OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • Slide1

Artikel

May 19 2018

MINGGU PENTAKOSTA

    PENTAKOSTA (Yun. Pentakosta berarti ‘yang ke-50’), yakni hari ke-50 sesudah Paskah. Hari ke-50 sesuai dengan Ulangan 16:9-12 adalah suatu pesta besar, yakni pesta…
March 31 2018
PASKAH

Pembinaan

March 03 2018

ASAL USUL GEREJA BERBAKTI PADA HARI MINGGU

  A S A L – U S U L   G E R E J A   B E R B A K T I   P…

MINGGU PEMULIAAN KRISTUS

JUMAT,  18 MEI 2018

 

RENUNGAN PAGI

KJ. 408 : 1 "Di Jalanku' Ku Diiring" – Berdoa

DIPILIH UNTUK DAMAI

Kolose 3 : 12-14

..... orang-orang pilihan Allah... (ay.12a)

 

Orang yang memiliki jiwa optimis adalah mereka yang melihat lampu hijau di semua tempat, sedangkan orang yang pesimistis hanya melihat lampu merah. Orang yang benar-benar bijaksana adalah mereka yang buta warna. (Albert Schweitzer).

Paulus berkata, "Kita sudah disatukan dengan Kristus bersama kematian-Nya, maka pikiran dan hati kita harus disesuaikan dengan pikiran dan hati Kristus. Di sini ada proses identifikasi diri dengan Kristus. Hidup kita hanya untuk menyenangkan hati Allah, dan melakukan kehendak-Nya yaitu hal-hal yang mulia dan bernilai kekal. Identifikasi diri dengan Kristus harus mewujud dalam transformasi hidup. Orang-orang pilihan Allah bukanlah orang-orang yang memisahkan kehidupan mereka dengan dunia dan tinggal dengan jabatan-jabatan yang eksklusif dalam komunitas kudus dan puas dengan berkat-berkat yang melimpah, melainkan orang mau merendahkan hati dan memberikan diri dalam pelayanan yang tulus dan suci untuk kemuliaan nama Tuhan.

Suatu hari ada seorang anak kecil datang kepada seorang bijak untuk bertanya. Ia datang membawa seekor anak ayam yang disembunyikan di balik badannya dan langsung bertanya, "Wahai orang tua yang bijak! Tahukah kamu apakah anak ayam yang aku bawa ini dalam keadaan hidup atau mati?" Sejenak orang tua tersebut terdiam dan merenung, kemudian berkata, "Wahai anak kecil, sesungguhnya mati dan hidupnya anak ayam itu tergantung kamu nak! Karena kalau saya katakan anak ayam ini hidup, maka secepat kilat engkau akan mematahkan leher anak ayam tersebut. Namun jika saya katakan mati, maka engkau akan biarkan anak ayam itu dalam keadaan hidup dan memberikannya kepada saya. Jadi hidup dan matinya anak ayam itu tergantung dirimu nak!" Demikianlah jawaban orang tua yang bijaksana tersebut.

Kebajikan-kebajikan merupakan kebajikan Kristus sendiri yang harus dimiliki oleh orang yang mengikuti-Nya. Ketika memandang manusia, Yesus Kristus selalu tergerak hati oleh belas kasihan. Dia murah hati, lemah lembut dan rendah hati serta sabar dengan manusia. Percumalah sebagai pengikut Kristus, tetapi hidup jauh dari apa yang diajarkan-Nya. Inilah tanda yang melekat pada orang-orang pilihan Allah.

 

KJ. 408 : 3 "Di Jalanku' Ku Diiring" – Berdoa

Doa : (Tuhan ampuni kami kalau selama ini kurang memikirkan dan melayani orang lain. Kiranya Engkau masih memberi kami kesempatan untuk berbuat baik bagi orang-orang di sekitar)

F.S/jm

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu