OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
  • Slide1

Artikel

June 02 2018

MINGGU SETELAH PENTAKOSTA

MINGGU SETELAH PENTAKOSTA (Minggu-Minggu Sesudah Pentakosta). Hari Pentakosta yang jatuh pada hari Minggu, mengawali minggu-minggu Pentakosta yang berjumlah 26 Minggu. Minggu Trinitas adalah Minggu I…

Kegiatan Jema'at

June 09 2018

PERMATA (PERSEKUTUAN BERSAMA TERUNA & ANAK)

Pelkat PA & PT akan mengadakan acara PERMATA (PER sekutuan bersaMA Teruna & Anak) pada tanggal 29 Juni – 1 Juli 2018 bertempat di Dusun…

Pembinaan

March 03 2018

ASAL USUL GEREJA BERBAKTI PADA HARI MINGGU

  A S A L – U S U L   G E R E J A   B E R B A K T I   P…

MINGGU II  PRAPASKAH

Selasa, 13 MARET 2018

 

RENUNGAN MALAM

KJ. 392 : 1  "Ku Berbahagia" – Berdoa

 

M E N G I K U T   K R I S T U S   A D A L A H   G A R A M

Markus 9 : 42 - 50

Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar dengan apakah kamu mengasinkannya? .... (ay.50)

 

Dalam perjalanan Tuhan Yesus bersama para murid ke Yerusalem dalam melewati Kapernaum, Tuhan Yesus justru memberikan pengajaran khusus karena perbincangan itu tentang upah mengikuti Yesus. Dalam pengajaran itu Tuhan Yesus memberi perintah (ay.37) dan kini Tuhan Yesus mengajarkan bahwa menyesatkan anak-anak kecil adalah kejahatan yang besar, sehingga lebih baik bagi si penyesat itu untuk dihukum (ay.42). Bagian-bagian tubuh dapat menyesatkan diri sendiri, misalnya kaki, tangan atau mata (ay.43-48). Lalu Tuhan Yesus mengajarkan tentang pola hidup para murid bagaikan garam (ay.50)

Dalam kehidupan ini siapa pun pasti ingin mencegah agar sesuatu tidak menjadi busuk atau menghindari sesuatu yang sudah menjadi busuk. Sesuatu yang busuk itu, bukan hanya dihindari dan tidak disukai oleh semua orang karena pasti merugikan, tetapi juga sesuatu yang dapat menjadi sumber penyakit dan membawa kehancuran/kerusakan dalam kehidupan. Walaupun tampaknya garam bukan benda yang dapat dijadikan kebanggaan oleh yang memilikinya, namun justru garam adalah sebuah benda yang sangat dibutuhkan oleh siapa saja. Tanpanya kebutuhan hidup manusia dalam hal ini makanan tidak terasa nikmat. Sesungguhnya fungsi utama garam bukanlah penyedap masakan, melainkan mencegah kebusukan. Kebusukan dalam perilaku jahat sering terlihat jelas dilakukan untuk mencapai sesuatu. Seperti menyebarkan fitnah terhadap seseorang yang tidak disukai.

Mengikut Yesus berarti melakukan segala yang diperbuat dan diajarkan oleh Tuhan Yesus. Kemauan untuk mengikuti Yesus kiranya dapat kita umpamakan sebuah garam. Meniru apa yang Tuhan Yesus lakukan dan melaksanakan apa yang Tuhan Yesus ajarkan dapat mencegah kebusukan-kebusukan dalam kehidupan, sehingga kehidupan yang meskipun terasa berat karena penuh tantangan dan pergumulan tetap dapat "dinikmati" dengan sukacita. Kehidupan yang seperti ini adalah kehidupan yang membawa damai sejahtera Kristus secara konkret, sehingga kehadiran kita dapat mencegah kebusukan-kebusukan yang akan membawa kerusakan, bahkan kehancuran dalam kehidupan ini.

 

KJ. 467 : 1,3 "Tuhanku, Bila Hati Kawanku"

Doa        :

Tuhan, tolonglah kami agar kehadiran kami senantiasa membawa kebaikan bagi sesama di dalam hidup ini

 

I Y K / l p h

facebook-icon-web

Jadwal Ibadah Minggu

  •    Gereja Pusat I

    :   06:30 WIB

       Gereja Pusat II

    :   09:30 WIB

       Gereja Pusat III

    :   18:00 WIB

     

       IHM Nuansa Muda

     

    :   18:00 WIB

       Minggu ke 2 dan ke 4

     

       Setiap bulan.

     

     

       Pospel Sepolwan I

     

    :   07:00 WIB

       Pospel Sepolwan II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Pamulang I

     
     
    :   09:00 WIB

       Pospel Pamulang II

    :   17:00 WIB

     

       Pospel Hosana

     
     
    :   06:30 WIB

       Pelkat PA

     
    :   06:30 WIB
        09:30 WIB

       Pelkat PT

    :   08:00 WIB

     

     

    image6

     

    SABDA BINA UMAT