OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • Slide1

Artikel

June 02 2018

MINGGU SETELAH PENTAKOSTA

MINGGU SETELAH PENTAKOSTA (Minggu-Minggu Sesudah Pentakosta). Hari Pentakosta yang jatuh pada hari Minggu, mengawali minggu-minggu Pentakosta yang berjumlah 26 Minggu. Minggu Trinitas adalah Minggu I…

Pembinaan

March 03 2018

ASAL USUL GEREJA BERBAKTI PADA HARI MINGGU

  A S A L – U S U L   G E R E J A   B E R B A K T I   P…

MINGGU VII SESUDAH PENTAKOSTA

KAMIS,  12 JULI 2018

 

RENUNGAN PAGI

GB.158 : 1 "Murid-murid Yesus"– Berdoa

KONFLIK DALAM PELAYANAN

Matius 16 : 21-22

Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis, Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia". (ay.23)

 

Mari kita jujur mengakui, bahwa konflik dalam jemaat sering muncul, karena perbedaan pendapat di kalangan presbiter. Banyak perselisihan dan perseteruan yang terjadi, dikarenakan tiap presbiter saling menonjolkan gagasan pelayanan, tanpa mendengar pendapat yang lain. Keadaan ini telah terjadi pada masa murid-murid Yesus memiliki gagasan sendiri tentang pelayanan yang sedang dilakukan-Nya. Buah pikirannya berbeda dari yang dipikirkan mereka. Petrus berpikir, bahwa Yesus memiliki kekuatan kuasa yang dahsyat. Ia adalah Mesiah, utusan Allah, yang akan menjadi Raja Israel; sebab itu, Yesus tidak boleh menderita. Tuhan, Allah Israel, akan membuat Yesus menjadi penguasa umat-Nya. Pada saat itu, sebagai pengikut Yesus, Petrus berharap akan menduduki posisi cukup strategis. Petrus tidak memahami pikiran Gurunya. Sama seperti Yudas dan orang Israel umumnya, mereka berpikir tentang Mesiah sebagai penguasa politis. Sementara Yesus tidak demikian. Ia menyadari akan ancaman yang membahayakan hidup-Nya, karena melakukan kehendak Bapa-Nya. Itulah alasan Yesus membentak Petrus, karena reaksinya terhadap pandangan pribadi Yesus.

Kasus ini sering muncul dalam kebersamaan presbiter ketika membahas masalah pelayanan. Masing-masing menonjolkan pendapatnya, dan tidak mau mengalah. Ujung-ujungnya timbul kericuhan, bukan saja dikalangan pelayan melainkan juga merambat sampai seluruh warga jemaat. Akibatnya terciptalah kerusuhan yang meretakkan kehidupan berjemaat. Dalam kasus ini kita perlu menyoroti latar belakang pemahaman Yesus tentang pelayanan-Nya. Bagi Yesus, ia akan membangun persekutuan baru. Tidak sama dengan penguasa duniawi. Ia punya keinginan untuk membangun persekutuan damai sejahtera berbasis kasih sayang. Dan, tugas itu akan membuat hidupnya terancam kematian. Ia sadar, bahwa pasti dirinya dikorbankan; akan tetapi Yesus tabah menerima keadaan itu, jika dikehendaki Allah Bapa-Nya. Ia tidak memberontak, tetapi setia mengasihi sesama dan taat memberlakukan tugas ilahi.

Cerita ini perlu dikaji secara mendalam untuk mengevaluasi sikap arogansi dalam pelayan bersama, agar pelayanan Kristen dapat menghadirkan damai sejahtera bagi semua orang.

GB.158 : 3 "Murid-murid Yesus" - Berdoa

Doa : (Bapa, kiranya pelayanan kami dapat menghadirkan damai sejahtera-Mu)

 

A.R.I/Iph

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •    Gereja Pusat I

    :   06:30 WIB

       Gereja Pusat II

    :   09:30 WIB

       Gereja Pusat III

    :   18:00 WIB

     

       IHM Nuansa Muda

     

    :   18:00 WIB

       Minggu ke 2 dan ke 4

     

       Setiap bulan.

     

     

       Pospel Sepolwan I

     

    :   07:00 WIB

       Pospel Sepolwan II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Pamulang I

     
     
    :   09:00 WIB

       Pospel Pamulang II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Hosana

     
     
    :   06:30 WIB

       Pelkat PA

     
    :   06:30 WIB
        09:30 WIB

       Pelkat PT

    :   08:00 WIB