Kami juga mengundang Kaum Bapak turut serta dalam pembinaan spiritual pada kegiatan Retreat PKB Sinodal yang akan diselenggarakan pada bulan September 2017. Mohon dukungan doa untuk Kedua acara PKB secara Sinodal agar dapat terlaksana dengan baik untuk Kemuliaan nama Tuhan.

Akhirnya, selaku warga gereja dan sebagai elemen bangsa, kita perlu merawat kebhinekaan dalam bingkai persatuan NKRI, meredam radikalisme dan fanatisme berlebihan, melawan segala praktek kekerasan, mengentaskan kemiskinan dan menghadirkan keadilan. Kaum bapak harus menjadi saluran berkat bagi lingkungan sekitarnya. Sudah saatnya kita menumbuhkan budaya solider dan toleran di tengah-tengah keberagaman masyarakat Indonesia, menyatukan potensi bangsa untuk menjadikan Indonesia bersatu dan bermartabat.

Mari membangun jaringan dengan semua elemen masyarakat yang ada di sekitar kita, mengklarifikasi guna meredam berita-berita bohong atau provokatif, dan mari kita dengan ringan membantu mengusahakan kesejahteraan lingkungan di manapun kita berada seperti perintah Tuhan kepada umat-Nya di Yeremia 29:7.

Terus berdoa agar Tuhan menuntun dalam Roh-Nya yang Kudus kepada para pemimpin bangsa dan juga kepada kita agar beroleh hikmat dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa. Terus maju, terus melayani, tetap tangguh namun juga tetap luwes dalam kehidupan persekutuan, keluarga dan masyarakat.

Dirgahayu PKB !!

Yell PKB: PKB !!! Maju Terus. !!! Pelayanan !!! Tangguh dan Luwes !!!

 

 

MAJELIS SINODE GPIB

Pdt. Maureen S. Rumeser-Thomas,M.Th. ̶ Ketua III

Pdt. J. Marlene Joseph, M.Th. ̶̶ Sekretaris Umum

UNIT MISIONER MAJELIS SINODE GPIB 2015-2020 DEWAN PKB

Michael Roring, Bambang R. Widjaja, Victori Saetakela, Erino Theopani, Michael Kirangen,

Ronny Pangemanan, Markus Hallatu, Elizar P. Hasibuan, Plip W. Polatu.

Published in Pembinaan July 15 2017

RENDAH HATI

Pdt. Ch.S.L Tarukla’bi

Barang siapa telah memutuskan untuk menjadi Kristen apa lagi yang sudah cukup lama pasti dia telah berkomitmen untuk hidup seperti yang diajarkan Tuhannya. Salah satu ajaran itu ialah “rendah hati”. Yang mendasari ajaran ini adalah : “Dan barang siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan” (Matius 23 : 12). Dihadapkan dengan ajaran ini sepintas kita dapat mengerti seolah-olah kita berada di persimpangan jalan di mana kita harus memilih ke mana kita akan pergi. Maksudnya adalah bahwa kerendahan hati itu soal pilihan pribadi. Pertanyaannya ialah apakah kita rendah hati? Kalau ya, itu karena kita memutuskan untuk merendahkan diri, itu pilihan kita. Apakah kita tinggi hati? Kalau ya, karena itu kita memutuskan untuk tidak merendahkan diri, itu juga pilihan kita. Setiap orang memang diberi kebebasan untuk memilih. Namun sebuah kenyataan Alkitab mengajarkan “rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain”, sebab : “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati”.

Bagi orang percaya rendah hati harus dicapai. Menurut Peter Wagner Kerendahan Hati mempunyai dua dimensi. Satu adalah kerendahan hati kita dihadapan Tuhan, dan yang satu lagi adalah kerendahan hati kita dengan orang lain. Dengan bahasa yang singkat dia menyebutnya, "Kerendahan hati vertical" dan "Kerendahan hati horizontal". Kedua-duanya tidak bisa dipisahkan. Kerendahan hati kita dihadapan Tuhan adalah dasar yang tak tergantikan bagi kerendahan hati kita dalam hubungan terhadap sesama. Kerendahan hati vertical bagi kerendahan hati horizontal sama dengan iman bagi perbuatan. kita tidak memperoleh iman dengan melakukan perbuatan baik, tetapi tidak ada yang disebut iman yang murni yang tidak menghasilkan perbuatan yang baik. Jadi intinya, satu-satunya bukti yang dapat diukur bahwa kita mempunyai iman yang sejati adalah perilaku kita. Oleh karena itu Yakobus menulis: "Demikianlah juga halnya dengan iman; jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya adalah mati" (Yak. 2:17). Ada yang disebut sebagai iman yang mati. Tetapi apa yang membuat iman yang mati itu menjadi hidup? Jawabnya adalah perbuatan!

Page 1 of 3

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •  

    Gereja Pusat I

    :   06.00 WIB

    Gereja Pusat II

    :   09.30 WIB

    Gereja Pusat III

    :   18.00 WIB

     

    Pospel Sepolwan I

     

    :   07.00 WIB

    Pospel Sepolwan II

    :   17.00 WIB

     

    Pospel Pamulang I

     

    :   09.00 WIB 

     

    Pospel Pamulang II

    :   17.00 WIB  

     

    Pospel Hosana

     

    :   06.30 WIB  

     

    PA

    :   06.30 WIB  
      :   09.30 WIB  

     

    PT

     

    :   08.00 WIB

     

     

     

    image6

    PEMBACAAN ALKITAB SEPEKAN

    Tanggal

    Pagi Malam
    22 Ags '17 Am 2 : 6-12 Am 2 : 13-16
    23 Ags '17 Am 3 : 1-8

    Am 3 : 9-15

    24 Ags '17 Am 4 : 1-3 Am 4 : 4-5
    25 Ags '17 Am 4 : 6-13 Am 5 : 1-3
    26 Ags '17 Am 5 : 4-6 Am 5 : 7-13
    27 Ags '17

    Yeh 6 : 1-7

    Yeh 6 : 8-10