OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • Slide1

Artikel

May 19 2018

MINGGU PENTAKOSTA

    PENTAKOSTA (Yun. Pentakosta berarti ‘yang ke-50’), yakni hari ke-50 sesudah Paskah. Hari ke-50 sesuai dengan Ulangan 16:9-12 adalah suatu pesta besar, yakni pesta…
March 31 2018
PASKAH

Pembinaan

March 03 2018

ASAL USUL GEREJA BERBAKTI PADA HARI MINGGU

  A S A L – U S U L   G E R E J A   B E R B A K T I   P…

MINGGU PEMULIAAN KRISTUS

JUMAT,  18 MEI 2018

 

RENUNGAN MALAM

GB. 260 : 1 "Kidung Yang Merdu Di Hatiku" – Berdoa

 

DAMAI DALAM HATI

Kolose 3 : 15-17

..... memerintah dalam hatimu... (ay.15)

 

Nyanyian rohani berjudul "Di mana kiranya damai sejahtera?" (oleh Emma Lou Thayne): "Di mana kiranya damai sejahtera? Bila telah hilang pengharapan. Bila hati patah, marah dan dengki?"

Damai sejahtera Allah akan tumbuh dan menguasai hidup kita bila kita mengerti kebenaran firman Tuhan dan melakukannya terus-menerus dari waktu ke waktu. Perhatikan, rasa damai sejahtera Kristus bisa menjadi pemandu kita. Dalam hal ini kita bisa melihat jelas bahwa damai sejahtera Kristus dapat memutuskan dan membereskan pertanyaan apapun yang ada di pikiran kita. Masalahnya pada kita, apakah kita cukup peka mendengar atau merasakannya, mau patuh atau menolak dan mengambil keputusan hanya menurut kita sendiri? Proses perubahan kehidupan orang Kristen bisa terjadi bila kita senantiasa mau meneladani kehidupan Yesus. Identifikasi atau usaha penyerupaan diri yang terus-menerus dengan Kristus akan menyebabkan kehidupan kita semakin menyerupai Kristus. Pada perikop ini kita melihat bagaimana perubahan hidup itu diteruskan dengan menerapkan tingkah laku mulia (ay.16-17) dan menumbuhkan karakter ilahi (ay.12-15).

Pertama, menumbuhkan karakter ilahi. Karakter-karakter yang dijabarkan di 12-15 adalah karakter Kristus yang dipraktikkan-Nya sepanjang hidup dan pelayanan-Nya di dunia ini. Teladan sudah ada, tinggal mempraktikannya. Bagaimana caranya? "Sebagaimana Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian (ay.13b); "kenakanlah kasih" (ay.14); "Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu" (ay.15a).

Kedua, menerapkan tingkah laku mulia. Saling mengajar dan menegur di antara sesama umat beriman (ay.16a); menaikkan pujian dan syukur kepada Allah (ay.16b); melakukan yang baik dan mengatakan perkataan yang membangun di dalam nama Tuhan Yesus (ay.17). Damai sejahtera Allah akan menjadi "fakta penentu" dalam hati kita. Kita akan mendapatkan perlindungan dan pemeliharaan Tuhan sepanjang membiarkan damai sejahtera Allah menguasai hati dan pikiran kita.

GB. 260 : 5 "Kidung Yang Merdu Di Hatiku" – Berdoa

Doa : (Tuhan, menjadi murid-Mu memang berat. Engkau menuntut aku menjadi lebih baik dibandingkan orang lain. Bantu aku agar aku bisa mengusahakannya)

 

F.S/jm

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu