OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • Slide1
April 07 2018

K E S E L A M A T A N

 

         Betapa Aku bersuka setiap hari bersekutu denganmu. Betapa Aku menginginkan engkau dapat melihat dirimu seperti Aku melihatmu!

    Sebelum engkau dilahirkan, Aku telah mengenalmu. Aku melihatmu lengkap, utuh dan tidak mengingini apa-apa. Aku memberikanmu segala sesuatu yang engkau perlukan agar hidupmu berhasil. Aku melihat bahwa engkau akan bertemu dengan orang yang dapat dan akan mengajarkanmu dan membimbingmu untuk menjadi anak-Ku. Aku melihat bahwa engkau mendengar Firman. Aku telah mempersiapkan segala sesuatu yang engkau perlukan agar berhasil. Dan, engkau menanggapinya dengan baik. Aku berkenan.

      Betapa sukacitanya surga ketika engkau menjadikan Yesus Tuhan dari hidupmu! Kita bersukacita saat engkau berkata, “Tuhan Yesus, Aku percaya bahwa Engkau adalah Anak Allah”.

    “Aku percaya bahwa Engkau mati dan dibangkitkan dari antara orang mati. Aku mengundangmu, Tuhan Yesus, untuk masuk ke dalam hatiku. Aku bertobat dari segala dosa-dosaku. Aku meletakkan semua masa laluku di bawah kaki-Mu. Aku meletakkan seluruh masa depanku di tangan-Mu. Yesus, penuhilah aku dengan Roh Kudus-Mu. Bapa surgawi, aku adalah anak-Mu. Terima kasih telah menyelamatkanku.”

    Pada saat ini ketika engkau menjadikan Yesus Tuhan dan memintaNya untuk mengatur hidupmu, engkau menjadi ciptaan baru. Manusia batiniahmu menjadi sempurna.

 

     Oh ya, Aku tahu bahwa semua kebiasaan lama, kedaginganmu tidak segera hilang. Tetapi, Nak, Aku ingin engkau mengetahui bahwa pada saat engkau telah menjadi anak-Ku, rohmu telah diperbarui. Dengarlah, sesungguhnya yang lama telah berlalu dan yang baru telah datang.

      

    Sekarang, Nak, sisa perjalanan Kekristenanmu semata-mata hanyalah untuk membawa apa yang ada di dalam dirimu ke permukaan, dan keluar pada dunia. Yaitu membiarkan rohmu yang sudah diperbarui bertumbuh menjadi dewasa dan mengendalikan pikiranmu dan tubuhmu sehingga ketika orang melihatmu mereka melihat diri-Ku.

          

   Orang akan tahu bahwa engkau berbeda, karena sekarang engkau telah lahir baru. Aku berdiam di dalam dirimu dan engkau berdiam dalam diri-Ku. Aku sedang berkarya di dalam dirimu dan melalui dirimu.

    Suatu hal yang menyenangkan hati-Ku bahwa sekarang engkau berada dalam keluarga-Ku. Surga tidak akan sama seperti sekarang tanpa dirimu!

Published in Kegiatan Jemaat April 07 2018

IBADAH GABUNGAN PELKAT PKP & PERAYAAN HARI KARTINI

Ibadah gabungan Pelkat PKP & Perayaan Hari Kartini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 21 April 2018 jam 16:00 s/d 19:00 di Gereja Karunia. Akan diadakan Lomba Menghias Tumpeng.

Dresscode : Busana Nasional.

Mohon kehadiran dan Partisipasi seluruh anggota Pelkat PKP.

Published in Artikel March 31 2018

 

Paskah

 

PASKAH.

Sama seperti Jumat Agung mulai dengan malam sebelumnya (Kamis Putih), maka begitu juga hari Paskah, dimulai dengan malamnya (bnd. Kej.1:5,8,13 dst). Ada Gereja-gereja yang merayakannya semalam suntuk, antara lain dengan membaca bagian-bagian Alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) sehubungan dengan Paskah serta pelayanan Baptisan Kudus (menjelang subuh).

Paskah adalah hari Kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, yang ditandai dengan kubur kosong. Paskah jatuh pada Hari Pertama (Arab ‘Akhad’, Ibr. Ekhad): Kej. 1:5; Mat.28:1; Mrk.16:2; Luk.24:1; Yoh.20:1). Hari Pertama adalah Hari Minggu. Kata ‘Minggu’ berasal dari bahasa Portugis (Dominggu(s) dan Latin Dominus, yang berarti ‘Tu(h)an. Karena itu Hari Minggu adalah hari Tuhan (Why.1:10).

Paskah adalah hari raya utama dalam Kekristenan karena merupakan titik tolak iman orang percaya (I Kor 15:14). Karena itu maka Hari Paskah (termasuk malamnya) hendaknya dirayakan sebagai hari peringatan Gereja yang paling meriah, dan harus dirayakan dalam kegembiraan dan sukacita.

 

Minggu Paskah dirayakan selama 7 Minggu; termasuk Hari Minggu setelah Yesus Kristus naik ke Surga.

Minggu Paskah II (Lat. Quasimodo Geniti = Sama seperti bayi-bayi yang baru lahir’ (1 Ptr.2:2).

Minggu Paskah III (Lat. Misercordias Domini = ‘Kasih Setia Tuhan’ (Mzm.89:2), dalam kombinasi dengan Mzm.33:5). Hari Minggu ini juga sering disebut Pastor Bonus (Gembala Yang Baik).

Minggu Paskah IV (Lat. Jubilate = ‘Bersorak-sorailah’ (Mzm.66:1).

Minggu Paskah V (Lat. Cantate = ‘Nyanyikanlah’ (Mzm.98:1).

Minggu Paskah VI (Lat. Rogate = ‘Mintalah’, sehubungan dengan Doa untuk tumbuh-tumbuhan pertanian (cukup relevan!), juga sehubungan dengan ‘panen rohani’ yang ditandai oleh perayaan Pentakosta nanti.

 

Simbol untuk Minggu Paskah adalah bunga lily dengan warna dasar putih.

Warna dasar : Putih

Lambang/Logo : Bunga Lily

Warna bunga Lily : Putih

Arti : Bunga lily merupakan simbol dari hari Paskah dan kekekalan. Umbi-umbian dari bunga lily haruslah ditanam dan mati dahulu di dalam tanah, baru kemudian daripadanya akan tumbuh suatu kehidupan baru. Melalui Paskah orang percaya telah menerima kehidupan baru yang diberikan lewat kematian dan penderitaan Kristus (band. Yoh 12; 34), dan kehidupan baru itu sendiri adalah kehidupan yang berkaitan dengan hidup kekal.

 

Simbol ini berganti pada Rabu malam menjelang Yesus Kristus naik ke surga.

March 31 2018

S E L A M A T   P A S K A H

 

     Kalau Anda berjumpa dengan kawan sesama warga Gereja pada hari-hari di sekitar Paskah, apa salam Anda kepadanya? Hanya tersenyum saja? Ah, yang betul saja. Masakan Anda tidak mengucapkan apa-apa? Tetapi, Anda benar. Kadang-kadang orang merasa ragu-ragu mengucapkan salam Paskah. Harus berkata apa?

    Pada suasana Natal, semua orang ingin saling bertemu untuk bersalaman dan mengucapkan selamat. Sedangkan pada Paskah, suasananya pun tidak terasa. Bagaimana kita mau mengucapkan selamat?

       Untunglah di banyak Gereja, orang sudah biasa saling mengucapkan Selamat Hari Paskah. Memang sudah sepatutnya kita mengucapkan selamat pada hari Paskah. Mengapa? Karena Paskah adalah peristiwa yang paling menentukan hidup kita.

      Kalau peristiwa Paskah tidak terjadi, apa gunanya kita berdoa, sebab Kristus yang sudah meninggal dunia tak mungkin mendengar doa kita.

       Kalau Kristus tidak dibangkitkan, apa gunanya kita membaca firman-Nya, sebab firman-Nya tidak berlaku.

    Kalau Kristus tidak dibangkitkan, Ia hanyalah pahlawan yang sudah gugur. Sehebat-hebatnya pemikiran yang ditinggalkan seorang pahlawan, ia toh tidak bisa memimpin kita di masa kini. Padahal yang kita butuhkan adalah Juruselamat dan pemimpin hidup untuk masa kini.

        

      Kenyataannya adalah : Kristus bangkit dan hidup! Ia hidup hingga kini. Ia memerintah kita dengan Roh dan firman-Nya. Hari Paskah adalah peristiwa pelantikan Yesus menjadi Tuhan dan Allah, menjadi Juruselamat dan Penebus kita.

 

        Itu berarti, bahwa dengan peristiwa Paskah, kita menerima kepastian pengampunan dosa, kepastian iman dan kepastian hidup. Bukankah itu menggembirakan? Kata Paulus, “Syukur kepada Allah, yang memberikan kepada kita kemenangan oleh Kristus, Tuhan kita” (1 Kor. 15 : 57).     

        Oleh karena itu, bukankah sepatutnya kita saling menyatakan perasaan gembira pada hari Paskah?

Gereja-gereja Ortodoks yang banyak terdapat di Rusia, Yunani dan negara-negara Eropa Timur, mempunyai kebiasaaan menyatakan kegembiraan itu dengan salam Paskah yang khas. Mereka mengucapkan “Kristus Tuhan. Kristus sudah bangkit!” Lalu orang yang menerima salam itu pun menjawab, “Benar, Ia sudah bangkit!”

 

      Ada juga Gereja-gereja Ortodoks yang menggunakan salam itu bukan hanya pada hari Paskah, melainkan setiap hari Minggu, bahkan setiap pagi. Pernah selama tiga minggu saya tinggal di suatu komunitas yang menggunakan salam itu setiap pagi. Kalau pagi-pagi kita berjumpa kawan, ia mengatakan “Christ the Lord. Christ is risen!” Dan kita diharapkan segera menjawab “He is risen indeed!”

      Bukankah salam itu mengandung inti yang paling pokok dari iman kita? Mungkin ada baiknya kita mencoba mempopulerkan salam itu sebagai salam Paskah. Saya berkata kepada Anda, “Benar, Ia sudah bangkit!”

        Masih canggung? 

Ok, kalau begitu, saya ucapkan salam yang lazim saja kepada Anda : “Selamat Paskah!”

 

Disadur dari Buku Selamat Paskah – Andar Ismail

Published in Artikel March 31 2018

PESAN PASKAH 2018

MAJELIS SINODE GPIB

 

Hidup di Era Globalisasi ciri utamanya adalah persaingan. Semakin hari persaingan semakin ketat, seru dan semakin keras. Siapa yang mampu bersaing akan bertahan dan yang tidak mampu bersaing tidak akan bertahan. Dengan demikian hokum rimba yang berlaku, sehingga dengan berbagai cara para pesaing harus dimatikan. “Budaya kematian” yang terus berkembang ini harus dihentikan.

Dengan peristiwa Paskah yang kembali kita peringati mau mengingatkan kepada kita bahwa kematian Yesus bukanlah kematian Allah (the death of God), kematian Yesus adalah kematian di dalam Allah (the death in God), artinya Allah dalam Yesus merengkuh, merangkul dan mengambil kematian kita ke dalam diri-Nya, supaya kita bisa hidup yang sesungguhnya. Yaitu hidup yang sejati, yang kekal, yang sesuai dengan kehendak-Nya.

Hidup yang seperti itu dianugerahkan kepada kita supaya kita hidup untuk menghidupkan dengan cara menghentikan “budaya kematian” atau mematikan kematian itu sendiri. Inilah arti Paskah yang sesungguhnya, yaitu melalui Paskah (Kebangkitan Yesus) kematian telah dimatikan. Kematian akhirnya mati karena dikalahkan oleh kehidupan yang ditandai dengan Kebangkitan Yesus dari kematian-Nya.

Dengan tema tahun pelayanan 2018-2019: MEMBANGUN SPIRITUALITAS DAMAI YANG MENCIPTAKAN PENDAMAI” (YAKOBUS 3 : 13 – 18) kiranya warga jemaat GPIB yang telah dianugerahkan kehidupan sebagai anak-anak Allah dapat membawa damai khususnya dalam konteks pesta demokrasi 2018, dimana suhu politik meningkat, sehingga lebih mudah menimbulkan ketegangan, diantara sesama anak bangsa. Dalam semangat Paskah marilah dengan spiritualitas damai kita hadirkan damai Allah yang membawa keteduhan, yang mensejahterakan, agar pesta demokrasi 2018 dapat berlangsung dengan baik dan sukses untuk kemajuan bangsa dan Negara Republik Indonesia yang kita cintai.

Selamat Paskah 2018

Soli Deo Gloria

 

 

                           Salam Kasih,

 

              MAJELIS SINODE GPIB

Ketua Umum

: Pdt. Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si

Ketua I

: Pdt. Marthen Leiwakabessy, S.Th.

Ketua II

: Pdt. Drs. Melkisedek Puimera, M.Si

Ketua III

: Pdt. Maureen Suzanne Rumeser-Thomas, M.Th.

Ketua IV

: Pen. Drs. Adrie Petrus Hendrik Nelwan

Ketua V

: Pen. Mangara Saib Oloan Pangaribuan, SE.

Sekretaris Umum

: Pdt. Jacoba Marlene Joseph, M.Th.

Sekretaris I

: Pdt. Elly Dominggas Pitoy-de Bell, S.Th.

Sekretaris II

: Pen. Sheila Aryani Salomo, SH.

Bendahara

: Pen. Ronny Hendrik Wayong, SE.

Bendahara I

: Pen. Eddy Maulana Soei Ndoen, SE.

 

 

Page 1 of 4

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu